0

TELEVISI SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN DI SMP

Posted by Unknown on 19.08


MAKALAH
TELEVISI SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN DI SMP
Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Pembelajaran Multimedia
Dosen Pengampu :
Dra. MINDAUDAH, M.Pd.


Nama kelompok 5
1.          (106467)  ADHAM LUTFIANTO
2.          (126750)  SITI MARATUL LATIFAH
3.          (126777)  ELMI KHOLISATUN MUFARROHAH

PRODI BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA
JOMBANG
2015



KATA PENGANTAR



Assalamu`alaikum Wr. Wb.
            Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya, serta sholawat dan salam selalu tercurah limpahkan kepada junjungan kita Nabi besar Muhammad SAW, sehingga kami dapat menyelesaikan tugas penulisan makalah ini dengan judul “Televisi Sebagai Media Pembelajaran di SMP”.
            Kami menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini banyak terdapat kekurangan serta jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu saran dan kritik sangat kami harapkan, sehingga kedepannya kami dapat membuat makalah yang lebih baik. Dan dengan adanya makalah ini memberi manfaat pada kita semua.Amin ya robbal `alamin.
Wassalamu`alaikum Wr. Wb




Jombang, 22 April 2015


Kelompok 5





DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL...................................................................................... i
KATA PENGANTAR................................................................................... ii
DAFTAR ISI.................................................................................................. iii
BAB I PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang..................................................................................... 1
B.     Rumusan Masalah................................................................................. 2
C.     Tujuan................................................................................................... 2
BAB II PEMBAHASAN
A.    Sejarah Televisi..................................................................................... 3
B.     PengertianTelevisi Dan Televisi Edukasi.............................................. 3
C.     Tujuan Dan Fungsi Televisi.................................................................. 5
D.    ManfaatTelevisi.................................................................................... 6
E.     Kelebihan Dan KekuranganTelevisi..................................................... 7
F.      Pembelajaran Menggunakan Media Televisi Di SMP.......................... 9
BAB III PENUTUP
A.    Kesimpulan........................................................................................... 14
B.     Saran..................................................................................................... 15
DAFTAR RUJUKAN
LAMPIRAN
RPP


BAB I
PENDAHULUAN

A.  Latar Belakang
Belajar adalah suatu proses yang kompleks terjadi pada diri setiap orang sepanjang hidupnya. Proses belajar itu sendiri terjadi karena adanya interaksi antara seseorang dengan lingkungannya. Oleh karena itu, belajar dapat terjadi kapan saja dan dimana saja. Salah satu pertanda bahwa seseorang itu telah belajar adalah adanya perubahan tingkah laku pada diri orang tersebut yang mungkin disebabkan oleh terjadinya perubahan pada tingkat pengetahuan, keterampilan, atau sikapnya.
Apabila proses belajar itu diselenggarakan secara formal disekolah, tidak dimaksudkan untuk mengarahkan perubahan pada diri siswa secara terencana, baik dalam aspek pengetahuan,keterampilan, maupun sikap. Interaksi yang terjadi selama proses belajar tersebut dipengaruhi oleh lingkungannya, yang antara lain terdiri dari murid, guru, petugas perpustakaan, kepala sekolah, dan lain-lain. Oleh karena itu, semangat dan isi kurikulum serta pembelajarannya harus memberikan pengalaman belajar  peserta  didik untuk mengikuti dan memanfaat kan perkembangan ilmu pengetahuan,dan teknologi. Salah satu media yang bisa digunakan untuk pembelajaran di Sekolah Menengah Pertama adalah Televisi.
Media pembelajaran televisi adalah upaya pembelajaran menggunakan televisi sebagai media. Media televisi dapat menampilkan pesan secara audiovisual dan gerak (film). Perkembangan dunia informasi telah menghasilkan beberapa inovasi yang menakjubkan. Televisi adalah salah satunya yang telah menuai sukses besar dalam hal ini.  Televisi dapat dijadikan sarana pembelajaran yang efektif dan efisien. Keuntungan ini tersedia melalui berbagai tayangan yang disajikannya. Kita hanya tinggal memilah dan memilih tayangan atau saluran-saluran televisi mana yang cukup memadai sebagai sarana pembelajaran kita. Di sini televisi diletakkan pada kerangka positif, sebagai media pertukaran informasi, pemikiran, dan karya, sebagai media bahan kajian ilmiah, dokumentasi, dan lain sebagainya Para guru dapat menggunakan televisi sebagai media pembelajaran yang menarik. dengan setting chanel-chanel pendidikan para guru dapat mengubah kelas yang pasif menjadi kelas yang aktif dan menarik bagi siswa. Penggunaan media pembelajaran ini secara tepat dan bervariasi dapat mengatasi sifat pasif anak didik. Dalam hal ini media pembelajaran berguna untuk : menimbulkan kegairahan belajar, memungkinkan interaksi yang lebih langsung antara anak didik dengan lingkungan dan kenyataan, serta memungkinkan anak didik belajar sendiri menurut kemampuan dan minatnya.

