0
ANIMASI SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN
Posted by Unknown
on
09.04
ANIMASI SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN
UNTUK MEMENUHI TUGAS MATA KULIAH
MEDIA PEMBELAJARAN
DOSEN PENGAMPUH : Dra. MINDAUDAH,
M.Pd

Kelompok 3
Yuyun
Oktafiah (126649)
M.
Idris Bahtiar (126732)
Julian
Yoga E. (126680)
M.
Irham S. (126776)
PRODI
PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
SEKOLAH
TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
PERSATUAN
GURU REPUBLIK INDONESIA
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena
berkat rahmat-Nya makalah ini dapat penulis selesaikan sesuai yang diharapkan.
Dalam makalah ini membahas tentang “Animasi Sebagai Media Pembelajaran”.
Makalah ini dibuat untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Media Pembelajaran
serta mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Dalam proses pendalaman
materi ini, tentunya penulis mendapatkan bimbingan, arahan, koreksi dan saran,
untuk itu rasa terima kasih yang sedalam-dalamnya kami sampaikan kepada :
1.
Dra.
Mindaudah, M.Pd, selaku dosen
mata kuliah “Media Pembelajaran”.
2.
Rekan-rekan
mahasiswa yang telah banyak memberikan masukan untuk makalah ini.
Materi yang penulis paparkan dalam makalah ini tentunya jauh dari
kesempurnaan. Oleh karena itu, kritik yang bersifat membangun sangat penulis
butuhkan untuk kesempurnaan makalah ini. Demikian makalah ini saya buat semoga
bermanfaat.
Jombang,
01 April 2015
Kelompok
3
DAFTAR ISI
Halaman
Judul ................................................................................................... i
Kata
Pengantar ................................................................................................... ii
Daftar
Isi ............................................................................................................ iii
BAB I : PENDAHULUAN.............................................................................. 1
A. Latar
Belakang............................................................................... 1
B. Rumusan
Masalah.......................................................................... 1
C. Tujuan............................................................................................1
BAB
II : PEMBAHASAN................................................................................ 2
1.
Pengertian Media Pembelajaran..................................................... 2
2.
Pengertian Media Animasi............................................................. 3
3.
Kelebihan dan Kekurangan Media Animasi.................................. 4
4.
Fungsi Media Animasi dalam mata
pelajaran................................. 5
5.
Prinsip-prinsip Media
Animasi....................................................... 5
6.
Langkah-langkah Membuat Media
Animasi.................................. 7
7.
Pengaplikasian Media Animasi dalam Pembelajaran..................... 7
BAB
III : PENUTUP........................................................................................ 8
A. Kesimpulan.................................................................................... 8
B. Saran.............................................................................................. 8
Daftar
Pustaka
BAB
I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Kemajuan
teknologi di era sekarang ini berdampak pada banyak hal. Salah satu dampak
kemajuan teknologi dapat kita rasakan pada dunia pendidikan. Banyak sekali
muncul berbagai macam media-media pembelajaran baru yang kita gunakan untuk
mengoptimalkan proses penyerapan materi dalam proses pembelajaran.
Semua proses pembelajaran yang ada tidak lepas dari
campur tangan media sebagai perantara dalam penyampaian informasi atau materi
pelajaran kepada siswa. Media pembelajaran ini pun sangat beragam kegunaannya.
Dalam penggunaanya kita perlu memilih dengan tepat media apa yang cocok dan
sesuai serta layak digunakan dalam proses belajar mengajar. Hal ini tidak lepas
dari berbagai macam faktor seperti psikologi anak, kesiapan belajar anak, dan
penguasaan anak terhadap media tersebut. Oleh karena itu guru/fasilitator perlu
mempelajari bagaimana menetapkan media pembelajaran agar dapat mengefektifkan
pencapaian tujuan pembelajaran dalam proses belajar mengajar. Dengan adanya
proses pembelajaran ini proses pembelajaran menjadi lebih menyenangkan dan
mudah di mengerti oleh anak didik. Semua media pembelajaran dapat di gunakan
dalam pembelajaran, sesuai dengan kebutuhan dan tujuan dari pembelajaran yang
dapat di gunakan seperti media animasi, gambar, film-film dan lain sebagainya.
