0

Media Pembelajaran Tape Recorder

Posted by Unknown on 20.02
TUGAS KELOMPOK
MAKALAH
“ Pembelajaran Multimedi Tentang Media Pembelajaran Tape Recorder”
Dosen Pengampuh : Mindaudah, M. Pd
Tugas Mata Kuliah
Pembelajaran Multimedia

Disusun oleh :
1.      Efi Lisnawati                          ( 126735 )
2.      Fauziyatul Mahbubah             ( 126742 )
3.      Jenifer Aulia                            ( 126767 )
4.      Sinta Dwita Sari                      ( 126739 )


Program Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Persatuan Guru Republik Indonesia
Jombang
2015

Kata Pengantar
Bismilahirrohmannirrohim
Segala puji dan syukur penyusun panjatkan kehadirat Allah SWT. Karena dengan izin dan ridho-Nya kami dapat menyelesaikan makalah “Media Pembelajaran Tape Recorder”.
Sholawat dan salam semoga tetap dilimpahkan kepada junjungan Nabi Muhammad SAW yang telah membawa kedamaian dan rahmat bagi semesta alam.
Makalah Media Pembelajaran Tape Recorder dalam diskusi ini disusun untuk memenuhi tugas kelompok dari mata Kuliah Pembelajaran Multimedia. Dan terima kasih kami ucapkan kepada dosen pembimbing mata kuliah Pembelajaran Multimedia yang telah membimbing dan membantu penulis dalam menyelesaikan makalah ini dan kepada segenap pihak yang telah memberikan bimbingan serta arahan selama penulisan makalah ini.
Penulis selalu berharap makalah ini bebas dari kekurangan dan kesalahan, namun selalu ada yang kurang. Oleh karena itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun agar makalah ini dapat lebih baik lagi.
Akhirnya kepada Allah jua penyusun memohon ampun, kalau sampai terjadi kesalahan dan kekurangan dalam penyusunan  makalah ini. Besar harapan kami atas masukan guna perbaikan isi materi dari makalah ini.
Semoga apa yang kami susun bermanfaat.
Amien ya Robal’alamin.
Jombang,  Mei 2015
Penulis,



BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
     Saat ini telah banyak muncul media pembelajaran yang semakin canggih seiring berjalannya waktu. Hal tersebut memudahkan para guru dalam proses belajar mengajar di kelas, sehingga murid akan mendapatkan hasil yang maksimal dalam menerima materi yang ada. Setiap murid mempunyai karakteristik sendiri- sendiri dalam menerima/ merespon materi pelajaran yang disampaikan guru.
     Di antara mereka ada yang dapat memaksimalkan penerimaan materi pelajaran yang disampaikan guru secara auditif (mendengarkan). Adapula yang dapat menangkap materi pelajaran secara maksimal jika materi disampaikan secara visual (melihat). Namun yang paling banyak terjadi adalah campuran antara audio dan visual (melihat dan mendengar). Dikarenakan berbagai perbedaan individu yang ada, seorang guru harus pintar dalam menggunakan berbagai metode pembelajaran beserta media yang digunakan, sehingga semua siswa bisa terlayani dengan baik.
     Salah satu media pembelajaran yang dapat digunakan adalah tape recorder. Audio cassette atau tape recorder merupakan media audio dengan alat perekam. Tape recorder ini sangat cocok untuk pembelajaran menyimak, sehingga menguntungkan bagi siswa yang cenderung belajar secara auditif. Sedangkan siswa yang memiliki cara belajar secara visual atau audio-visual bisa menggunakan media pembelajaran lain yang sesuai. Dari serangkaian penjabaran di atas, penulis mempunyai inisiatif dengan menulis makalah yang berjudul “Media Pembelajaran Tape Recorder”.

  
B.     Rumusan Masalah
Masalah yang dibahas dalam makalah ini dapat dirumuskan sebagai berikut.
1.      Apakah hakekat media pembelajaran audio tape recorder ?
2.      Bagaimanakah sejarah audio tape recorder ?
3.      Apa sajakah jenis-jenis audio tape recorder ?
4.      Apakah kelebihan dan kekurangan audio tape recorder dalam pembelajaran ?
5.      Apa fungsi audio tape recorder ?

