0

VIDEO SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN

Posted by Unknown on 20.11


VIDEO SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN

UntukMemenuhiTugas Mata KuliahMultimedia Pembelajaran
DosenPengampu :Dra. Mindaudah, M.Pd

                                                                               

Disusunoleh :

LaukhilMahfidiyah             (126701)
Yessysulistyaningtin          (126710)
Harianto                            (126729)
M. FaizMaulady                 (126782)



PRODI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA
2015




KATA PENGANTAR

Dengan mengucapkan terimakasih dan rasa syukur kepada Allah SWT yang telah melimpahkan taufiq dan hidayah-Nya sehinggapenulis mampu menyelesaikan makalah ini sesuai yang diharapkan. Dalam makalah  ini membahas tentang Video Sebagai Media Pembelajaran.
Makalah ini dibuat untuk melengkapi tugas MataKuliahMultimedia Pembelajaran. Dengan membaca makalah ini, pembaca akan mengetahui sejauh mana pengetahuannya tentang isi makalah ini.
Dalam penyusunan makalah ini juga tidak lepas dari peranan beberapa pihak, untuk itu rasa terima kasih yang sedalam-dalamnya penulis sampaikan kepada:
1.    IbuDra. Mindaudah, M.Pd.selaku dosen mata kuliah “Multimedia Pembelajaran”.
2.    Rekan-rekan mahasiswa yang telah banyak memberikan masukan untuk makalah ini.
Penulis menyadari bahwa penulisan makalah ini masih banyak kelemahannya. Oleh karena itu, kritik dan saran dari berbagai pihak sangat penulis hargai untuk perbaikan di masa yang akan datang.

Jombang, 17 April 2014

                                                                              Penulis











DAFTAR ISI

HalamanJudul......................................................................................................... ....   i
Kata Pengantar.............................................................................................................. ii
Daftar Isi ................................................................................................................. ...... iii
BAB I : PENDAHULUAN.................................................................................... ...... 1
A.      Latar Belakang.............................................................................................. ...... 1
B.       Rumusan Masalah......................................................................................... ...... 1
C.       Tujuan........................................................................................................... ...... 2
D.      Manfaat Penulisan ………………………………………………………... ...... 2

BAB II :LANDASAN TEORI.............................................................................. ...... 3
A.       Pengertian Media Pembelajaran ………………………………………………   3
B.        Sejarah Video Di Indonesia …………………………………………………..   3
C.        Pengertian Video ……………………………………………………………...  7
D.       Unsur-Unsur Media Video ……………………………………………………  7
E.        Manfaat Video Sebagai Media Pembelajaran …………………………………  9
F.         Kelebihan dan kelemahan media video ……………………………………….  10
G.       Cara Membuat Video Untuk Pembelajaran …………………………………...  11

BAB III : PENUTUP............................................................................................. ...... 20
A.      Kesimpulan................................................................................................... ...... 20
B.       Saran…………………………………………………………………................ 21

DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Dunia pendidikan selalu berkembang seiring dengan berkembangnya dunia.Begitu juga dengan sarana dan prasarana pendidikan semakin memadai dan semakin lengkap. Jika dulu sekolah-sekolah menggunakan sarana yang seadanya, sekarang sudah semakin lengkap.Sehingga pembelajaran dapat terlaksana dengan maksimal. Demikian juga media yang dipakai dalam proses belajar mengajar semakin kompleks.
Perkembangan teknologi pada akhirnya juga merambah kepada dunia pendidikan.Banyak sekolah yang sekarang memakai teknologi ini untuk memperlancar pembelajaran di sekolah.Teknologi dalam pembelajaran bisa menjadi sarana pembelajaran, metode atau media dan sebagai sumber belajar bagi peserta didik.Sebagai sarana teknologi merupakan alat untuk memperlancar pembelajaran.Sebagai metode atau media teknologi sebagai inovator agar pembelajaran menjadi lebih menarik.Sedangkan sebagai sumber belajar tekonologi sebagai salah satu penyedia informasi bagi peserta didik.
Media dapat berupa media visual, media audio, dan media audio visual.Salah satu media audio visual yaitu video/film.Sebagai salah satu media, video/film merupakan salah satu tekonologi pembelajaran yang memiliki kelebihan yang cukup baik untuk pelaksanaan pembelajaran.
Pada kesempatan kali ini penulis akanmembahas tentang video sebagai media pembelajaran.
Berdasarkanpenjelasan di atas, makalah ini disusun agar pembaca lebih memahami dan menambah pengetahuan tentang video sebagai media pembelajaran.
B.     Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah yang diuraikan diatas dapat dirumuskan permasalahannya sebagai berikut:
1.         Apa pengertian dari media?
2.         bagaimana sejarah video?
3.         Apa pengertian dari video ?
4.         Apa saja unsur – unsur dalam media video ?
5.         Apa manfaat dari media video?
6.         Apa saja kelebihan dan kekurangan media video ?
7.         Bagaimana cara membuat video untuk pembelajaran?
C.    Tujuan
Dalam penyusunan makalah ini penulis memiliki beberapa tujuan diantaranya :
1.      Mengetahui pengertian dari media?
2.      Mengetahui sejarah video?
3.      Mengetahui pengertian dari video ?
4.      Mengetahui unsur – unsur dalam media video ?
5.      Mengetahui manfaat dari media video?
6.      Mengetahui kelebihan dan kekurangan media video ?
7.      Mengetahui bagaimana cara membuat video untuk pembelajaran?

D.    Manfaat Penulisan
Dengan adanya makalah ini dapat menambah ilmu pengetahuan untuk para pembaca dan penulis khususnya untuk memperdalam bagaimana cara memanfaatkan media untuk melaksanakan pembelajaran terutama dengan menggunakan video sebagai media pembelajaran.



