Namun pada kesempatan kali ini kita akan membahas media animasi sebagai media
pembelajaran di Sekolah Dasar (SD).
Dan didalam
makalah ini kita akan mengulas beberapa hal mengenai pengertian, kelebihan dan
kekurangan, manfaat serta bagaimana penggunaan media animasi ini dalam proses
pembelajaran.
B.
Rumusan Masalah
1.
Bagaimanakah pengaplikasian media animasi
pada mata pelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar?
C.
Tujuan
1.
Untuk mengetahui pengaplikasian media animasi pada mata pelajaran Bahasa Indonesia
di Sekolah Dasar?
BAB
II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian Media Pembelajaran
Kata media
merupakan bentuk jamak dari “Medium” yang secara harfiah berarti perantara atau
pengantar. Media pembelajaran adalah segala sesuatu yang di gunakan untuk
membantu proses pembelajaran, baik berupa gambar, suara atau keduanya dapat
juga berupa benda konkret agar pesan lebih mudah di sampaikan sehingga tujuan
pembelajaran tercapai. Beberapa ahli memberikan definisi tentang media
pembelajaran yaitu :
Menurut (Sadiman, 2005:6 dalam http://www.blogspot/2013/03/pengertian-media-pembelajaran.html)
Media adalah segala sesuatu yang dapat di gunakan untuk menyalurkan pesan dari
pengirim ke penerima sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian,
dan minat serta perhatian siswa sedemikian rupa sehingga proses belajar
terjadi.
Menurut (Briggs, 1977 dalam http://www.ianblogspot/2012/03/pengertian-media-pembelajaran.html)
Media pembelajaran sebagai sarana fisik untuk menyampaikan isi atau materi
pembelajaran seperti : buku, film, video, dan sebagainya.
Dari definisi di atas dapat di
simpulkan bahwa media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat di gunakan
dalam menyampaikan pesan pembelajaran. (http://www.sekolahdasar.net
/2012/03/pengertian-media-pembelajaran.html.)
Jenis-jenis Media
pembelajaran :
a.
Media visual seperti grafik, gambar,
foto, poster, dan sejenisnya.
b.
Media audio seperti radio, rekaman, CD,
dan sejenisnya.
c.
Media objek fisik seperti benda nyata,
model benda sesungguhnya, dan sebagainya.
d.
Media gerak seperti video, film, dan
sejenisnya.
e.
Media lain berupa komputer dan
lain-lain.
Tujuan media
pembelajaran :
a.
Mempermudah proses belajar mengajar.
b.
Meningkatkan afisiensi belajar mengajar.
c.
Menjaga relevansi dengan tujuan belajar.
d.
Membantu konsentrasi mahasiswa maupun
murid.
B.
Media Animasi
Menurut (Hallas and Manvell 1973 dalam http.//www.blogspot/2013/01/pengertian-animasi.html).
Kata animasi berasal dari kata animation yang berasal dari kata dasar “to anime“
di dalam kamus Indonesia inggris berarti menghidupkan. Secara umum animasi
merupakan suatu kegiatan menghidupkan,menggerakkan benda mati. Suatu benda mati
diberi dorongan, kekuatan, semangat dan emosi untuk menjadi hidup atau hanya
berkesan hidup. Sebenarnya, sejak jaman dulu, manusia telah mencoba menganimasi
gerak gambar binatang mereka, seperti yang ditemukan oleh para ahli purbakala
di gua Lascaux Spanyol Utara, sudah berumur dua ratus ribu tahun lebih. Mereka
mencoba untuk menangkap gerak cepat lari binatang, seperti celeng, bison atau
kuda, digambarkannya dengan delapan kaki dalam posisi yang berbeda dan
bertumpuk
Perkembangan dunia animasi
komputer yang pesat dewasa ini memerlukan waktu puluhan tahun dalam proses
penciptaaannya. Animasi secara harfiah berarti membawa hidup atau
bergerak.Secara umum menganimasi suatu objek merupakan benda yang bergerak.dari
objek tersebut agar menjadi hidup,animasi mulai dikenal sejak populernya media
televisi yang mampu menyajikan gambar – gambar hasil bergerak hasil rekaman
kegiatan dari makhluk hidup,baik manusia , hewan,maupun tumbuhan.