B.  Rumusan Masalah
Adapun masalah-masalah yang akan dibahas dalam makalah ini diantaranya adalah sebagai berikut :
1.      Sejarah Televisi
2.      Apa yang dimaksud dengan televisi dan Televisi Edukasi ?
3.      Sebutkan tujuan dan fungsi dari televisi !
4.      Sebutkan manfaat dari televisi !
5.      Kelebihan dan kekurangan media televisi
6.      Bagaimana televisi bisa menjadi media pembelajaran di SMP ?

C.  Tujuan
Adapun tujuan dari penulisan makalah ini yakni :
1.      Untuk mengetahui sejarah dari televisi
2.      Untuk mengetahui pengertian dari televisi dan Televisi Edukasi
3.      Untuk mengetahui tujuan dan fungsi dari televisi
4.      Untuk mengetahui manfaat dari televisi
5.      Untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan dari televisi
6.      Untuk mengetahui bagaimana televisi bisa menjadi media pembelajaran di SMP

BAB II
PEMBAHASAN
A.  Sejarah Televisi
Pada tahun 1873 seorang operator telegram menemukan bahwa cahaya mempengaruhi resistansi elektris selenium. Ia menyadari itu bisa digunakan untuk mengubah cahaya kedalam arus listrik dengan menggunakan foto selsilenium (selenium photocell). Kemudian piringan metal kecil berputar dengan lubang-lubang didalamnya ditemukan oleh seorang mahasiswa yang bernama Paul Nipkow di Berlin, Jerman. Tahun 1884 disebut sebagai cikal bakal lahirnya televisi. Sekitar tahun 1920 John Logie Baird dan Charles Francis Jenkins menggunakan piringan karya Paul Nipkow untuk menciptakan suatu system dalam penangkapan gambar, transmisi, serta penerimaannya. Mereka membuat seluruh system televisi ini berdasarkan system gerakan mekanik, baik dalam penyiaran maupun penerimaannya. Pada waktu itu belum ditemukan komponen listrik tabung hampa (Cathode Ray Tube).
Sampai akhirnya Vladimir Kosmo Zworykin dan Philo T. Farnsworth berhasil dengan TV elektroniknya.
B.  PengertianTelevisi danTelevisi Edukasi
Kata “televisi” merupakan gabungan dari kata tele (τῆλε, “jauh”) dari bahasa Yunani dan visio (“penglihatan”) dari bahasa Latin. Sehingga televisi dapat diartikan sebagai telekomunikasi yang dapat dilihat dari jarak jauh. Penemuan televisi disejajarkan dengan penemuan roda, karena penemuan ini mampu mengubah peradaban dunia. Di Indonesia ‘televisi’ secara tidak formal disebut dengan TV, tivi, teve atau tipi.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, Televisi artinya adalah
Sistem
penyiaran gambar yang disertai dengan bunyi (suara) melalui kabel atau melalui angkasa dengan menggunakan alat yang mengubah cahaya (gambar) dan bunyi (suara) menjadi gelombang listrik dan mengubahnya kembali menjadi berkas cahaya yang dapat dilihat dan bunyi yang dapat didengar .
Televisi merupakan sistem elektronik yang mengirimkan gambar diam dan gambar hidup bersama suara melalui kabel atau ruang. Sistem ini menggunakan peralatan yang mengubah cahaya dan suara ke dalam gelombang elektronik  dan mengkonversinya kembalike dalam cahaya yang dapat dilihat dan suaranya dapat didengar.
Televisi   memiliki dua jenis pengiriman,  penyiaran gambar dan suara, yaitu penyiaran langsung kejadian atau peristiwa yang kita saksikan sementara ia terjadi dan penyiaran program yang telah direkam di atas pita film atau pita video.
TVE (Televisi Edukasi) adalah sebuah stasiun televisi di Indonesia. Stasiun televisi ini khusus ditujukan untuk menyebarkan informasi di bidang pendidikan dan berfungsi sebagai media pembelajaran masyarakat.
Televisi pendidikan atau yang lebih di kenal dengan sebutan Televisi Edukasi (TVE).
TVE merupakan siaran televisi yang memfokuskan diri pada siaran pendidikan. Di mana di dalamnya terdapat program – program yang memberikan pengajaran kepada peserta didik. Dengan adanya TVE maka di harapkan proses pemerataan pendidikan di Indonesia dapat berjalan lebih cepat dari sebelumnya. TVE memiliki visi menjadi siaran televisi pendidikan yang santun dan mencerdaskan. Dengan misi menyiarkan program yang mencerdaskan masyarakat, menjadi tauladan masyarakat, menyebarluaskan informasi dan kebijakan - kebijakan Depdiknas, dan mendorong masyarakat gemar belajar. Dan bertujuan untuk memberikan layanan siaran pendidikan berkualitas untuk menunjang tujuan pendidikan nasional. Sasaran TVE adalah Peserta didik dari semua jalur, jenjang, dan jenis pendidikan, praktisi pendidikan, dan masyarakat
Pada tahun 2004, Menteri Pendidikan Abdul Malik Fadjar meresmikan adanya TV-E (Televisi Edukasi), sebuah stasiun televisi di Indonesia yang khusus ditujukan untuk menyebarkan informasi di bidang pendidikan dan berfungsi sebagai media pembelajaran masyarakat. Televisi inipun disebut sebagai Media Pendidikan Jarak Jauh. Dalam sambutannya beliau mengatakan: “sebagai bangsa yang ingin maju, maka kemajuan teknologi perlu dimanfaatkan. Hanya saja itu dilakukan dengan kadar kearifan dan etika yang tinggi, khususnya dilihat dari segi pendidikan”. Pernyataan beliau sangat jelas untuk mengajak seluruh civitas pendiddikan menggunakan teknologi sebagai bumbu tambahan dalam proses pengajaran. Disamping agar tidak ketinggalan zaman, pesan ini juga mengandung bahwa teknologi sangatlah penting dalam dunia pendidikan.Televisi edukasi ini dirancang untuk mendidik dan mencerdaskan masyarakat dengan kemasan acara yang mengasyikkan dan menyenangkan. Karena daya jangkaun televisi bisa sangat luas, keberhasilan memanfaatkan media pembelajaran itu akan mempercepat pembangunan masyarakat yang cerdas.
Program TV-E ini disiarkan melalui satelit dan dapat diakses dengan menggunakan parabola. Siaran dilaksanakan selama empat jam dari pukul 07.00 hingga 11.00 di frekuensi 3782-3790 MHz. Sedangkan komposisi programnya meliputi materi pelajaran pendidikan formal 30%, pendidikan nonformal 30%, pendidikan informal 20%, serta informasi kebijakan dan program berupa berita atau feature 20%. Adanya siaran ini sangatlah membantu guru dan masyarakat untuk melakukan pembelajaran secara individu dan kelompok yang nantinya tidak ada pembatasan ruang gerak proses pendidikan itu sendiri.
Gagasan untuk menggunakan siaran radio dan televisi untuk pendidikan, sebenarnya bukan merupakan hal yang baru. Namun pernyataan Menteri Penerangan dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan baru-baru ini, tentang akan diselenggarakannya siaran televisi pendidikan untuk SMP dan SMA, cukup mengejutkan, karena sedikitnya informasi yang kita ketahui mengenai keseluruhan rencana itu.