BAB II
LANDASAN TEORI

A.    Pengertian Media Pembelajaran
Kata media merupakan bentuk jamak dari kata medium. Medium dapat diartikan sebagai perantara atau pengantar terjadinya komunikasi dari pengirim menuju penerima (Heinich et.al.,2002; Ibrahim, 1997; Ibrahim et.al., 2001).Media merupakan salah satu komponen komunikasi, yaitu sebagai pembawa pesan dari komunikator menuju komunikan (Criticos, 1996). Berdasarkan definisi tersebut, dapat dikatakan bahwa media pembelajaran merupakan sarana pelantara dalam proses pembelajaran.
Kata media berasal dari bahasa Latin, yang bentuk tunggalnya adalah medium. Dalam hal ini, kita akan membatasi pengertian media dalam dunia pendidikan saja, yakni media yang digunakan sebagai alat dan bahan kegiatan pembelajaran.
Daryanto. 2012.  Media Pembelajaran. Bandung:Satu Nusa.

B.     Sejarah Video Di Indonesia
Pada jaman sekarang ini pasti menonton berbagai macam film melalui perangkat iPhone dan Android bukanlah hal yang aneh lagi. Video yang kita tonton di perangkat tersebut juga bukanlah video berkualitas rendah karena kita bisa menonton video high-definition di dalamnya. Namun tahukah Anda sejarah panjang dan terjalnya sebuah format file video dari mulai awal kemunculan hingga menjadi sangat bening seperti sekarang ini?
Video telah melalui berbagai macam evolusi hingga menjadi seperti sekarang ini. Begitu pesatnya perkembangan internet juga secara tidak langsung mempengaruhi perkembangan dari format sebuah video. Menurut catatan sejarah, format file video yang pertama kali ada bernama Ampex Quadruplex yang muncul pada tahun 1956. Nama yang terdengar sangat aneh dan sulit untuk diucapkan dibandingkan nama format video terkenal yang ada pada saat ini seperti AVI dan MP4. Bukan tidak mungkin beberapa tahun lagi Anda juga akan merasa asing dengan format video bernama AVI karena sekarang format tersebut sudah mulai tergusur oleh kepopularitasan sodaranya yaitu MP4.
Jika Anda ingin mengetahui sejarah panjang mengenai format file video tersebut, maka pada artikel ini akan mengulasnya secara detail untuk Anda. Simak ulasan berikut ini.

Tahun 1956
Tahun 1956 merupakan awal mula kemunculan format video yang diberi nama Ampex Quadruplex. Format video tersebut merupakan format yang dibuat untuk video tape sehingga semenjak itu pengambilan video dapat dilakukan secara “portable”. Ya, “portable” karena pada saat itu pengambilan video tetap harus dilakukan menggunakan gulungan pita film sebesar 2” dan berbagai peralatan besar lainnya. Bayangkan, sekarang kita bahkan sudah dapat merekam video hanya dengan kamera video sebesar jari saja.
Bertahun-tahun setelah kemunculan format video perdana tersebut, munculah berbagai macam format video baru yang lebih mutakhir dari mulai Betamax hingga W-VHS yang merupakan jenis kaset HDTV buatan JVC yang gagal di pasaran. Pada masa-masa itu pula mulai dikembangkan media penyimpanan untuk sebuah video, dari mulai kaset digital, laserdisc, hingga DVD yang masih bertahan hingga saat ini.
Tahun 1984 – Standar Video Digital Pertama (H.120)
Pada tahun 1984, standar video digital pertama dibuat oleh International Telecommunication Union – Telecommunication Standarization Sector yang pada waktu itu memerintahkan para peneliti untuk membuat sebuah standar video baku. Para peneliti itu kemudian secara cepat membuat sebuah standar video yang mengawali petualangan format file video digital hingga saat ini.
Tahun 1988 – kemunculan Basis Standar Video Modern (H.261)
Dikembangakn pada tahun 1988 oleh International Telecommunication Union, H.261 menjadi standar kompresi video digital pertama yang dibuat. Standar tersebut juga menjadi basis standar dari berbagai macam video standar dan codec yang dibuat kemudian. Standar ini merupakan salah satu yang paling penting dalam sejaran perkembangan video digital mengingat standar H.120 tidak mempunyai kualitas yang mumpuni untuk diadopsi.
Tahun 1991 – Kemunculan MPEG-1
Dikembangkan oleh Movie Picture Experts Group, pada tahun 1991 standar video MPEG-1 dibuat untuk melakukan kompresi video berkualitas VHS dan compact disc ke dalam bitrate sebesar 1,5 Mbit/s.
MPEG dapat mendefinisikan secara jelas bagaimana bitstreaming dan decoding dari sebuah video seharusnya dilakukan.Sayangnya, MPEG tidak mendefinisikan secara jelas metode kompresi dan juga encoding video sehingga kemudian banyak encoder yang berkembang dari standar video ini.