Perkembangan animasi semenjak
munculnya perkembangan pertelevisian.Pada awalnya diciptakan animasi berbasis
dua dimensi (2D Animation). Realisasi nyata dari perkembangan animasi dua
dimensi yang cukup revolusioner berupa dibuatnya film-film kartun.
Pembuatan animasi film kartun
tersebut pada awalnya dikerjakan dengan membuat sketsa gambar yang digerakkan
satu demi satu, jadi kesimpulannya animasi merupakan suatu gambar objek yang
dapat bergerak. Pedesain animasi di computer yang lebih umum disebut dengan
animator, hanya perlu menganimasikan objek antarkeyframe tidak perlu lagi
membuat animasi frame demi frame seperti dalam pebuatan animasi gambar demi
gambar dalam pembuatan kartun film konvensional.sedangkan frame – frame antar
keyframe tersebut akan diterjemahkan sendiri oleh computer menjadi sebuah
gerakan seperti yang diinginkan animator.Perkembangan dunia animasi computer
sekarang sudah sangat pesat, apalagi sejak diciptakannya animasi berbasis tiga
dimensi ( 3D Animation) yang mempunyai ukuran panjang,lebar,dan tinggi (
Z-axis) maka objek dan pergerakkannya hampir mendekati kenyataan aslinya.Hanya
saja objek tersebut dibuat dunia maya (Virtual reality). Perkembangan ini juga
dilengkapi dengan berbagai perangkat lunak yang mendukung seperti misalnya
Macromedia flash,GIF animation dan corel Rave sebagai software – software
pendukung animasi dua dimensi sedangkan 3D MAX Studio,Alias Wave Front
AMA,Light Wave,dan cinema 4D, sebagai software –software inti popular pendukung
animasi 3 dimensi.
Media
animasi adalah gerakan teks yang di atur sedemekian rupa sehingga kelihatan menarik
dan kelihatan lebih hidup. Animasi adalah rangkaian gambar yang membentuk suatu
gerakan salah satu keunggulan animasi adalah kemampuannya untuk menjelaskan
suatu kejadian secara sistematis dalam tiap waktu perubahan. Hal ini sangat
membantu dalam menjelaskan prosedur dan urutan kejadian.
C.
Kelebihan dan Kekurangan Media Animasi
Menurut (Utami,
D. 2007. dalam http//.www.uny.ac.id/akademik/default.php
Di unduh pada 1 April 2015 pukul 18.00
Media animasi adalah media yang cukup menarik digunakan dalam pembelajaran
di Sekolah Dasar namun pasti ada kelebihan dan kekurangan yang di miliki oleh
media animasi tersebut sebagai sebuah karakteristik dari media animasi itu
sendiri. Dari sumber yang ada, ada beberapa kelebihan dan kekurangan yang di
miliki oleh media animasi yaitu :
a. Kelebihan Media Animasi
1.
Media animasi mampu menyampaikan sesuatu
konsep yang kompleks secara visual dan dinamik. Ini dapat membuat hubungan atau
kaitan mengena suatu konsep atau proses yang kompleks secara visual dan
dinamik. Ini dapat membuat hubungan atau kaitan mengenai suatu konsep atau
proses yang kompleks lebih mudah untuk di petakan ke dalam pikiran pelajar dan
seterusnya membantu dalam proses pemahaman.
2.
Animasi digital mampu menarik perhatian
pelajar dengan mudah. Animasi mampu menyampaikan suatu pesan dengan lebih baik
di banding penggunaan media yang lain. Pelajar juga memberikan ingatan yang
lebih lama kepada media yang bersifat dinamk di banding media yang bersifat
statik.
3.
Animasi digital juga mampu di gunakan
untuk membantu menyediakan pembelajaran secara maya. Ini utamanya untuk keadaan
dimana perkiraan sebenarnya sukar atau tidak dapat disediakan, membahayakan
atau mungkin melibatkan biaya yang tinggi.
4.
Animasi mampu menawarkan satu media
pembelajaran yang lebih menyenangkan. Animasi mampu menarik
perhatian,meningkatkan motivasi serta merangsang pemikiran pelajar yang lebih
berkesan. Semuanya akan membantu dalam proses mengurangkan beban kognitif
pelajar dalam menerima sesuatu materi pelajaran atau pesan yang ingin di
sampaikan oleh para pendidik.