C.  Tujuan Dan Fungsi Televisi
1.      Tujuan
Mengenai tujuan secara umum adanya televisi atau penyiaran di Indonesia, adalah sebagai berikut:
a.    Menumbuhkan dan mengembangkan mental masyarakat Indonesia yang beriman dan Bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
b.    Memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa dan,
c.    Mengembangkan masyarakat yang adil dan makmur.
2.      Fungsi
Pada dasarnya televisi sebagai alatatau media massa elektronik yang dipergunakan oleh pemilik atau pemanfaat untuk memperoleh sejumlah informasi, hiburan, pendidikan dan sebagainya. Fungsi televise secara umum menurut undang-undang penyiaran, dapat kita deskripsikan bahwa fungsi televisi sangat baik karena memiliki fungsi sebagai berikut:

a.    Media informasi dan penerangan
b.    Media pendidikan dan hiburan
c.    Media untuk memperkuat ideologi, politik, ekonomi, social budaya
d.   Media pertahanan dan keamanan
D.  Manfaat Televisi
Televisi memang tidak dapat difungsikan mempunyai manfaat dan unsur positif yang berguna bagi pemirsanya, baik manfaat yang bersifat kognitif, afektif maupun psikomotor. Namun tergantung pada acara yang ditayangkan televisi.
Manfaat yang bersifat kognitif adalah yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan atau informasi dan keterampilan. Acara-acara yang bersifat kognitif di antaranya berita, dialog, wawancara dan sebagainya. Manfaat yang kedua adalah manfaat afektif, yakni yang berkaitan dengan sikap danemosi. Acara-acara yang biasanya memunculkan manfaat afektif ini adalah acara-acara yang mendorong pada pemirsa agar memiliki kepekaan sosial, kepedulian sesame manusia dan sebagainya. Adapun manfaat yang ketiga adalah manfaat yang bersifat psikomotor, yaitu berkaitan dengan tindakan dan perilaku yang positif. Acara ini dapat kita lihat dari film, sinetron, drama dan acara-acara yang lainnya dengan syarat semuanya itu tidak bertentangan dengan norma-norma yang ada di Indonesia ataupun merusak akhlak pada anak.
Televisi menarik minat baik terhadap orang dewasa khususnya pada anak-anak yang senang melihat televisi karena tayangan atau acara-acaranya yang menarik dan cara penyajiannya yang menyenangkan.