C.    Tujuan
Tujuan penyusunan makalah ini adalah hal-hal berikut :
1.      Untuk mengetahui hakekat media pembelajaran audio tape recorder
2.      Untuk mengetahui sejarah audio tape recorder
3.      Untuk mengetahui jenis-jenis audio tape recorder
4.      Untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan audio tape recorder dalam pembelajaran
5.      Untuk mengetahui fungsi audio tape recorder






BAB II
PEMBAHASAN
A.    Hakikat Media Pembelajaran Audio Tape Recorder
     Media berasal dari bahasa latin merupakan bentuk jamak dari “Medium” yang secara harfiah berarti “Perantara” atau “Pengantar” yaitu perantara atau pengantar sumber pesan dengan penerima pesan.
     Sedangkan Audio merupakan, sesuatu yang berkaitan dengan indra pendengar, dimana pesan yang disampaikan dituangkan dalam lambang-lambang, baik verbal (kedalam kata-kata atau bahasa lisan) maupun non verbal (musik, instrumen, dsb).   
     Jadi media audio adalah sarana yang digunakan untuk menyampaikan pesan atau rangkaian pesan materi pembelajaran melalui suara - suara ataupun bunyi yang direkam menggunakan alat perekam suara, kemudian diperdengarkan kembali kepada peserta didik dengan menggunakan sebuah alat pemutarnya. Media audio merupakan sumber bahan ajar yang ekonomis, menyenangkan dan mudah disiapkan untuk oleh seseorang pendidik untuk menyampaikan ilmu kepada peserta didik. Media audio ini jika digunakan secara baik dan tepat, maka program ini akan dapat di produksi atau didistribusi dengan biaya yang relative murah. Akan tetapi bila tidak di desain dan digunakan dengan baik, malah akan mengganggu dalam kegiatan pembelajaran siswa.
     Media audio dengan alat perekam sering disebut Audio cassette atau Tape Recorder. Pengertian audio Tape Recorder menurut Akhmad Sudrajat, 2008 http://akhmadsudrajat.wordpress.com, 02 Mei 2015, 16:30, merupakan alat perekam yang menggunakan pita dalam kaset, pita tersebut digulung-gulung pada kumparan yang berada didalam kotak yang disebut kaset. Dalam pembelajaran, pesan dan isi pelajaran dapat direkam melalui kaset tersebut sehingga hasil rekaman itu bisa diputar kembali pada saat yang diinginkan. Pesan dan isi pelajaran itu dimaksudkan untuk merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan kemajuan siswa sebagai upaya mendukung terjadinya proses belajar.
    
B.     Sejarah Tape Recorder
     Awal terciptanya alat perekam atau yang disebut dengan Audio Cassette atau Tape Recorder adalah berawal dari ditemukannya sebuah alat phonograph yang oleh Thomas Edison pada tahun 1877. Alat phonograph merupakan ujung tombak penemuan teknologi audio di mana suara sudah bisa direkam ke dalam suatu alat. Dengan tabung silinder (wax cylinder) yang dibungkus oleh material yang halus seperti lilin yang merupakan media untuk dapat merekam suara ke dalam satu media. Untuk melakukan play back, diperlukan alat yang seperti jarum pada phonograph yang diguratkan pada silinder tadi, dan akan menghasilkan getaran yang secara mekanik akan menghasilkan suara pada corong phonograph.
     Magnetic recording diperkenalkan oleh Valdemar Poulsen dengan menggunakan telegraphone pada tahun 1898. Dengan menggunakan kekuatan magnet, media yang bergerak secara konstan dengan kecepatan yang konstan pula melewati “head” perekam. Sinyal elektrik yang secara analog menjadi suara yang ingin direkam, melewati head tadi dan menghasilkan pola magnet yang serupa dengan sinyal yang menghasilkan suara yang lebih baik dari teknologi sebelumnya.
     Tape Recorder mulai dikembangkan di Jerman tahun 1932. Titik awalnya pada saat hari Natal 1932, di mana British Broadcasting Corporation kali pertama digunakan para profesional untuk situasi tertentu. Pita yang semakin kecil dengan suara stereo yang sudah baik, membuat para seniman musik sudah dapat melakukan rekaman dengan dukungan alat yang sudah makin ringkas. Di akhir tahun 1990-an, digital recording sudah mulai menjadi standar industri rekaman. Dan kini, di era milenium, semuanya semakin mudah, ringkas, canggih, dan praktis. Perangai pita rekaman yang tadinya besar bukan main sudah diringkas rnenjadi harddisk dan corong phonoautogruph disulap menjadi speaker dengan teknologi kinetik yang canggih.
     Kini perkembangan teknologi audio sudah serba digital. Ini berarti semakin ringkas alat-alat untuk bisa menghasilkan studio recording, dan semakin mudah untuk merawat dan memaintain-nya. Pada masa analog, untuk merekam suara mentah pada saat tracking harus di simpan pada pita 2 inch, yang kini sudah bertransformasi menjadi harddisk yang bentuknya kecil dan tidak menghabiskan tempat.