5.
Persembahan secara visual dan dinamik
yang di sediakan oleh teknologi animasi mampu memudahkan dalam proses penerapan
konsep atau pun demonstrasi.
b. Kelemahan Media Animasi
a.
Membutuhkan peralatan yang khusus.
Materi dan bahan untuk animasi sulit untuk di rubah jika sewaktu-waktu dapat
kekeliruan atau informasi yang ada di dalamnya, sulit untuk di tambahkan untuk
menarik perhatian siswa jika di gunakan secara tepat, tetapi sebaliknya animasi
juga dapat mengalihkan perhatian dari subtansi materi yang di sampaikan ke
hiasan animatif yang justru tidak penting.
D.
Fungsi Media Animasi dalam Mata Pelajaran
Menurut http//.www.filan89.com/2010/10. Fungsi dan
prinsip Animasi.html Di unduh tanggal 1 April 2015 pukul 18.00. Media animasi
digunakan dalam media pembelajaran mempunyai beberapa manfaat yaitu:
1.
Untuk menarik perhaian siswa dapat
memperkuat motivasi. Animasi jenis ini biasanya berupa tulisan atau gambar yang
bergerak-gerak, animasi yang lucu, aneh yang sekiranya akan menarik perhatian
siswa.
2.
Sebagai sarana untuk pemahaman kepada
murid atas materi yang akan di berikan.
E.
Prinsip-prinsip Pemakaian Media Animasi
Untuk
memahami tujuh prinsip dasar animasi dapat dilihat dari sebuah gerak dan
memahaminya secara berurutan. Ke tujuh prinsip tersebut adalah:
1. Pose dan gerakan antara (Pose-To-Pose and
Inbetween)
Sebagai misal kita
mengambil adegan orang berjalan dengan menggunakan kamera. Bentangkan film yang
sudah jadi dan akan terlihat rangkaian gambar yang berkesinambungan yang
apabila diputar dengan kecepatan 24 frame per detik (film) atau 25 frame per
detik (PAL) akan menghasilkan gambar bergerak. Terkadang sulit untuk langsung
meng-copy semua gerakan pada tiap frame. Untuk mempermudah seorang animator
akan membagi sekuens gerakan dalam 2 bagian, yaitu pose dan gerakan. Pose
adalah gerakan paling ekstrim dari tiap gerakan yang ada dan inbetween adalah
gerakan antara suatu pose ke pose lainnya.
2. Pengaturan waktu (Timing)
Dengan mengatur durasi
gerakan, suatu karakter bisa terlihat berbeda dengan karakter yang lain.
Walaupun posenya sama, tetapi dengan durasi gerak yang berbeda, maka ekspresi
gerakan yang dihasilkan juga berbeda. Misalnya gerak lambat (jarak antar key
pose cukup jauh), bergerak biasa, atau gerak cepat (jarak antar key pose lebih
dekat).
3. Gerakan sekunder (Secondary Action)
Gerakan sekunder adalah
gerakan yang terjadi akibat gerakan yang lain dan merupakan satu kesatuan
sistem yang tidak terpisahkan dari gerakan utama. Misalnya pada saat melangkah,
tangan kita akan mengimbangi langkah kaki kita, pinggang kita akan ikut
berputar dan badan kita akan ikut condong bergerak ke kiri dan ke kanan. Gerakan
tersebut adalah akibat dari gerakan utama yaitu langkah kaki yang terjadi
akibat reaksi alamiah tubuh untuk tetap seimbang.
Untuk menciptakan gerakan sekunder menambah gerak alami, gerakan sekunder tidak boleh melebihi gerakan utama.
Untuk menciptakan gerakan sekunder menambah gerak alami, gerakan sekunder tidak boleh melebihi gerakan utama.
4. Akselerasi (Ease In and Out)
Setiap benda diam
cenderung tetap diam dan setiap benda bergerak akan tetap bergerak kecuali
mengalami percepatan atau akselerasi (hukum kelembaman Newton). Dari suatu pose
yang diam ke sebuah gerakan akan terjadi percepatan dan dari gerakan sebuah
pose akan terjadi perlambatan.