Tahun 1992 – Kehadiran AVI (Audio Video Interleave)
Pada tahun 1992 Microsoft meluncurkan sebuah format file video yang masih banyak dipakai hingga sekarang ini yaitu AVI. AVI sendiri adalah singkatan dari Audio Video Interleave.Sayangnya format video ini tidak terlalu lama menjadi anak emas Micrososft karena berbagai macam keterbatasan yang dimilikinya.
Beberapa macam keterbatasan tersebut diantaranya adalah ketiadaan informasi aspek rasio sehingga akhirnya format ini digantikan oleh format WMV yang merupakan bagian dari format ASF container.
Tahun 1994 – MPEG-2 Muncul Meramaikan Kumpulan Format Video
Pada tahun 1994, MPEG-2 atau yang juga disebut sebagai H.262 muncul memanaskan persaingan dalam format video. Format video ini menawarkan resolusi yang lebih baik dan juga bit rates yang lebih tinggi. Format ini juga menjadi codec video standar yang digunakan oleh DVD dan juga TV Digital.
Tahun 1997 – Kelahiran Real Media (RM)
Pada tahun 1997, Real Network membuat Real Media yang dibuat berdasarkan standar H.263. Real Media ini dapat menjalankan file Real Audio dan juga Real Video (RV). Real Video sendiri merupakan format yang dibuat pada tahun 1997 ini untuk kebutuhan streaming media melalui internet.
Tahun 1998 – Peningkatan Kualitas Video Secara Drastis
Tahun 1998 merupakan tahun di mana kualitas video ditingkatkan secara drastis karena pada tahun tersebut mulai dikembangkan MPEG-4 dan juga standar dari video high definition.MPEG-4 dibuat untuk memberikan dukungan yang lebih baik terhadap berbagai macam fitur modern seperti rendering video 3 dimensi (3D), digital rights management (DRM), dan juga high resolution.
Standar MPEG-4 (Type 2) juga menjadi basis dari pembuatan berbagai macam format video lain seperti DivX dan Xvid.Selain itu, MPEG-4 (Part 10), H.264, dan Microsoft VC-1 menjadi standar yang ada dalam format video Blu-Ray dan HDTV.
Format video lain yang kemudian muncul adalah VOB yang merupakan singkatan dari DVD Video Object.VOB merupakan format berbasis MPEG yang digunakan untuk DVD.Format ini dapat menampung video, audio, subtitle, dan menu secara sekaligus.Namun terdapat meberapa batasan dalam format ini karena memang VOB digunakan untuk DVD yang dijual secara komersil.


Tahun 2001 Sampai Sekarang – Format File Video Semakin Bervariasi
Semenjak tahun 2001, berbagai macam format video baru bermunculan dengan menawarkan berbagai macam kelebihan yang dimilikinya.Salah satunya adalah sebuah container video gratis bernama OGG.Pada awalnya OGG ini merupakan proyek audio bernama Squish pada tahun 1994, namun berubah menjadi OGG ketika diluncurkan pada tahun 2001.Walaupun tidak sepopuler format video MP4 dan yang lainnya, namun OGG telah menjadi sebuah format standar dalam menjalankan video online di HTML 5 yang tidak membutuhkan dukungan flash.
MP4 juga muncul dan menjadi container standar untuk menonton video MPEG-4 Part 14. Standar ini dibuat langsung berdasarkan format Quicktime, namun juga menyediakan menyediakan dukungan untuk fitur-fitur yang dimiliki oleh MPEG, seperti Initial Object Descriptors.
Selanjutnya pada sekitar tahun 2003 munculah format Flash Video yang biasa disebut sebagi FLV. FLV sendiri kemudian digunakan untuk menyajikan video MPEG melalui flash player.Format ini kemudian menjadi format video wajib yang ada hampir di semua website.Sayangnya perangkat buatan Apple yang memakai sistem operasi iOS tidak mendukung format ini.
Apple juga tidak ketinggalan langkah dalam membuat format video karena mereka juga membuat format video MOV yang merupakan penerus dari format AVI. Format ini dirancang khusus untuk menonton video di desktop.Hal yang membuat MOV unik adalah kemampuannya untuk mengimport dan juga melakukan editing secara langsung.
Jika Anda sering merekam video melalui ponsel, pasti Anda sudah tidak asing lagi dengan format video yang bernama 3GP. Ya, 3GP merupakan sebuah format video yang dibuat oleh 3rd Generation Partnership Project dalam usahanya untuk membuat sebuah spesifikasi dan standar video untuk telekomunikasi mobile. Sehingga hampir semua ponsel berkamera pasti dapat merekam video dalam format 3GP.
Yang terakhir adalah format video yang cukup terkenal baru-baru ini, terutama setelah kehadiran video high definition, yaitu MKV.MKV merupakan sebuah format video gratis dan terbuka yang dapat menampung video, audio, subtitle, dan juga foto dalam jumlah yang tak terhingga (unlimited) hanya dalam sebuah file. Pada tahun 2010 juga diumumkan bahwa format WebM yang digunakan untuk video di HTML5 akan berbasis dari format MKV ini

C.    Pengertian Video
Video sebenarnya berasal dari bahasa Latin, video-vidi-visum yang artinya melihat (mempunyai daya penglihatan); dapat melihat.Video adalah teknlogi pemrosesan sinyal elektronik meliputi gambar gerak dan suara. Piranti yang berkaitan dengan video adalah play back, storage media (seperti pita magnetic dan disc) dan monitor. Pembahasan tentang play back dan storage media terintegrasi dalam subbab ini, sedangkan pembahasan monitor terintegrasi dengan pembahasan televisi. (Yudhi Munadi, 2010:132). Video adalah peralatan pemain ulang (play back) dari suatu program (rekaman), terdiri dari minimal satu buah video tape recorder (video cassette recorder) dan satu buah monitor atau lebih (Arief S.Sadiman, 2011:282).
Dari beberapa definisi di atas, dapat disimpulkan bahwa video itu berkenaan dengan apa yang dapat dilihat, utamanya adalah gambar hidup (bergerak; motion), proses perekamannya, dan penayangannya yang tentunya melibatkan teknologi.Video sebagai teknologi, yaitu teknologi pemrosesan sinyal elektronik mewakilkan gambar bergerak.Di sini istilah video juga digunakan sebagai singkatan dari videotape, dan juga perekam video dan pemutar video.Video, dilihat sebagai media penyampai pesan, termasuk media audio-visual atau media pandang-dengar.
Yudhi Munadi. 2010. Media pembelajaran, Sebuah Pendekatan Baru. Jakarta:Gaung Persada Press.
Arief Sadiman.2011. Media Pendidikan. Jakarta:Raja Wali Press.