E.  Kelebihan Dan Kekurangan Media Pembelajaran Televisi
Proses belajar adalah proses insight yang didefinisikan sebagai pengamatan atau pemahaman mendadak terhadap hubungan-hubungan antara bagian-bagian di dalam suatu situasi permasalahan. Pada anak proses ini sangat berperan penting apalagi dalam tontonan yang berbau mistis serta sadis mengingat masa anak adalah masa imitasi. Proses insight pada anak tergantung pada kemampuan dasar yang berbeda-beda antara anak yang satu dengan yang lainnya.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa siswa yang belajar melalui program televisi untuk berbagai mata pelajaran dapat menguasai mata pelajaran tersebut sama seperti mereka yang mempelajarinya melalui tatap muka dengan guru kelas. Meskipun televise memiliki berbagai kelebihan dalam menyampaikan pesan dan materi pelajaran, televise juga mempunyai kelemahan seperti berikut ini :
1.      Kelebihan
a.       Televisi dapat memancarkan berbagai jenis bahan audio-visual termasuk gambar diam, film, objek, spesimen, drama.
b.      Televisi bias menyajikan model dan contoh-contoh yang baik bagi siswa.
c.       Televisi dapat membawa dunia nyata kerumah dan ke kelas-kelas, seperti orang, tempat-tempat, dan peristiwa-peristiwa, melalui penyiaran langsung atau rekaman.
d.      Televisi dapat memberikan kepada siswa peluang untuk melihat dan mendengar diri sendiri.
e.       Televisi dapat menyajikan program-program yang dapat dipahami oleh siswa dengan usia dan tingkatan pendidikan yang berbeda-beda.
f.       Televisi dapat menyajikan visual dan suara yang amat sulit diperoleh pada dunia nyata; misalnya ekspresi wajah, dan lain-lain.
g.      Televisi dapat menghemat waktu guru dan siswa, misalnya dengan merekam siaran pelajaran yang disajikan dapat diputar ulang jika diperlukan tanpa harus melakukan proses itu kembali. Disamping itu, televisi merupakan cara yang ekonomi suntuk menjangkau sejumlah besar siswa pada lokasi yang berbeda-beda untuk penyajian yang bersamaan.
h.      Televisi dapat menerima, menggunakan dan mengubah atau membatasi semua bentuk media yang lain, menyesuaikannya dengan tujuan-tujuan yang akan dicapai.
i.        Televisi merupakan medium yang menarik, modern dan selalu siap diterima oleh anak-anak karena mereka mengenalnya sebagai bagian dari kehidupan luar sekolah mereka.
j.        Televisi sifatnya langsung dan nyata. Dengan televise siswa tahu kejadian-kejadian mutakhir, mereka bias mengadakan kontak dengan orang-orang besar/terkenal dalam bidangnya, melihat dan mendengarkan mereka berbicara.
k.      Hampir setiap mata pelajaran bisa di televisikan
l.        Televisi dapat meningkatkan pengetahuan dan kemampuan guru dalam hal mengajar.
m.    Harga pesawat TV relative murah.
n.      Waktu pelajaran yang hilang tidak ada, karena siaran diterima ditempat pada saat istirahat.
2.      Kelemahan
a.       Televisi hanya mampu menyajikan komunikasi satu arah.
b.      Televisi pada saat disiarkan akan berjalan terus dan tidak ada kesempatan untuk memahami pesan-pesannya sesuai dengan kemampuan individual siswa.
c.       Guru tidak memiliki kesempatan untuk merevisi film sebelum disiarkan.
d.      Layar pesawat televise tidak mampu menjangkau kelas besar sehingga sulit bagi semua siswa untuk melihat secara rinci gambar yang disiarkan.
e.       Kekhawatiran muncul bahwa siswa tidak memiliki hubungan pribadi dengan guru, dan siswa bisa jadi bersikap pasif selama penayangan.
f.       Jika akan dimanfaatkan di kelas jadwal siaran dan jadwal pelajaran di sekolah sering kali sulit disesuaikan.
g.      Program di luar kontrol guru, dan
h.      Besarnya gambar dilayar relative kecil disbanding dengan film, sehingga jumlah siswa yang dapat memanfaatkan terbatas.