5. Antisipasi (Anticipation)
5. Antisipasi (Anticipation)
Pada dasarnya semua
gerakan akan terjadi dalam 3 bagian, bagian awal yang disebut antisipasi,
gerakan itu sendiri dan gerakan akhir yang disebut gerakan penutup (follow
through). Misalnya pada saat kita meloncat kita akan menekuk kedua kaki kita,
membungkukkan badan dan menarik kedua tangan ke bawah, barulah kita meloncat.
Gerakan pendahuluan inilah yang disebut antisipasi.
Pada film animasi 2D sering kita melihat tokoh kartun yang menghilang dari layar dengan meninggalkan segumpal asap tebal. Sebelum lari tokoh tersebut memasang pose persiapan, kaki ditarik menjauh arah lari dan tangan merentang bersiap-siap lari dan kemudian tokoh itupun melesat dan meninggalkan asap tebal.
Pada film animasi 2D sering kita melihat tokoh kartun yang menghilang dari layar dengan meninggalkan segumpal asap tebal. Sebelum lari tokoh tersebut memasang pose persiapan, kaki ditarik menjauh arah lari dan tangan merentang bersiap-siap lari dan kemudian tokoh itupun melesat dan meninggalkan asap tebal.
6. Gerakan lanjutan dan perbedaan waktu gerak (Follow
Through and Overlapping Action)
Setiap benda yang bergerak akan cenderung tetap bergerak, bahkan setelah mendapat gaya yang menghentikannya (hukum kelembaman Newton). Misalnya saat kita berlari dan tiba-tiba berhenti. Badan kita akan sedikit terlempar ke depan, sebelum akhirnya kembali ke titik seimbang. Perhatikan setiap gerakan yang kita lakukan, kita akan menemukan dan merasakan "gerakan berlebih" pada setiap akhir gerakan yang kita lakukan. Gerakan tersebut yang disebut sebagai gerak penutup (follow trough).
Setiap benda yang bergerak akan cenderung tetap bergerak, bahkan setelah mendapat gaya yang menghentikannya (hukum kelembaman Newton). Misalnya saat kita berlari dan tiba-tiba berhenti. Badan kita akan sedikit terlempar ke depan, sebelum akhirnya kembali ke titik seimbang. Perhatikan setiap gerakan yang kita lakukan, kita akan menemukan dan merasakan "gerakan berlebih" pada setiap akhir gerakan yang kita lakukan. Gerakan tersebut yang disebut sebagai gerak penutup (follow trough).
7. Penjiwaan Karakter
Kemampuan akting adalah
hal yang harus dimiliki oleh setiap karakter animator. Akting memungkinkan
animator menterjemahkan tingkah laku dan daya tarik karakter secara tepat, sehingga
penonton merasakan apa yang dimaui oleh seorang animator, bahkan walaupun tanpa
dialog sekalipun. Cara paling mudah menghayati suatu peran adalah dengan
membayangkan karakter kita sebagai seorang aktor. Bayangkan kita menjadi diri
mereka dan mulailah meniru tingkah laku dan ekspresi mereka. "Animator
yang baik adalah animator yang mampu menggerakkan seluruh anggota tubuhnya dan
menterjemahkannya ke dalam suatu karya animasi." Tanpa penjiwaan sebuah
karakter akan terlihat datar, kaku dan tidak manusiawi. Penjiwaan peran adalah
"roh" dari setiap karakter.
H.
Langkah-Langkah Membuat Media Animasi
1.
Siapkan Ide Cerita
Ide
merupakan langkah awal menulis cerita. Jika kamu menemukan ide yang perlu kamu
lakukan hanyalah memperhatikan lebih banyak dan meresapi semuanya lebih dalam.
Inspirasi sebenarnya tersebar dimana-mana.
2.
Buat cerita dalam Stori Board
Story
Board merupakan buku bergambar seperti komik, hal ini sangat penting karena
storyboard sendiri berfungsi sebagai acuan gerak untuk animator.
3.