D.    Unsur-Unsur Media Video
Unsur-unsur yang terdapat dalam media video yaitu antara lain:
1.      Suara
Multimedia tanpa bunyi disebut unimedia.Bunyi atau audio dalam multimedia.Bunyi memainkan peranan penting dalam teknologi multimedia saat ini. Terdapat berbagai cara yang dapat digunakan agar dalam suatu multimedia terdapat suara manusia. Antara lain dengan cara merekam menggunakan microphone atau pengeras suara yang telah tersedia pada setiap komputer. Format yang mendukung suara adalah : mp3, wav, voc, snd, aud dan sebagainya. Di dalam sebuah tampilan slide multimedia pembelajaran bisa kita sisipkan berbagai macam suara yang bisa menjadikan tampilan itu lebih menarik untuk diikuti. Bunyi menghapuskan perasaan janggal dan seolah-olah pengguna sedang berkomunikasi dengan manusia lain dan bukan dengan mesin. Dahulu suara berbentuk data atau sinyal analog yang direkam kedalam pita kaset, saat ini telah berkembang menjadi sinyal digital yang dapat disimpan dalam media penyimpanan komputer.Format audio yang paling banyak digunakan dalam file digital ini adalah mp3, midi, rm, aif, dan wav.Sedangkan dari segi kualitas audio yang baik, saat ini format mp3 merupakan pilihan yang terbaik. Disamping kapasitas file yang relatif kecil, suara yang dihasilkan juga cukup bagus. Untuk audio digital ini dapat disesuaikan dengan kebutuhan kita. Software yang dapat digunakan untuk mengolah audio antara lain Adobe Audition, Cool Edit, Sony Sound Forge, dan lain sebagainya.
2.      Animasi
Animasi adalah salah satu elemen multimedia yang cukup menarik, karena animasi membuat sesuatu seolah-olah bergerak.Animasi merupakan rangkaian sejumlah gambar yang ditampilkan secara bergantian. Animasi tidak hanya berguna untuk film saja, dalam dunia situs web, animasi digunakan untuk memberikan sentuhan manis pada situs. Sedangkan dalam dunia pendidikan, animasi dapat digunakan sebagai alat bantu penjelasan agar orang-orang yang diajar bisa lebih memahami maksud suatu konsep. Animasi dibagi dalam 2 kelas besar yaitu animasi 3 Dimensi dan animasi 2 Dimensi. Software yang dapat digunakan dalam membuat animasi cukup banyak diantaranya adalah Flash MX, Swish MX, Blender, untuk animasi 2D sedangkan 3DS Max, Maya 3D, Alias Maya, dan Autocad merupakan software yang dapat digunakan untuk membuat animasi 3D.
3.      Grafik
Grafik boleh didefinasikan sebagai sebuah lukisan, pencetakan, gambar atau huruf dengan menggunakan berbagai media secara manual atau menggunakan teknologi komputer.Seni grafik berkomputer digunakan secara meluas dalam dunia kejuruteraan, industri berat, animasi dan perfilman. Teknik ini dapat menampakkan atau menvisualkan suatu imaginasi seseorang pada monitor komputer. Software yang dapat digunakan untuk mendesain atau melakukan manipulasi gambar digital adalah Corel Draw dan Corel Photo yang telah mencapai versi 13, Adobe Photoshop, Paint, ACDSee, dan lain sebagainya. Format gambar yang didukung dalam multimedia cukup beragam mulai dari BMP, JPG, tiff, ico,PNG, dan lain sebagainya.


4.      Teks
Teks adalah sejenis data yang paling mudah dan memerlukan sedikit ruang untuk mengingat. Teks boleh digunakan dalam berbagai sub bidang untuk memberi penjelasan kepada suatu perkara dalam bentuk bacaan. Text berfungsi untuk memperkokoh media-media lain. Teks merupakan sarana penyampaian informasi.Penggunaan teks dalam multimedia tergantung pada karakteristik multimedia tersebut. Sebuah game multimedia tidak memerlukan teks yang banyak, sebaliknya sebuah multimedia ensiklopedi membutuhkan teks yang banyak.
Secara umum terdapat empat tipe teks :
Ø  Teks cetak Yaitu teks yang tercetak di atas kertas penggunaan teks ini sebagai basis dokumen pada multimedia harus diolah agar mampu dibaca oleh mesin.
Ø  Teks hasil scan .Teks jenis ini merupakan teks yang dihasilkan oleh scanner, merupakan hardware yang dapat digunakan untuk merubah teks cetak atau gambar cetak menjadi data elektrik sehingga dapat dibaca dan diedit dengan bantuan komputer.
Ø  Teks elektronik Yaitu teks yang dihasilkan oleh perangkat elektronik. Teks ini dapat dibaca komputer dan dikirim melalaui jaringan.
Ø  Hyperteks. Hyperteks merupakan dasar dalam produksi multimedia. Hyperteks adalah teks yang telah masuk link. Teks dengan tipe ini memungkinkan sisi interaktif dalam multimedia terpenuhi.
http://widyareinventing.blogspot.com/2011/12/media-video-pembelajaran.html(diakses pada hari rabu tanggal 15 april 2015 jam 09:10)
                                        