C.    Jenis- jenis Tape Recorder
a.       Phonograph yaitu perekam suara dengan menggunakan vinyl (piringan hitam) sebagai media penyimpan hasil rekamannya.
b.      Tape cassette yaitu alat perekam suara menggunakan format pita kaset berukuran 2 inch yang dapat merekam dengan durasi hingga 1 jam di setiap sisinya. Kualitasnya cukup baik namun kerap kali terjadi penurunan kualitas suara yang dihasilkan ketika pita kaset mengalami gangguan, kotor atau rusak sebagai media penyimpannya.
c.       Walkman hampir sama dengan pemutar musik portabel pertamanya, hanya saja lebih praktis karena lebih mudah dibawa kemana-mana.
d.      Compact Disc (CD) yang diputar dengan media pemutar portable yaitu;
VCD, DVD atau discman.
e.       MP3 Player dan IPod sebagai proses digitalisasi terhadap format rekaman musik analog, lagu atau musik digital mempunyai beraneka ragam format yang bergantung pada teknologi yang digunakan.
http://aminnatul-widyana.blogspot.com/2015/05/media-pembelajaran-tape.html



D.    Langkah- langkah Penggunaan Media Tape Recorder dalam menyampaikan bahan ajaran, terdapat beberapa langkah yang harus dilakukan, yaitu :
     Daryanto (2011 : 49-52) menjelaskan ada beberapa langkah (secara umum) yang perlu diketahui dalam memanfaatkan media Audio Tape Recorder untuk kegiatan pembelajaran. Langkah- langkah tersebut meliputi :

1)      Persiapan
           Dalam langkah persiapan, ada beberapa hal yang perlu dilakukan guru, yaitu sebagai berikut.
           Siapkan mental peserta didik agar dapat berperan serta secara aktif sehingga paling lambat sehari sebelumnya hal itu (rencana kegiatan pembelajaran dengan memanfaatkan media audio tape recorder) harus sudah diberitahukan kepada mereka. Kemudian, pastikan bahwa peralatan yang akan digunakan untuk menampilkan program (tape recorder), dapat berfungsi dengan baik.
a)      Jika memanfaatkan media audio, pastikan bahwa topik yang akan dibahas tersedia kasetnya dan usahakan guru telah mem-preview-nya terlebih dahulu sebelum menyajikan untuk kepentingan pembelajaran.
b)      Pastikan bahwa di ruangan tempat kegiatan pembelajaran tersedia power  listrik yang dibutuhkan untuk memutar program.
c)      Ruangan hendaknya sudah diatur sedemikian rupa (cahaya, ventilasi, pengaturan tempat duduk, dan ketenangan) sehingga peserta didik dapat mengikutinya dengan nyaman.
d)     Jika memrlukan LKS atau bahan penyerta. Pastikan bahwa keduanya telah tersedia dengan jumlah yang mencukupi.
2)      Pelaksanaan
           Pada langkah pelaksanaan, hal- hal yang harus dilakukan antara lain sebagai berikut.
a)      Jika menggunakan media audio tape recorder sudah berada di tempat pemutarnya dan tinggal menekan tombol “play” atau “on”.
b)      Usahakan peserta didik sudah berada di tempat kegiatan pembelajaran (standbay), setidaknya 15 menit sebelum kegiatan pembelajaran dimulai dengan alat tulis, modul/ buku, LKS dan kelengkapan belajar lainnya.
c)      Jelaskan kepadamereka tentang jenis mata pelajaran, topik yang akan dibahas dan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai.
d)     Mintalah siswa untuk memperhatikan baik- baik terhadap materi pembelajaran yang akan disampaikan melalui media audio tape recorder, mencatat bagian- bagain yang dianggap penting serta mengikuti berbagai intruksi (perintah) yang akan disampaikan lewat media audio tape recorder.
e)      Putarkan program audio tape recorder dengan memijit tombol “Play”.
f)       Usahakn suasana tetap tenang/ kondusif selama pemutaran program media.
g)      Perhatikan dan catat berbagai reaksi peserta didik selama mereka mengikuti kegiatan pembelajaran dengan memanfaatkan program audia tape recorder.
h)      Di samping sebagai nara sumber, pendidik juga sekaligus sebagai fasilitator.
           Dalam hal ini, pendidik juga berkewajiban untuk memfasilitasi peserta didik agar mereka dapat mengikuti kegiatan pembelajaran dengan baik dan maksimal. Setelah pemutaran program selesai, matikanlah alat pemutar dan mintalah siswa untuk tetap tenang di tempatnya masing- masing. Kemudian, peserta didik siap untuk mengikuti kegiatan pembelajaran berikutnya.
           Jika ada pertanyaan- pertanyaan yang harus dijawab oleh peserta didik atau tugas- tugas singkat yang harus dikerjakan selama mendengarkan program, mintalah peserta didik untuk mengumpulkan lembar jawaban atau lembar tugas tersebut.
3)      Tindak lanjut
           Pada langkah tindak lanjut, hal- hal yang harus diperhatikan, antara lain sebagai berikut.
a)      Mintalah peserta didik untuk menceritakan ringkasan materi pembelajaran yang berhasil mereka serap selama mendengarkan program media audio.
b)      Mintalah peserta didik untuk menanyakan berbagai hal yang dianggap sulit (yang berhubungan dengan materi pembelajaran yang baru saja mereka pelajari melalui media audio).
c)      Sebelum anda menjawab pertanyan- pertanyaan yang diajukan oleh peserta didik, terlebih dahulu berikan kesempatan kepada sesama peserta didik untuk mendiskusikan jawabannya. Peran pendidik di sisni adalah sebagai fasilitator.
d)     Jika seluruh pertanyaan sudah berhasil dijawab oleh teman- teman sesama peserta maka anda tidak perlu menjawab lagi. Tugas anda adalah sebatas menjawab pertanyaan- pertanyaan yang belum terjawab selama berlangsungnya diskusi.
e)      Berikan tes untuk mengukur tingkat keberhasilan peserta didik dalam mengikuti kegiatan pembelajaran melalui pemanfaatan audio.
f)       Jika ada tugas- tugas atau PR yang harus dikerjakan sampaikanlah sebelum peserta didik meninggalkan tempat.