Membuat Story Board kedalam animasi
Langkah
terakhir barulah kita membuat animasi berdasarkan StoryBoard. Sebelum membuat
animasi maka harus memilih salah satu sofware yang tepat misalnya dengan
menggunakan sofware anime studio. Anime studio memiliki banyak banyak fitur-fitur
canggih yang dapat mempermudah kita dalam pembuatan film animasi sehingga
kualitas yang di hasilkannya pun akan sangat baik dan tidak berbeda jauh dengan
kartun-kartun anime buatan jepang. Dan kita harus membuat dasar tutorial resmi
dari anime.smithmicro.com
4.
Langkah selanjutnya barulah kita
berkreasi untuk mendapatkan hasil yang memuaskan.
I.
Pengaplikasian Media Animasi dalam Proses Pembelajaran
Dalam
pengaplikasian media animasi pertama harus mengambil materi dan kelas apa yang
akan kita terapkan. Untuk itu perlu sebuah RPP (Rencana Pelaksaan Pembelajaran)
dimana RPP yang akan menuntun menggunakan media yang sudah di persiapkan dan
juga perlu di ingat bahwa sebelum menerapkan media harus memilih media yang
sesuai dengan psikologi siswa dan karakteristik siswa yang bersangkutan. Jadi
dalam pembelajaran ini kita menerapkan media animasi ini pada kelas tiga
Sekolah Dasar (SD) kemudian kita menyuruh siswa untuk menyiapkan sebuah kertas
dan pensil, kemudian kita menyuruh siswa untuk mendengarkan video dan melihat
video tersebut dengan mengamati karakter atau tokoh yang ada dalam video
tersebut. Kemudian siswa mengungkapkan apa yang di denngarkan. Media ini di
gunakan dengan tujuan agar siswa termotivasi dan lebih semangat lagi dalam
proses pembelajaran.
BAB
III
PENUTUP
A.
Simpulan
Media animasi sebagai
perantara dalam proses pembelajaran, Animasi adalah rangkaian gambar yang
membentuk suatu gerakan salah satu keunggulan animasi adalah kemampuannya untuk
menjelaskan suatu kejadian secara sistematis dalam tiap waktu perubahan. Hal
ini sangat membantu dalam menjelaskan prosedur dan urutan kejadian. Dalam hal
ini media ini di gunakan dalam pembelajaran untuk membantu siswa agar proses
pembelajaran berjalan dengan lancar dan baik, serta menarik bagi siswa serta
bisa membuat siswa termotivasi untuk lebih giat dalam proses pembelajaran.
B.
Saran
Dengan adanya
makalah ini di harapkan para pembaca dapat mengetahui tentang definisi,
kelemahan dan kekurangan, serta penggunaan media animasi dalam mata pelajaran
di sekolah dasar. Dan juga dapat di jadikan referensi atau pedoman dalam
memecahkan masalah-masalah yang berkaitan dengan media animasi.
DAFTAR
PUSTAKA
Sadiman, 2005:6 dalam http://www.blogspot/2013/03/pengertian-media-pembelajaran.html
Briggs,1977 dalam http://www.ianblogspot/2012/03/pengertian-media-pembelajaran.html
http://www.sekolahdasar.net
/2012/03/pengertian-media-pembelajaran.html.
Hallas and Manvell 1973
dalam http.//www.blogspot/2013/01/pengertian-animasi.html
Utami, D. 2007. dalam http//.www.uny.ac.id/akademik/default.php
http//.www.filan89.com/2010/10.
Fungsi dan prinsip Animasi.html
LAMPIRAN
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
SEKOLAH :
SD N Tanjung Gunung
MATA
PELAJARAN : Bahasa Indonesia
KELAS/SEMESTER : III/2
ALOKASI
WAKTU : 2 x 35 menit
A.
STANDAR KOMPETENSI :
Mendengarkan : Memahami cerita dan teks drama anak yang
dilisankan
B.
KOMPETENSI DASAR :
Memberikan tanggapan sederhana tentang cerita pengalaman teman yang
didengarnya
C.
INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI :
No
|
Indikator
Pencapaian Kompetensi
|
1
|
Menjelaskan rangkaian sebab akibat yang dialami
tokoh-tokohnya
|
2
|
Memberikan tanggapan terhadap watak tokoh-tokoh dalam
cerita
|
D.
TUJUAN PEMBELAJARAN :
Siswa dapat:
·
Menanggapi watak tokoh dalam cerita yang
didengar.