E.     Manfaat Video Sebagai Media Pembelajaran
Untuk mencapai tujuan pembelajaran yang optimal sangatlah perlu menggunakan media sebagai alat bantu dalam proses pembelajaran. Adapun manfaat penggunaan media video pada proses pembelajaran adalah sebagai berikut
1.         Sangat membantu tenaga pengajar dalam mencapai efektifitas pembelajaran khususnya pada mata pelajaran yang mayoritas praktek.
2.         Memaksimalkan pencapaian tujuan pembelajaran dalam waktu yang singkat.
3.         Dapat merangsang minat belajar peserta didik untuk lebih mandiri.
4.         Peserta didik dapat berdiskusi atau minta penjelasan kepada teman sekelasnya.
5.         Peserta didik dapat belajar untuk lebih berkonsentrasi.
6.         Daya nalar Peserta didik lebih terfokus dan lebih kompeten.
7.         Peserta didik menjadi aktif dan termotivasi untuk mempraktekan  latihan-latihan.
8.         Hal-hal yang bersifat abstrak dapat dikonkreatkan.


F.     Kelebihan dan kelemahan media video
Media video pembelajaran merupakan produk teknologi manusia sehingga keberadaan media tersebut sebagaimana media pembelajaran lain memiliki kelebihan dan kelemahan sebagai salah satu karakteristik. Kelebihan dan kekurangan video diuraikan oleh beberapa ahli disajikan sebagai berikut.

v  Kelebihan media video
American Hospital Association pada 1978 dalam Belawati (2003) mengungkapkan kelebihan media video antara lain
1.      Bermanfaat  untuk menggambarkan gerakan, keterkaitan dan memberikan pengaruh terhadap topik yang dibahas
2.      Dapat diputar ulang
3.      Dapat dimasukkan teknik lain seperti animasi
4.      Dapat dikombinasikan antara gambar diam dan gambar bergerak
5.      Proyektor standar dapat ditemukan dimana-mana

Yudhi Munadi (2010:127) menambahkan kelebihan lain media video antara lain
1.      Pesan yang disampaikan cepat dan mudah diingat,
2.      Mengembangkan pikiran dan pendapat para siswa,
3.      Mengembangkan imajinasi peserta didik,
4.      Memperjelas hal-hal yang abstrak dan memberikan gambaran yang realistic,
5.      Menumbuhkan minat dan motivasi belajar.
Yudhi Munadi. 2010. Media pembelajaran, Sebuah Pendekatan Baru. Jakarta:Gaung Persada Press.


v  Kelemahan media video
Keterbatasan atau kelemahan video secara umum disampaikan oleh Anderson dalam Gafar (2009) antara lain:
1.         Peralatan video yang akan digunakan  harus sudah tersedia di kelas sebelumnya
2.         Penyusunan naskah skenario perlu waktu dan membutuhkan keahlian
3.         Biaya produksi media video sangat tinggi dan tidak banyak guru yang mempunyai kemampuan untuk memproduksi video
4.         Membutuhkan layar atau proyektor yang memadai jika ingin digunakan untuk pembelajaran klasikal atau massal
5.         Perubahan yang pesat dalam teknologi komunikasi dan informasi menyebabkan keterbatasan  sistem video menjadi masalah yang berkelanjutan.
Gafar(2009) dalam http://widyareinventing.blogspot.com/2011/12/media-video-pembelajaran.html(diakses pada hari rabu tanggal 15 april 2015 jam 09:10)

G.    Cara Membuat Video Untuk Pembelajaran
Untuk membuat video dalam rangka pembelajaran, tentunya berbeda dalam pembuatan video untuk keperluan pribadi.(M Fausiyah,2008 dalam Yudhi Munadi,2010) menjelaskan cara pembuaan video untuk pembelajaran adalah sebagai berikut:
a.       Menetapkan adegan atau tema yang sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan
b.      Mengembangkan tema tersebut dan berusaha untuk membagi-bagi kejadian atau moment menjadi serangkaian bidikan atau serangkaian kejadian yang berurutan. Usahakan natural, agar siswa dapat mengikuti atau merasakan kejadian tersebut.
c.       Kita harus membidik urutan kejadian tersebut dengan berbagai jenis atau ukuran bidikan
d.      Bila akan mengubah atau memotong dua bidikan yang berurutan, hendaknya memberi sisipan bidikan dengan ukuran bidikan yang berbeda mencolok juga dari dua sudut bidik yang berbeda pula
e.       Selain itu, perlu mengantisipasi adegan yang selanjutnya diharapkan siswa. Agar alunan yang wajar dari rangkaian bidikan kita bisa terangkai
f.       Membantu terciptanya alunan tadi. Sudut bidik yang berlawanan arah menciptakan kesinambungan bidikan yang sangat berharga. Demikian pula bidikan-bidikan berdasarkan arah pandangan
g.      Membidik satu objek dengan durasi yang panjang sangat tidak disarankan. Menunjukkan hal-hal yang penting saja agar menarik. Untuk menggabungkannya, manfaatkan fasilitas fade in/out yang terdapat pada hampir semua perangkat handycam.
h.      Untuk memberikankesan yang meyakinkan bidikan-bidikan tersebut perlu dipertahankan paling tidak selama tiga detik supaya siswa dapt menangkap atau menghayati suatu adegan .
Yudhi Munadi. 2010. Media pembelajaran, Sebuah Pendekatan Baru. Jakarta:Gaung Persada Press.


cara membuat video dengan movie maker windows xp
1.        Kita mulai dengan membuka aplikasi Windows Movie maker, klik start kemudian All Programs, kemudian klik Windows Movie maker
















2.        Yang pertama kita lakukan adalah mengambil bahan yang pertama, yaitu mengambil beberapa gambar yang akan dijadikan video. Caranya klik Import Pictures.






cara membuat video dengan movie maker windows xp
3.        Setelah jendela Import File tampil seperti di bawah ini, pilih  beberapa gambar sekaligus. Cara memilih gambar sekaligus dengan bantuan tombol Crtl pada keyboard kamu, (klik pada gambar ke 1, kemudian tekan tombol crtl lalu gambar kedua, ketiga dan seterusnya). kemudian jika sudah dipilih gambarnya lanjutkan dengan klik tombol import.