E.     Kelebihan dan kekurangan Audio Tape Recorder dalam Pembelajaran
     Setiap media pembelajaran mempunyai kelebihan dan kekurangan masing- masing.  Arsyad (2013 : 47) merincikan beberapa kelebihan dan kekurangan dari media audio Tape Recorder adalah sebagai berikut:
Kelebihan Audio Tape Recorder (ATR) adalah sebagai berikut :
1)      Tape Recorder sudah menjadi peralatan yang sangat lumrah dalam rumah tangga, sekolah, mobil, bahkan kantongan (walkman). Karena harga yang cenderung terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat, ketersediannya dapat diandalkan
2)      Rekaman dapat digandakan perorangan sehingga pesan dan isi pelajaran dapat berada di beberapa tempat pada waktu yang bersamaan
3)      Merekam peristiwa atau isi pelajaran untuk digunakan kemudian, atau merekam pekerjaan siswa sendiri dapat dilakukan dengan media audio
4)      Rekaman memberikan kesempatan kepada siswa untuk mendengarkan diri sendiri sebagai alat diagnosis guna membantu meningkatkan keterampilan mengucapkan, membaca, dan mengaji atau berpidato
5)      Pengoperasiaan tape recorder relatif mudah

     Selain itu, setiap media pembeljaran tentu juga memiliki kelemahan dan keterbatasan. Arsyad (2013 : 47) juga menyebutkan bahwa terdapat 2 keterbatasan utama dalam menggunakan Tape Recorder untuk media pembelajaran ini, yaitu :
1)      Dalam suatu rekaman, sulit menentukan lokasi suatu pesan atau informasi. Jika pesan atau informasi itu berada di tengah- tengah, maka akan memakan waktu lama untuk menemukannya
2)      Kecepatan merekam dan pengaturan trek yang bermacam- macam menimbulkan kesulitan untuk memainkan kembali rekaman yang direkam pada suatu mesi perekam yang berbeda dengannya.

F.     Fungsi Tape Recorder
Pada umumnya fungsi Tape Recorder adalah sebagai berikut:
1)      Meningkatkan komunikasi audio.
2)      Membuat suasana belajar lebih mantab dan komunikatif
3)      Mengembangkan apresiasi dan imajinasi siswa terhadap hal-hal yang disajikan
4)      Dapat merangsang partisipasi aktif pendengarnya
5)      Sangat tepat untuk materi musik dan bahasa
6)      Mengatasi batas waktu dan ruang
     Secara khusus media audio Tape Recorder sangat berkaitan dengan pembelajaran Bahasa Indonesia terutama dalam pembelajaran mendengarkan cerita atau dongeng. Dalam pengajaran bahasa, guru dituntut dalam berkomunikasi. Salah satu bentuk komunikasi adalah teknik bercerita. Dengan radio dan Tape Recorder guru akan lebih memotivasi siswa dalam pembelajaran serta mengurangi tingkat kebosanan siswa dalam pembelajaran.
     Dongeng yang diceritakan melalui radio memberikan kesan yang lebih menarik karena sudah disempurnakan dengan kombinasi suara yang dapat menambah motivasi siswa untuk mendengarkan cerita.
http://aminnatul-widyana.blogspot.com/2015/05/media-pembelajaran-tape.html
                                        