F.   Pembelajaran Menggunakan Media Televisi di SMP
Sebagai media, televisi memiliki empat fungsi, yakni fungsi komersial, alat hiburan, penyampai informasi, dan edukasi. Sayangnya, fungsi yang terakhir, yakni edukasi, kerap terabaikan. Sebagai penyeimbang membeludaknya acara hiburan, kini televisi edukasi menjadi penting. Mengacu pada pandangan bahwa anak-anak lebih mudah meniru serta melakukan segala hal yang mereka lihat ketimbang segala hal yang mereka dengar, maka efek positif televisi bagi perkembangan intelektual anak bisa dioptimalkan.
Televisi bukan merupakan benda aneh bagi anak-anak dan guru. Karena hampir setiap orang pernah menonton TV dan punya TV. Pembelajaran menggunakan media TV tidaklah sulit, minimalnya jika sekolah tidak punya TV bisa memanfaatkan tayangan TV biasa yang menyajikan program edukasi. Dan jika sekolah punya TV bisa menggunakan Televisi Edukasi sebagai media pembelajaran.
Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) melalui Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan (Pustekkom) telah mencanangkan dimulainya siaran Televisi Edukasi (TVE) pada tahun 2003. Harapannya tentu saja televisi edukasi bisa menambah wawasan dan kepintaran.
Di samping itu, dengan kemampuan jangkauan dan kemudahan untuk mengaksesnya, memungkinkan TVE menjadi penunjang terhadap upaya meningkatkan mutu dan memperluas akses kesempatan belajar untuk seluruh orang.
Sebagai media pendidikan televisi mempunyai berbagai kelebihan, yang bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Proses pembelajaran di sekolah akan sangat terbantu dengan digunakannya media televisi, dan ini jelas akan sangat menguntungkan tidak hanya bagi siswa saja tetapi juga akan sangat menguntungkan bagi para guru. Dengan demikian maka diharapkan penggunaan media televisi untuk pendidikan selain akan mampu memperluas kesempatan mendapatkan pendidikan, juga akan mampu menunjang upaya peningkatan kualitas pendidikan.Tidak hanya bermanfaat bagi para peserta didik, TVE juga diharapkan akan mampu pula membantu upaya untuk mengatasi kekurangan guru yang bermutu dan kekurangan bahan belajar, terutama pada daerah-daerah yang terpencil. Dengan demikian Televisi Edukasi diharapkan akan menjadi pendukung keterlaksanaan kurikulum berbasis kompetensi, yang membutuhkan ketersediaan berbagai sumber belajar secara berkelanjutan.  
Anak-anak sedang dalam proses sosialisasi nilai-nilai dan pembelajaran untuk menjadi manusia dewasa. Karena usianya, anak-anak sangat dipengaruhi lingkungannya, termasuk apa yang mereka tonton di televisi. Para penyelenggara siaran televisi perlu menyadari apakah yang mereka sajikan memiliki dampak besar pada pembentukan watak dan nilai-nilai anak-anak.
Salah satu faktor yang menyebabkan rendahnya kualitas pembelajaran adalah belum dimanfaatkannya berbagai sumber belajar secara maksimal, baik oleh guru maupun peserta didik, misalnya tayangan TVE (Televisi Edukasi ). Tetapi jarang yang memanfaatkan televisi tersebut untuk menonton TVE, dengan alasan tidak ada petunjuk, tidak ada pemberitahuan, dan sejenisnya. Pada kenyataannya, guru jarang sekali menyelenggarakan kegiatan pembelajaran dengan memanfaatkan televisi sumber belajar walaupun mereka memahami bahwa walaupun strategi pembelajaran yang demikian ini sangat menunjang atau membantu tingkat penguasaan peserta didik terhadap materi pelajaran. Mengapa terjadi keadaan yang demikian ini? Apabila guru ditanya mengenai hal ini, maka kemungkinan akan banyak alasan pembenaran yang diajukan.
Pembelajaran dengan mempergunakan TVE penting dilakukan, karena dengan mempergunakan tayangan TVE dalam pembelajaran, maka guru dapat terbantu untuk menyampaikan hal-hal yang tidak bisa dibawa guru di kelas karena obyek pembelajaran terlalu kecil (misal: sel, atom, unsur, jaringan, dll), obyek pembelajaran terlalu besar (misal: gunung, samudra, pesawat udara, dll), kendala geografis (misal: hutan, jurang, pulau terpencil, dll), berbahaya (misal: bencana alam, ledakan nuklir, dll), informasi dan pengetahuan baru yang sebelumnya tidak pernah didapat guru semasa sekolah ataupun kuliah (misal:semangka berbentuk kubus atau balok).