E.
MATERI POKOK
Bercerita
adalah mengungkapkan sesuatu informasi kepada orang lain, dan ada pihak ke dua
yang yang menanggapi ceita tersebut. Ada yang bersifat sedih, gembira, dan
menyenangkan. Adapun dalam bercerita ada Cerita pengalaman adalah suatu
kejadian yang di alami oleh seseorang, baik itu pengalaman palin berkesan,menarik
atau pengalaman paling pahit baginya. Tergantung orang yang mengalami suatu
peristiwa tersebut.
Cerita pengalaman tidak hanya di alami oleh dirinya sendiri tetapi bisa
juga dari pengalaman orang lain kemudian di ceritakan kepada seseorang tersebut
atau di jadikan suatu hal pengalaman bagi dirinya sendiri. Namun dalam
pengalaman tersebut terdapat suatu tokoh tersebut, dan mempunyai beberapa watak
masing-masing yang berbeda.
METODE PEMBELAJARAN :
§ ceramah
§ penugasan
§ Tanya Jawab
F.
LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN PEMBELAJARAN :
No.
|
Kegiatan Belajar
|
Metode
|
1.
|
Kegiatan
Awal :
F Mengucapkan salam, mengabsen.
F Menyiapkan peserta didik secara psikis dan
fisik untuk mengikuti proses pembelajaran.
F Menjelaskan tujuan pembelajaran.
F Menyampaikan materi yang akan di pelajari.
|
Tanya Jawab
|
2.
|
Kegiatan
Inti :
& Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi :
F Guru bertanya
kepada siswa tentang bercerita,misalnya : cerita apa yang kalian sukai?
Apakah kalian tahu tentang animasi?
& Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi,
F Siswa mendengarkan
pembacaan cerita dari video animasi yang di tampilkan
F Selama siswa
sedang mendengarkan dalam proses pembelajaran guru mengadakan penilaian
proses.
& Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, Siswa:
F Siswa
menanggapi pernyataan secara lisan.
F Siswa bersama
guru membahas hasil dari apa yang di dengarkan
F Hasil karya
siswa di berikan penguatan baik secara lisan maupun tulisan.
F Siswa
melakukan pengecekan terhadap hasil kerjanya berdasarkan acuan yang di
berikan oleh guru.
F Siswa di
berikan bimbingan apabila mengalami kesulitan menjawab.
F Guru
mempertegas materi yang sudah diberikan.
|
Penugasan dan Tanya Jawab
|
3.
|
Kegiatan
Akhir :
F Siswa
menyimpulkan isi cerita
F Guru
memberikan tugas rumah kepada siswa.
|
Refleksi penugasan
|
G.
ALOKASI WAKTU :
2
x 35 menit
H.
SUMBER BELAJAR/ALAT/BAHAN :
Lks Bahasa Indonesia kelas 3b hal: 2-3
Media : Video Animasi Kartun berjudul “Tomi Suka Berbohong”
I.
PENILAIAN :
Jenis Tagihan:
§ Tes tulis
§ pengamatan
§ Bentuk Instrumen:
§ Lembar pengamatan
a. Penilaian
Proses
Selama proses KBM siswa yang kurang
respon atau pasif, perlu mendapat perhatian (guru sebagai konseling) supaya
siswa tersebut dapat mengubah sikapnya. Bila sudah disosialisasikan, baru guru
memberikan penilai sikap siswa dengan format berikut :
Nama Siswa
|
Aspek Penilaian
|
Selalu
(Skor)
90-100
|
Jarang
(Skor)
70-80
|
Tidak
(Skor)
50-60
|
Keterangan
|
1. Keaktifan dalam tiap individu
2. keaktifan dalam berkelompok
|
|||||
Nilai =
|
Jumlah
skor yang diperoleh siswa
Jumlah aspek penilaian
|
||||
Mengetahui : Jombang,
10 Januari 2015
Kepala
SD N Tanjung Gunung Guru
MP.
Drs.
Ali mahrus, M.Pd
..........................................
NIP./NIK 196207141987031005
NIP./NIK ........................
CUPLIKAN
FOTO MEDIA ANIMASI



Alamat vidio :
Posting Komentar