BAB III
PENUTUP
A.    Simpulan
1.      Media audio adalah  sarana yang digunakan untuk menyampaikan pesan atau rangkaian pesan materi pembelajaran melalui suara - suara ataupun bunyi yang direkam menggunakan alat perekam suara, kemudian diperdengarkan kembali kepada peserta didik dengan menggunakan sebuah alat pemutarnya.
2.      Awal terciptanya alat perekam atau yang disebut dengan Audio Cassette atau Tape Recorder adalah berawal dari ditemukannya sebuah alat phonograph yang oleh Thomas Edison pada tahun 1877. Alat phonograph merupakan ujung tombak penemuan teknologi audio di mana suara sudah bisa direkam ke dalam suatu alat. Dengan tabung silinder (wax cylinder) yang dibungkus oleh material yang halus seperti lilin yang merupakan media untuk dapat merekam suara ke dalam satu media. Untuk melakukan play back, diperlukan alat yang seperti jarum pada phonograph yang diguratkan pada silinder tadi, dan akan menghasilkan getaran yang secara mekanik akan menghasilkan suara pada corong phonograph. Tape Recorder mulai dikembangkan di Jerman tahun 1932. Titik awalnya pada saat hari Natal 1932, di mana British Broadcasting Corporation kali pertama digunakan para profesional untuk situasi tertentu.
3.      Jenis-jenis Tape Recorder ada 5, antara lain: Phonograph, Tape cassette, Walkman, CD, dan MP3 Player.
4.      Audio Tape Recorder mempunyai beberapa kelebihan dan kekurangan. Salah satu kelebihan Audio Tape Recorder salah satunya adalah memiliki fungsi ganda, karena dapat menyajikan hasil rekaman, dapat merekam, dan dapat menghapus rekaman. Dan salah satu kekurangannya adalah daya jangkaunya terbatas.
5.      Pada umumnya fungsi Tape Recorder adalah sebagai berikut : (1) Meningkatkan komunikasi audio, (2) Membuat suasana belajar lebih mantab dan komunikatif, (3) Mengembangkan apresiasi dan imajinasi siswa terhadap hal-hal yang disajikan, (4)Dapat merangsang partisipasi aktif pendengarnya, (5) Sangat tepat untuk materi musik dan bahasa, (6) Mengatasi batas waktu dan ruang.







Daftar Pustaka
Arsyad, Azhar. 2013. Media Pembelajaran. Jakarta. Rajawali Press
Daryanto, 2011. Media Pembelajaran. Bandung : PT. SARANA TUTORIAL NURANI SEJAHTERA
Akhmad Sudrajat, 2008 http://akhmadsudrajat.wordpress.com, 02 Mei 2015, 16:30



 LAMPIRAN

( RPP )
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
NAMA SEKOLAH
:

MATA PELAJARAN
:
BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
KELAS
:
XI
SEMESTER
:
GANJIL
TAHUN PELAJARAN
:



A.    Standart Kompetensi
Berbicara
2.      Mengungkapkan secara lisan informasi hasil membaca dan  wawancara

B.     Kompetensi Dasar
2.2  Menjelaskan hasil wawancara tentang tanggapan narasumber terhadap topik tertentu
C.    Indikator
Indikator
Nilai Karakter

2.2.1

2.2.2

2.2.3
Mampu mencatat pokok- pokok hasil wawancara topik tertentu
Mampu membuat rangkuman hasil wawancaradengan kalimat yang efektif.
Mampu menyampaikan rangkuman hasil wawancara
F    Mandiri

F   Kreatif

F   Komunikatif


D.    Tujuan Pembelajaan
Selama dan setelah mempelajari KD 2.2, Siswa dapat :
1.      Mencatat pokok-pokok hasil dari suatu kegiatan wawancara tentang topic tertentu.
2.       Membuat rangkuman suatu wawancara dengan menggunakan kalimat yang efektif.
3.      Menyampaikan rangkuman hasil suatu wawancara.

E.     Materi Pembelajaran
Sumber Buku : Adi A.R, Aminudin, Yudi  Irawan . Aktif dan Kreatif Berbahasa Indonesia Kelas XI  Jakarta Pusat PT Jepe Press Media Utama  2008. Halaman 31 – 39
LKS Bahasa indonesia kela XI semester ganjil 22 – 25
Wawancara
A.    Pengertian Wawancara
1.      Pengertian
Wawancara adalah  kegiatan tanya-jawab yang biasanya telah direncanakan sebelumnya
B.     Pihak-pihak yang terlibat dalam proses wawancara
1.      Pewawancara
Pewawancara adalah orang yang bertujuan memperoleh informasi melalui wawancara
2.      Diwawancarai (Narasumber)
Narasumber adalah orang yang memberi informasi
C.    Hal-hal yang harus dilakukan oleh pewawancara antara lain,
1.      Menentukan narasumber atau tokoh yang akan diwawancarai
2.      Menyusun pertanyaan
3.      Membuat kesepakatan waktu wawancara  dengan narasumber
4.      Menentukan tempat wawancara  dengan narasumber

Pewawancara yang baik adalah pewawancara yang dapat menceritakan kembali secara ringkas isi  wawancara yang telah dilakukan. Rangkuman hasil wawancara tersebut selanjutnya disampaikan kepada orang lain.