Melalui tayangan siaran televisi seperti tersebut di atas, siswa pada umumnya memperoleh manfaat yaitu semakin luasnya khasanah pengetahuan atau wawasan; sedangkan peserta didik pada khususnya memperoleh tambahan pengetahuan di luar yang diperoleh dari gurunya. Mengingat besarnya potensi siaran televisi yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan pembelajaran, maka setidaknya para guru dapat menjadikannya sebagai salah satu sumber belajar dan memanfaatkannya dalam kegiatan belajar-mengajar (KBM).
Ada 3 pola atau cara pemanfaatan program siaran TVE yang sejauh ini telah dimanfaatkan, yaitu sebagai berikut:
a.      Pemanfaatan Program Siaran TVE sesuai dengan Jadwal Siaran TVE (Pemanfaatan Siaran TVE secara langsung).
Dimana agar pembelajaran selaras dengan jam tayang TVE, maka guru mendownload jadwal tersebut dari situs TVE di internet, atau melalui situs pencari (misal: Google). Selain itu, guru dapat merelay siaran dari TVRI, karena TVE telah melakukan kerjasama dengan stasiun TVRI, program TVE yang ditayangkan adalah diprioritaskan pada mata pelajaran matematika, bahasa Indonesia, dan bahasa Inggris .
b.      Pemanfaatan Siaran TVE sebagai Penugasan.
  Berdasarkan jadwal tayangan siaran TVE yang ada, guru menugaskan para peserta didiknya untuk mengikuti tayangan siaran TVE tentang mata pelajaran tertentu pada waktu tertentu. Peserta didik dapat melaksanakan tugas ini di sekolah atau di rumah, baik secara perseorangan maupun dalam bentuk kelompok kecil. Untuk membantu pelaksanaan tugas ini, guru hendaknya memberikan format laporan hasil penugasan disertai penjelasan seperlunya. Guru juga menginformasikan batas waktu penyerahan hasil pelaksanaan tugas dan cara-cara penyajiannya di kelas. Pada hari dan waktu yang telah ditetapkan, guru meminta para peserta didiknya untuk manyajikan hasil tugas yang telah dikerjakan di hadapan teman sekelasnya. Peserta didik yang belum mendapat kesempatan untuk menyajikan hasil tugasnya, berperan untuk mengkaji dan memberikan pendapat, tanggapan atau komentar. Melalui aktivitas pembelajaran yang demikian ini, peserta didik dilatih menyusun bahan presentasi, memberikan pendapat, tanggapan atau komentar, dan sekaligus juga berlatih berdiskusi, dan membuat rangkuman/kesimpulan. Pada akhir kegiatan, guru dapat memberikan arahan atau hal-hal yang dinilai penting untuk pengembangan kemampuan peserta didik.
c.       Pemanfaatan Program Siaran TVE sebagai Pengisi Jam Pelajaran Kosong.
 Apabila guru berhalangan hadir karena sesuatu hal, maka guru pengganti dapat mengisi jam pelajaran kosong yang ada dengan menayangkan siaran TVE. Intinya adalah bahwa peserta didik tetap dapat belajar sekalipun guru mata pelajaran tertentu berhalangan hadir misalnya. Kegiatan pembelajaran tetap dapat berjalan sebagaimana biasanya. Guru pengganti tinggal menyelenggarakan kegiatan pembelajaran mengikuti RPP yang telah disiapkan sebelumnya. Apabila ada hal-hal yang berkembang selama kegiatan pembelajaran berlangsung, guru pengganti    dapat mencatatnya dan menyampaikannya kepada guru mata pelajaran yang bersangkutan untuk dilakukan tindak lanjut.
  Mengacu pada pandangan bahwa anak-anak lebih mudah meniru serta melakukan segala hal yang mereka lihat ketimbang segala hal yang mereka dengar, maka efek positif televisi bagi perkembangan intelektual anak bisa dioptimalkan.
  Pembelajaran dengan mempergunakan TVE penting dilakukan, karena dengan mempergunakan tayangan TVE dalam pembelajaran, maka guru dapat terbantu untuk menyampaikan hal-hal yang tidak bisa dibawa guru di kelas karena obyek pembelajaran terlalu kecil, obyek pembelajaran terlalu besar , kendala geografis, berbahaya, informasi dan pengetahuan baru yang sebelumnya tidak pernah didapat guru semasa sekolah ataupun kuliah.