4.        cara membuat video dengan movie maker windows xpSetelah gambar tampil, tambahkan gambar tersebut ke Timeline. Caranya pilih dulu gambarnya lalu klik kanan mouse kamu, kemudian pilih Add to Timeline. Pada contoh di bawah ini saya pilih sekaligus 4 gambar.

cara membuat video dengan movie maker windows xp
5.        Menu Timeline ada di jendela paling bawah, coba klik salah satu gambar yang ada di timeline. Jika kamu klik nanti gambarnya akan tampil di preview video yang ada di pojok kanan jendela. Jika kamu klik tombol play, nanti setiap 5 detik gambarnya akan berubah ke gambar selanjutnya, mengapa hanya 5 detik? karena defaulnya diset 5 detik. Ini bisa diatur sesuai dengan seleramu dengan drag tepi gambarnya ke arah kanan (drag = klik tahan tarik)






6.        cara membuat video dengan movie maker windows xpSetelah gambar ditambahkan sekarang saatnya menambahkan file musik, misalnya seperti MP3. langkah awalnya kita import terlebih dahulu. Klik pada tombol Import audio or music.







cara membuat video dengan movie maker windows xp

7.        Pada contoh ini kita import satu file musik  saja





cara membuat video dengan movie maker windows xp



8.        Kemudian lanjutkan dengan Add to timeline.


9.        Pada timeline akan tampak bahwa file audio berdurasi lebih panjang dari pada durasi kumpulan gambarnya. Jadi untuk mendapatkan hasil yang baik kita panjangkan juga durasi gambar nya agar sama dengan durasi file audio. Caranya drag ke arah kanan setiap gambar agar durasinya bertambah. Untuk men drag, klik tepi gambar bagian kanan, kemudian klik geser dan tarik kearah kanan. Lakukan sedemikian rupa sehingga durasinya sama dengan file audio.
cara membuat video dengan movie maker windows xp
10.    cara membuat video dengan movie maker windows xpGambar di bawah ini merupakan contoh hasil pemanjangan durasi yang saya lakukan. setiap gambar saya jadikan durasinya kurang lebih 30 detik.
cara membuat video dengan movie maker
11.    untuk melihat hasilnya silahkan klik pada tombol Play.








cara membuat video dengan movie maker windows xp
12.    Setelah dirasa cukup baik hasilnya, silahkan menyimpan video buatanmu tadi. caranya klik pada tombol File, kemudian pilih Save Movie File.





cara membuat video dengan movie maker windows xp
13.    Pilih pada My computer, kemudian klik next










cara membuat video dengan movie maker windows xp
 


14.    Beri nama file nya, kemudian klik next





15.    Pada movie setting untuk mendapatkan hasil yang terbaik pilih best quality. Pada contoh ini saya pilih best fit to file, jika ukuran kurang dari 5 mb, suara audionya akan terdengar kurang baik. Kamu juga bisa memilih pada other setting, pada other setting terdapat banyak pilihan setting penyimpanan video.

cara membuat video dengan movie maker windows xpJika sudah dipilih lanjutka klik tombol Next.














16.    cara membuat video dengan movie maker windows xpTunggu proses penyimpannannya beberapa saat











17.    Klik finish jika sudah selesai, Jika ingin memainkan videonya secara langsung beri tanda centang pada Optional (play movei when i click finis)
cara membuat video dengan movie maker windows xp
18.    Kamu juga bisa membuka file videonya pada folder dimana tadi videonya disimpan (tadi disimpan pada My video, di my document).  Klik kanan pada file videonya kemudian pilih Open With, pilih windows media player
19.    Sesaat kemudian windows media player akan memutar video buatanmu…
M Fausiyah (2008) dalam http://ridwanaz.com/teknologi/komputer/cara-membuat-video-dengan-windows-movie-maker/(diakses pada hari rabu tanggal 15 april 2015 jam 09:36)










BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
Video sebagai media pembelajaran memang sangatlah menarik bagi siswa-siswi. Oleh karena itu video banyak digunakan oleh guru untuk menunjang ketetarikan siswa dalam pembelajaran.Dari penjabaran pada bab II dapat kita simpulkan bahwa kata media berasal dari bahasa Latin, yang bentuk tunggalnya adalah medium. Dalam hal ini, kita akan membatasi pengertian media dalam dunia pendidikan saja, yakni media yang digunakan sebagai alat dan bahan kegiatan pembelajaran.
Kemudian juga pengertian video adalah sebagai rekaman gambar hidup yang ditayangkan (di sini video sama dengan film, dan pada makalah ini penyebutan video seringkali dipakai bergantian dengan film). Aplikasi umum dari video adalah televisi atau media proyektor lainnya.Video juga memiliki beberapa unsur yaitu, suara, Bunyi atau audio dalam multimedia.Bunyi memainkan peranan penting dalam teknologi multimedia saat ini.Animasi merupakan rangkaian sejumlah gambar yang ditampilkan secara bergantian.Grafik boleh didefinasikan sebagai sebuah lukisan, pencetakan, gambar atau huruf dengan menggunakan berbagai media secara manual atau menggunakan teknologi komputer.Teks adalah sejenis data yang paling mudah dan memerlukan sedikit ruang untuk mengingat.
Dalam hal ini juga ada beberapa manfaat video sebagai media pembelajaran Sangat membantu tenaga pengajar dalam mencapai efektifitas pembelajaran khususnya pada mata pelajaran yang mayoritas praktek.Memaksimalkan pencapaian tujuan pembelajaran dalam waktu yang singkat.Dapat merangsang minat belajar peserta didik untuk lebih mandiri. Selain manfaat juga terdapat kelebihan dan kekuranganjika menggunakan video sebagai media pembelajaran sebagaimana disebutkan pada makalah ini. Untuk pembuatan video pun terdapat dua cara yaitu cara yang secara umum kita kenal dan juga secara khusus dengan menggunakan aplikasi-aplikasi tertentu dan yang pastinya dapat memperindah tampilan video agar lebih menarik.