D.    Hal-hal yang perlu diperhatikan agar penyampaian wawancara mudah dipahami
1.      Gunakan bahasa yang baik dan mudah dipahami
2.      Kutip pertanyaan narasumber untuk mendukung hasil rangkuman
3.      Bersikap objektif terhadap tanggapan yang telah disampaikan oleh narasumber

E.     Format Susunan Laporan Hasil Wawancara:

BAB I PENDAHULUAN
1)      Latar Belakang
2)       Tujuan
BAB II ISI LAPORAN
1)      Pelaksanaan
2)      Pewawancara
3)       Narasumber
4)      Topik atau tema wawancara
5)      Waktu dan tempat pelaksanaan wawancara
6)      Transkip Hasil Wanwancara
7)      Analisis Hasil Wawancara
BAB III PENUTUP
1)      Simpulan
2)       Saran



F. Metode Pembelajaran
1.      Ceramah
2.      Tanya Jawab
3.      Diskusi
4.      Penugasan
5.      Preesntasi

F.     Langkah-langkah pembelajaran
TAHAP
KEGIATAN PEMBELAJARAN
METODE
WAKTU

Pertemuan I


PEMBUKA
(Apersepsi)
F Guru mengomentari salah satu gaya hidup yang sedang tren di masyarakat atau kalangan remaja pada umumnya. Misalnya,   banyak remaja  putri yang menggilai dunia sepakbola,   artis yang menikah dalam usia muda, pejabat melakukan poligami.     Guru meminta pendapat beberapa siswa tentang fenomena tersebut.
F Guru mengajak siswa untuk mendengarkan tanggapan pakar atau tokoh masyarakat tentang persoalan tersebut yang terungkap dalam suatu wawancara. (Guru memperdengarkan/membacakan penggalan  dialog wawancara)

F Ceramah








15 menit
INTI

& Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi :
F Guru  menyampaikan materi tentang bagaimana mewawancara seseorang sesuai topic tertentu
F Siswa menyaksikan simulasi adegan wawancara dan mencermati pertanyaan serta jawaban narasumber(Media)
F Siswa menjawab beberapa pertanyaan seputar topik dan latarbelakang jalannya wawancara.

& Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi :
F Siswa ditugasi   Berperan sebagai pewawancara atau orang yang diwawancarai  sesuai topic tertentu
F Menanggapi kekurangan pada praktik wawancara yang dilakukan oleh teman

F Siswa ditugasi   mencari contoh  artikel dialog wawancara  dan membuat rangkuman tanggapan narasumber atas topik  yang dibicarakan
F Siswa membaca penggalan-penggalan teks wawancara dan mendiskusikan maksud tanggapan narasumber terhadap pertanyaan yang diajukan.  Setelah selesai, secara bergantian wakil kelompok ke depan kelas untuk mempresentasikan jawabannya.

F Secara berkelompok siswa  membuat persiapan wawancara: menentukan topik, narasumber, dan membuat daftar pertanyaan    wawancara.
& Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, Siswa:
F Menyimpulkan tentang hal-hal yang belum diketahui
F Menjelaskan tentang hal-hal yang belum diketahui.
F Siswa melakukan wawancara ( dilakukan di luar jam)


F ceramah









F inkuiri








F presentasi










F cramah

F tanya jawab

F inkuiri
60 menit
PENUTUP
(Internalisasi dan  refleksi)

F Siswa menjawab soal-soal Kuis Uji Teori untuk mereview konsep-konsep penting   yang telah dipelajari
F Siswa   diajak merefleksikan nilai-nilai  serta kecakapan hidup (live skill) yang bisa dipetik dari pembelajaran

F Tanya Jawab


F Ceramah
15 menit




TAHAP
KEGIATAN PEMBELAJARAN
METODE
WAKTU

Pertemuan ke-2


PEMBUKA
(Apersepsi)
F Guru menjelaskan Tujuan Pembelajaran hari ini.
F Guru mengasah kemampuan siswa dengan metode tanyajawab pemahaman tentang kegiatan wawancara.
F Guru mengajak siswa untuk mendengarkan tanggapan pakar atau tokoh masyarakat tentang persoalan tersebut yang terungkap dalam suatu wawancara. (Guru memperdengarkan/membacakan penggalan  dialog wawancara)
F Ceramah






F Ceramah
15 menit
INTI
& Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi :
F Mengamati contoh wawancara yang di sediakan oleh guru melalui media untuk diambil intisari pembahasan
F Siswa mempersiapkan rekaman/transkrip dialog hasil wawancara.
& Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi :
F Siswa membuat rangkuman hasil wawancara dengan menjelaskan tanggapan narasumber tentang topik-topik tertentu
F Wakil setiap kelompok ke depan kelas untuk mempresentasikan rangkuman dan tanggapan narasumber tentang topik-topik tertentu dari hasil wawancara yang dilakukan
F Guru memberikan apresiasi dan ulasan atas presentasi hasil kerja setiap kelompok.
& Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, Siswa:
F Menyimpulkan tentang hal-hal yang belum diketahui
Menjelaskan tentang hal-hal yang belum diketahui.
inkuiri





Tanya jawab



Disskusi



Ceramah



Ceramah
60 menit
PENUTUP
(Internalisasi dan  refleksi)

F Siswa menjawab soal-soal Kuis Uji Teori untuk mereview konsep-konsep penting   yang telah dipelajari
F Siswa   diajak merefleksikan nilai-nilai  serta kecakapan hidup (live skill) yang bisa dipetik dari pembelajaran