BAB III
PENUTUP

A.  Kesimpulan
Pada tahun 1884 disebut sebagai cikal bakal lahirnya televisi. Sekitar tahun 1920 John Logie Baird dan Charles Francis Jenkins menggunakan piringan karya Paul Nipkow untuk menciptakan suatu system dalam penangkapan gambar, transmisi, serta penerimaannya. Mereka membuat seluruh system televisi ini berdasarkan system gerakan mekanik, baik dalam penyiaran maupun penerimaannya. Pada waktu itu belum ditemukan komponen listrik tabung hampa (Cathode Ray Tube).
Televisi merupakan sistem elektronik yang mengirimkan gambar diam dan gambar hidup bersama suara melalui kabel atau ruang. Sistem ini menggunakan peralatan yang mengubah cahaya dan suara ke dalam gelombang elektronik  dan mengkonversinya kembalike dalam cahaya yang dapat dilihat dan suaranya dapat didengar.
Tujuan umum adanya televisi yaitu Menumbuhkan dan mengembangkan mental masyarakat Indonesia yang beriman dan bertaqwa kepada tuhan yang maha Esa dan berfungsi sebagai media informasi, media pendidikan dan hiburan serta memperkuat ideologi, politik, ekonomi, dan sosial budaya. Manfaat dari media televisi yakni manfaat afektif, yaitu yang berkaitan dengan sikap dan emosi. Acara yang biasanya memunculkan manfaat afektif ini adalah acara yang mendorong pada pemirsa agar memiliki kepekaan sosial, kepedulian sesama manusia.
Kelebihan dari media televisi ini yakni (1) dapat memancarkan berbagai jenis bahan audio-visual termasuk gambar diam, film, drama, (2) dapat menyajikan model dan contoh yang baik bagi siswa, (3) dapat menyajikan program yang dapat dipahami oleh siswa dengan usia dan tingkatan pendidikan yang berbeda.
Sedangan keterbatasan dari media televisi yaitu (1) hanya mampu menyajikan komunikasi satu arah, (2) Televisi pada saat disiarkan akan berjalan terus dan tidak ada kesempatan untuk memahami pesan-pesannya sesuai dengan kemampuan individual siswa, (3) guru tidak memiliki kesempatan untuk merevisi film sebelum disiarkan.
Pada Pembelajaran menggunakan media televisi dan TVE (Televisi Edukasi) Ada 3 pola atau cara pemanfaatan program siaran TVE yang sejauh ini telah dimanfaatkan, yaitu sebagai berikut:
1.      Pemanfaatan Program Siaran TVE sesuai dengan Jadwal Siaran TVE (Pemanfaatan Siaran TVE secara langsung).
2.      Pemanfaatan Siaran TVE sebagai Penugasan.
3.      Pemanfaatan Program Siaran TVE sebagai Pengisi Jam Pelajaran Kosong.

B.  Saran
Pengembangan di sekolah-sekolah tertentu yang belum mempunyai TV dagaknya harus digalakkan secara bersama-sama. Sekolah yang mempunyai media ini pastilah lebih mudah dalam melaksanakan proses KBM (Kegiatan Belajar Mengajar). Pengembangan ini diharapakan agar tercapainya kemajuan masyarakat dan bangsa Indonesia itu sendiri



DAFTAR PUSTAKA

Media Pembelajaran/Prof. Dr. Azhar Arsyad, M.A. –Ed. 1-14.-Jakarta: Rajawali Pers,2011.

Media Pendidikan: Pengertian Pengembangan dan Pemanfaatannya oleh Arief S. Sadiman.-Ed 1,-14,-Jakarta: Rajawali Pers,2010.

PROF. DR. YUSUFHADI MIARSO, M.SC. Menyemai Benih Teknologi Pendidikan. Jakarta: Kencana, 2011

























LAMPIRAN 
RPP














RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( RPP )


Sekolah                                : SMP/MTs......................
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Kelas/Semester               : VII/1
Standar Kompetensi      : 1. Mendengarkan ( memahami   wacana lisan melalui      kegiatan      mendengar berita )
Kopetensi dasar               : 1.2. Menuliskan kembali berita yang dibacakan ke dalam beberapa kalimat
Alokasi waktu                   : 2 x 40 menit

A.Tujuan Pembelajaran
1.       Peserta didik dapat menemukann pokok-pokok berita yang didengarkan  melalui radio/TV
2.       Peserta didik dapat menuliskan isi berita ke dalam beberapa kalimat

B.Materi Pembelajaran
Penyimpulan pikiran, pendapat dan gagasan dalam wacana

C.Metode Pembelajaran
Tanya jawab, diskusi dan penugasan

D.Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
                Kegiatan Awal  
Apersepsi :
§ Guru dan Peserta didik bertanya jawab tentang tugas rumah penulisan teks berita
Motivasi :
§ Menjelaskan kembali berita yang dibacakan ke dalam beberapa kalimat
    