B.     Saran
Sebagai guru yang kreatif harus mampu dan pendai untuk menggunakan media elektronik dalam pembelajaran. Karena sebagian dari materi pembelajaran dituntun untuk menggunakan media elektronik, salah satunya adalah video. Jadi untuk seorang guru diharapkan untuk bisa mengaplikasikan video sebagai media pembelajaran agar siswa memiliki ketertarikan dengan pembelajaran yang ada dan tidak merasa bosan. Namun pengguanaan video juga harus sesuai keperluan saja, agar tidak disalah gunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.



















DAFTAR PUSTAKA

Daryanto. 2012.  Media Pembelajaran. Bandung:Satu Nusa.
Yudhi Munadi. 2010. Media pembelajaran, Sebuah Pendekatan Baru. Jakarta:Gaung Persada Press.
Arief Sadiman.2011. Media Pendidikan. Jakarta:Raja Wali Press.
http://www.frame-magz.com/2013/09/sejarah-dan-perkembangan-video-di.html(diakses pada hari rabu tanggal 15 april 2015 jam 08:41)
http://lsd.telkomuniversity.ac.id/video-sebagai-media-pembelajaran/(diakses pada hari rabu tanggal 15 april 2015 jam 08:30)
M Fausiyah (2008) dalam http://ridwanaz.com/teknologi/komputer/cara-membuat-video-dengan-windows-movie-maker/(diakses pada hari rabu tanggal 15 april 2015 jam 09:36)



Mata Pelajaran
Kelas
Semester
AlokasiWaktu          
         
StandarKompetensi 
Kompetensi Dasar   

                     
Indikator                            
                                                       






:  Bahasa Indonesia
:   XI
:  I
:  4 X 40menit

:5. Memahamipementasan drama 
5.1.Mengidentifikasiperistiwa, pelakudanperwatakannya, dialog, dankonflikpadapementasan drama

1.      Menentukantokoh, peran, danwataknya
2.      Menentukankonflikdenganmenunjukkan data yang mendukung
3.      Menentukantemadenganalasan
4.      Menentukanamanatdalam drama yang di lihat.
5.      Merangkumisi drama berdasarkan dialog yang disimak

A.      TujuanPembelajaran
1.      Siswa mampu menentukantokoh, peran, danwataknya
2.      Siswa mampumenentukankonflikdenganmenunjukkan data yang mendukung
3.      Siswa mampu menentukantemadenganalasan
4.      Siswa mampumenentukanpesandengan data yang mendukung
5.      Siswa mampumerangkumisi drama berdasarkan dialog yang disimak

v  Karakter yang diharapkan:                  Aktif                           Kreatif
Mandiri                       Komunikatif
Percaya Diri                Kerjasama

6.        MateriPembelajaran
  •  Tema adalah ide pokokataugagasanutamasebuahcerita drama
  • Alur yaitujalanceritadarisebuahpertunjukkan drama mulaibabakpertamahinggababakterakhir
  • Tokoh drama ataupelaku drama terdiridaritokohutamadantokohpembantu. Tokohutamaatauperanutamadisebutprimadonasedangkanperanpembantudisebutfiguran
  • Watak adalahperilaku yang diperankanolehtokoh drama. Watakprotagonisadalahwatak (periku) baik yang diperankanolehtokoh drama, contohnya :penyabar, kasihsayang, santun, pemberani, pembela yang lemah, baikhatidansebagainya. Sedangkanwatakantagonisadalahwatak (perilaku) jahat yang diperankanolehtokoh drama, contohnya : sifat iridandengki, kejam, penindasdansebagainya
  • Latar atau setting adalahgambarantempat, waktudansituasiperistiwadalamcerita   drama
  • Amanat drama adalahpesan yang ingindisampaikanpengarangkepadapenonton. Amanat drama ataupesandisampaikanmelaluiperanparatokoh drama.