Tanya Jawab


Ceramah
15 menit


H.  Media dan Sumber Belajar
1.      Media                         : alat rekaman/ video
2.      Buku informasi (Lampiran 1)
3.      Sumber Belajar         : Adi A.R, Aminudin, Yudi  Irawan . Aktif dan Kreatif Berbahasa
Indonesia Kelas XI  Jakarta Pusat PT Jepe Press Media Utama  2008.
LKS Bahasa indonesia kela XI semester ganjil

I.          Penilaian                               
A.    Penilaian Proses
1.      Teknik                      : Unjuk Kerja
2.      Bentuk Instrumen    : Uraian
3.      Soal/Uraia                :  Terlampir (Lampiran 2)
B.     Penilaian Hasil Belajar
1.      Teknik                      : Tugas Individu
2.      Bentuk Instrumen    : Uraian
3.      Soal / Instrumen       : Terlampir (Lampiran 3)

















J. Rubrik Penilaian
No
Nama
Aspek Penilaian
Ketepatan menentukan pokok-pokok wawancara
Penggunaan kalimat efektif dalam rangkuman hasil wawancara
Sikap dalam kegiatan diskusi
·         Kurang
·         Tepat   
·         Sangat Tepat              
·         Kurang
·         Tepat   
·         Sangat Tepat              
·         Kurang
·         Tepat   
·         Sangat Tepat              

Keterangan :
KKM                           :  70
Kurang tepat               :  <70
Tepat                           :  70-85
Sangat Tepat               :  85-100

Rumus Penghitungan :








Lampiran I
Berikut ini adalah hasil wawancara penulis dengan narasumber seorang petani yakni Bapak Suleiman yang berumur 40 tahun.Tinggal di Desa Made Utara dekat lapangan, beliau adalah seorang petani cabai yang mengolah sawah di Desa Pakal.
Della                   : Selamat pagi Bapak, maaf mengganggu saya Della dari mahasiswi Unair ingin  wawancara dengan bapak, bolehkah Pak ?
Pak Suleiman      : Oh iya mbak silahkan tapi mau tanya apa ya mbak ?
Della                   : Bapak kira-kira pernah mendengar kata tentang globalisasi ?
Pak Suleiman    : Nggak pernah dengar mbak
Della                    : Jadi begini Bapak globalisasi itu seperti ada TV, HP, terus misalnya di sawah
                             Bapak sudah ada mesin traktor.
Pak Suleiman      : Oalah iya mbak, saya belum pernah dengar globalisasi
Della                    : Jadi berdasarkan penjelasan saya tadi tentang globalisasi yang ada TV, HP
                             Kira-kira kalau menyebut tentang globalisasi apa yang ada di pikiran Bapak ?     
                             Mungkin bisa disebutkan 5 hal Bapak
Pak Suleiman      : (Sambil mengepak cabai ke dalam karung) Wah saya nggak tau mbak.
Della                   :  Oh iya Bapak tidak apa-apa, lanjut ke pertanyaan selanjutnya ya pak
                                Menurut Bapak globalisasi itu baik atau buruk ya pak ?misalnya kalau dilihat
                             dari sisi seorang petani seperti Bapak ini, misal sudah ada traktor
Pak Suleiman      : Ya baik aja lah mbak , tambah maju , modern
Della                     : Lalu menurut Bapak kira-kira globalisasi itu bisa dihindari apa tidak ya pak ?
Pak Suleiman      : Nggak bisa mbak.
Della                    : Nah kira-kira menurut Bapak itu nggak bisa kenapa ya pak ?
Pak Suleiman       : Wah nggak tau mbak
Della                    : Pak kira-kira globalisasi itu menguntungkan semua pihak nggak pak atau    
                              Menurut Bapak ada pihak yang dirugikan ?
Pak Suleiman      : Diuntungkan lah mbak,
Della                   : Diuntungkannya seperti apa ya pak ?
Pak Suleiman      : Ya kayak itu tadi mbak sudah ada  traktor, nguntungin pihak-pihak PT
Della                   : Nah tentang traktor itu, di sawah Bapak ini apa sudah ada traktor ?
Pak Suleiman      : Nggak ada mbak cuma pakai cangkul.
*Selain mengajukan pertanyaan tentang globalisasi, penulis juga menyelingi pembicaraan dengan bertanya tentang aktivitas Pak Suleiman sebagai petani cabai*
Della                                : Oh iya Bapak pernah mendengar tentang liberalisasi nggak pak ?
Pak Suleiman     : Wah nggak pernah dengar saya mbak, saya nggak tau gitu-gituan mbak . Masih banyak toh mbak , saya Nganter cabai ini mbak.
Della                     : Oh iya pak ini pertanyaan terakhir , Indonesia ini kan demokrasi ya pak , nah                                          menurut Bapak globalisasi itu positif atau negative ya pak ?
Pak Suleiman       : Positif mbak.
Della                     : Positifnya gimana ya Pak ?
Pak Suleiman       : Ya enak aja lah mbak
Della                       : Oh ya ya jadi menurut Bapak globalisasi itu enak ya pak, terima kasih banyak
                               Sudah mau menyempatkan waktu untuk saya wawancarai Bapak. Mari.
Kesimpulan                                                                                
Berdasarkan wawancara secara langsung dengan petani di lapangan, penulis menarik beberapa kesimpulan diantaranya petani tersebut belum pernah tahu dan belum pernah mendengar tentang globalisasi sebelumya. Saat ditanya mengenai alasan jawaban yang diberikan , petani cenderung sedikit sulit untuk memberikan alasan karena memang belum pernah tahu tentang globalisasi walaupun di awal penulis sudah menjelaskan sedikit tentang makna globalisasi dengan memberikan contoh yang mudah yakni tentang adanya Tv, HP dan mesin traktor yang berhubungan dengan kegiatan pertanian. Sehingga bisa dikatakan bahwa globalisasi walaupun sudah terjadi sejak lama dan gencar diperbincangkan, namun masih ada kalangan yang sama sekali belum mengetahui mengenai istilah globalisasi, dan apabila dilihat dari sisi petani tersebut dengan masih menggunakan alat tradisional seperti cangkul, mereka belum merasakan dampak globalisasi secara langsung dimana pada jaman sekarang ini ada alat berupa traktor untuk membantu mempermudah pengerjaan dalam mengolah tanah sawah.