Kegiatan Inti
§  Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
1)      melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema materi yang akan dipelajari dengan menerapkan prinsip alam takambang jadi guru dan belajar dari aneka sumber;
2)      menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar lain;
3)      memfasilitasi terjadinya interaksi antarpeserta didik serta antara peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya;
4)      melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran; dan
5)      memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di laboratorium, studio, atau lapangan.
§  Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
1)      membiasakan peserta didik membaca dan menulis yang beragam melalui tugas-tugas tertentu yang bermakna;
2)      memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas, diskusi, dan lain-lain untuk memunculkan gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis;
3)      memberi kesempatan untuk berpikir, menganalisis, menyelesaikan masalah, dan bertindak tanpa rasa takut;
4)      memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran kooperatif dan kolaboratif;
5)      memfasilitasi peserta didik berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar;
6)      memfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupun tertulis, secara individual maupun kelompok;
7)      memfasilitasi peserta didik untuk menyajikan hasil kerja individual maupun kelompok;
8)      memfasilitasi peserta didik melakukan pameran, turnamen, festival, serta produk yang dihasilkan;
9)      memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang  menumbuhkan kebanggaan dan rasa percaya diri peserta didik.
§     Konfirmasi
        Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
1)      memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam bentuk lisan, tulisan, isyarat, maupun hadiah terhadap keberhasilan peserta didik,
2)      memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplorasi dan elaborasi peserta didik melalui berbagai sumber,
3)      memfasilitasi peserta didik melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar yang telah dilakukan,
4)      memfasilitasi peserta didik untuk memperoleh pengalaman yang bermakna dalam mencapai kompetensi dasar:
a)      berfungsi sebagai narasumber dan fasilitator dalam menjawab pertanyaan peserta didik yang menghadapi kesulitan, dengan menggunakan bahasa yang baku dan benar;
b)      membantu menyelesaikan masalah;
c)      memberi acuan agar peserta didik dapat melakukan pengecekan hasil eksplorasi;
d)     memberi informasi untuk bereksplorasi lebih jauh;
e)      memberikan motivasi kepada peserta didik yang kurang atau belum berpartisipasi aktif.
Kegiatan Penutup
        Dalam kegiatan penutup, guru:
a.       bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan  pelajaran;
b.      melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram;
c.       memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;
d.      merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik;
e.      menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya.              

E.Sumber dan Media Pembelajaran
a.       Narasumber
b.      Buku Pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia
c.       Televisi
F.Penilaian
Penilaian dilaksanakan selama proses dan sesudah pembelajaran     
Indikator pencapaian
Penilaian
Teknik
penilaian
Bentuk Instrumen
Soal/Instrumen
·    Mampu menemukan isi/sari berita yang didengarkan 
·    Mampu menuliskan kembali  berita yang didengar ke dalam beberapa kalimat dengan susunan yang bervariasi
Penugasan individual/ke-lompok
Pekerjaan rumah (PR)
·  Tuliskan kembali berita yang kamu dengarkan ke dalam beberapa kalimat dengan susunan yang bervariasi!
                   

No
Butir Soal
Skor maksimal
1


2

3
Tulislah minimal 3 pokok berita yang terdapat dalam teks berita yang dibacakan !

Tunjukkan intisari pokok-pokok beritanya !

Tulislah simpulan isi berita yang kamu dengarkan ke dalam satu alinea
3


4

3

Jumlah
10
Kriteria Penilaian
Soal Nomor 1 :
1.       Apabil Peserta didik menjawab satu dari tiga pokok berita
2.       Apabila hanya dua yang benar
3.       Apabila Peserta didik menjawab lengkap dan benar
Soal Nomor 2 :
1.       Apabila Peserta didik menjawab benar nilai 4
2.       Apabila Peserta didik menjawab kurang sempurna nilai 2
3.       Apabila Peserta didik salah diberi nilai 1
Soal Nomor 3 :
1      Apabila Peserta didik dapat menyimpulkan dengan benailai 3
2. Apabila Peserta didik dapat menyimpulkan tetapi kurang sempurna nilai 2
3. Apabila Peserta didik salah diberi nilai 1

Penghitungan nilaian Akhir : Perolehan skor   x  100
                                                                                  Skor Maksimum



Mengetahui,
Kepala ...............……………



(__________________________)
NIP / NIK : ..........................

…..,…………………  20 …….
Guru Mapel BHS Indonesia.



(_______________________)
NIP / NIK : ..........................



0 Comments

Posting Komentar

Copyright © 2009 MULTIMEDIA PEMBELAJARAN 2012 C All rights reserved. Theme by Laptop Geek. | Bloggerized by FalconHive.