7.        MetodePembelajaran
a.    Tanya jawab
b.    Diskusi (role playing)
c.    Inkuiri
d.   Refleksi

8.        Model Pembelajaran
   Metode yang digunakan dalam pembelajaran yaitu role playing
Langkah-langkah :
1.      Guru menyusun/menyiapkanvideo drama yang akanditampilkan
2.      Menunjukbeberapasiswauntukmempelajaridramaduaharisebelumkbm
3.      Guru membentukkelompoksiswa yang anggotanya 5 orang
4.      Memberikanpenjelasantentangkompetensi yang ingindicapai
5.      Masing-masingsiswaduduk di kelompoknya, masing-masingsambilmemperhatikanmengamativideo yang sedangdiperagakan
6.      Setelahselesaidipentaskan, masing-masingsiswadiberikankertassebagailembarkerjauntukmembahas
7.      Masing-masingkelompokmenyampaikanhasilkesimpulannya
8.      Guru memberikankesimpulansecaraumum
9.      Evaluasi
10.  Penutup

9.            Langkah-langkahPembelajaran
Pertemuan ke-1
No
Kegiatan
Waktu
Metode
1.
Kegiatan Awal
·         Guru bertanyajawab dengan siswa tentang drama
·         Guru menyampaikan tujuan pembelajaran

10menit
Tanya jawab
2.
Kegiatan Inti
1.      Guru meyampaikan unsur intrinsik dalam drama (tema, tokoh, alur, setting, dll.)
2.      Guru menyiapkan scenario berupa video dramayang akanditampilkan
3.      Guru membentukkelompoksiswa yang anggotanya 5 orang
4.      Memberikanpenjelasantentangkompetensi yang ingindicapai dengan menampilkanvidio drama

60 menit
Role playing
3.
Kegiatan Akhir
·         Guru dan siswa menyimpulkan materi pada pertemuan kali ini
·         Guru memberikan rencana tindak lanjut (RTL) untuk pertemuan selanjutnya

10 menit
Refleksi

Pertemuan ke-2
No
Kegiatan
Waktu
Metode
1.
Kegiatan Awal
·         Guru bertanyajawab dengan siswa tentang kesiapan dalam menyaksikan drama
·         Guru menyampaikan tujuan pembelajaran
10menit
Tanya jawab
2.
Kegiatan Inti
1.        Guru meminta siswa bergabung dengankelompok yang sudah ditentukan pada pertemuan sebelumnya
2.        Guru memberikan penjelasan tentang tugas yang harus dilakukan siswa dalam kelompok untuk menentukan tokoh dan watak tokoh, konflik, tema, amanat, merangkum isi dan mengkaitkan isi dengan kehidupan sehari-hari
3.        Masing-masingsiswaduduk di kelompoknya, sambilmemperhatikan danmengamatividio  yang sedangdiputar
4.        Setelah selesai diputar, siswa dalam kelompok diberikan kertas sebagai lembar kerja untuk menentukan tokoh dan watak tokoh, konflik, tema, amanat, merangkum isi drama
5.        Wakil dari masing-masingkelompokmenyampaikanhasildiskusi kelompok
6.        Guru memberikankesimpulansecaraumum
7.        Guru memberikan penilaian terhadap hasil kerja kelompok berdasarkan rubrik penilaian
60 menit
Role playing

Diskusi

Inquiri


3.
Kegiatan Akhir
·         Guru dan siswa menyimpulkan materi pada pertemuan kali ini
·         Guru memberikan rencana tindak lanjut (RTL) untuk pertemuan selanjutnya

10 menit
Refleksi


10.    AlatdanSumberBelajar
a.      Alat:
Laptop
LCD
Pengerassuara

b.      SumberBelajar
Somad, Adi Abdul, Aminuddin, Yudi Irawan. 2008. Aktif dan Kreatif Berbahasa Indonesia untuk Kelas XI SMA/MA. Jakarta: Pusat Pembukuan Departemen Pendidikan Nasional

11.    Media Pembelajaran
·         Video



















12.    Penilaian

A.    PENILAIAN
a.       Penilaian proses

Indikatorpencapaian
Penilaian
Skor
Teknik
penilaian
Bentuk
Penilaian
AspekPenilaian
Selalu
4
Jarang
2
Tidak
1
-Mampumenentukantokoh, peran, danwataknya

-Mampumenentukankonflikdenganmenunjukkan data yang mendukung

-Mampumenentukantemadenganalasan
-Mampumenentukanamanatdengan data yang mendukung

-Mampumerangkumisi drama berdasarkan dialog yang disimak
·    Penilaian sikap

·    Lembar observasi

·    Kreatif dalam menentukantokoh, peran, danwataknya

·    AktifdanKreatifdalammenentukankonflikdenganmenunjukkan data yang mendukung

·    Aktifdantepatmenentukantemadenganalas an

·    AktifdanKreatifmenentukanamanatdengan data yang mendukung

·    Aktif dan kreatif merangkumisi drama berdasarkan dialog yang disimak
.








Nilai = Jml skor yang diperoleh
            Jumlah aspek penilaian




b.      Penilaian hasil
Indikatorpencapaian
Penilaian
Skor
Teknik
penilaian
Bentuk
penilaian
Instrumen
Sempurna
8-10
Cukup
5-7
Kurang
2-4
-Mampumenentukantokoh, peran, danwataknya
-Mampumenentukankonflikdenganmenunjukkan data yang mendukung
-Mampumenentukantemadenganalasan
-Mampumenentukanamanatdengan data yang mendukung
-Mampumerangkumisi drama berdasarkan dialog yang disimak


·    Penilaian lisan

·    Unjuk Kerja

·    Tulislahtokoh, perandanwataknyapada drama tersebut!

·    Tulislahkonflikpada drama tersebut!

·    Tulislahtemapada drama tersebut!

·    Tentukan amanat pada drama yang kamu saksikan!

·    Tulislah kembali drama yang kamu saksikan.









Nilai = jumlah skor yang diperoleh
       Jumlah aspek penilaian
                                                                                                                                                                                                                                                           
Megetahui
Kepala Sekolah                                                                       Guru Mata Pelajaran





Alamat vidio

https://www.youtube.com/watch?v=sqmBXd_7Kpk


Copyright © 2009 MULTIMEDIA PEMBELAJARAN 2012 C All rights reserved. Theme by Laptop Geek. | Bloggerized by FalconHive.