Penilaian Proses (Lampiran 2)
Tugas Kelompok :
Bentuklah kelompok masing-masing beranggotaan 4 orang
Dengarkan  dengan cermat teks wawancra yang sudah di puatrkan di depan  kelas. Diskusikan penyelesaian soal berikut :
1.      Identifikasilah latar belakang  narasumber!
2.      Indentifikasi kanlah topik- topik yang dibicarakan  dalam wawancara!
3.      Simpulkan tanggapan narasumber terhadap topic-topic yang dibicaran dalam wawancara!
4.      Jelaskan tanggapan narasumber terhadap topic-topic yang dibicarakan tersebut!













Rubrik Penilaian :
NO
KRITERIA
SKOR
Jumlah Skor Perolehan
1
Ketepatan dalam mengIdentifikasilah latar belakang  narasumber
·         Tepat
·         Kurang Tepat
·         Tidak Tepat


80-100
65-79
10-64


100
2
Ketepatan dalam Indentifikasikanlah topik- topik yang dibicarakan  dalam wawancara
·         Tepat
·         Kurang Tepat
·         Tidak Tepat


80-100
65-79
10-64
100
3
Ketepatan dalam menyimpulkan tanggapan narasumber terhadap topic-topic yang dibicaran dalam wawancara
·         Tepat
·         Kurang Tepat
·         Tidak Tepat


80-100
65-79
10-64
100
4
Jelaskan tanggapan narasumber terhadap topic-topic yang dibicarakan tersebut!
·         Tepat
·         Kurang Tepat
·         Tidak Tepat



80-100
65-79
10-64
100
Jumlah

400

RUMUS PEROLEHAN NILAI
 =   = 100
Penilaian Hasil Belajar (lampiran 3)
Tugas Individu
Jawablah pertanyaan di bawah ini !
1)      Apakah Pengertian Wawancara ?
2)      Bagaimana Format Susunan Laporan Hasil Wawancara?
3)      Hal-hal apa saja yang perlu diperhatikan agar penyampaian wawancara mudah dipahami?
4)      Hal-hal apa saja yang harus dilakukan oleh pewawancara antara lain,
5)      Siapa saja yang terlibat dalam proses wawancara?



  
Rubrik Penilaian :
NO
KRITERIA
SKOR

1
Ketepatan dalam menjelaskan pengertian wawancara
·         Tepat
·         Kurang Tepat
·         Tidak Tepat


80-100
65-79
10-64
100
2
Ketepatan dalam menyusun laporan wawancara
·         Tepat
·         Kurang Tepat
·         Tidak Tepat


80-100
65-79
10-64
100
3
Ketepatan dalam menyampaikan Hal-hal apa saja yang perlu diperhatikan agar penyampaian wawancara mudah dipahami
·         Tepat
·         Kurang Tepat
·         Tidak Tepat


80-100
65-79
10-64
100
4
Ketepatan dalam menyampaikan Hal-hal yang harus dilakukan oleh pewawancara sebelum melakukan wawancara
·         Tepat
·         Kurang Tepat
·         Tidak Tepat



80-100
65-79
10-64
100
Jumlah

400

RUMUS PEROLEHAN NILAI =
 =   = 100

Copyright © 2009 MULTIMEDIA PEMBELAJARAN 2012 C All rights reserved. Theme by Laptop Geek. | Bloggerized by FalconHive.