0
Media Pembelajaran Radio
Posted by Unknown
on
19.16
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Kemajuan teknologi yang dicapai oleh
manusia dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi membuat ilmu pengetahuan
dan teknologi berkembang semakin pesat. Pola hidup manusia dengan kemajuan ilmu
dan teknologi mempunyai hubungan yang sangat erat. Pendidikan merupakan wadah
yang paling menonjol dalam rangka kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Untuk dapat mewujudkan hal tersebut maka harus diadakan perubahan dalam sistem
pendidikan terutama dalam proses pembelajaran.
Proses
pembelajaran pada hakikatnya merupakan suatu
proses komunikasi, yaitu proses penyampaian pesan dari sumber melalui saluran
atau media tertentu ke penerima pesan (Sadiman, Rahardjo, Haryono, & Rahardjito, 2005). Pesan yang akan dikomunikasikan adalah isi
ajaran ataupun didikan yang terdapat dalam kurikulum. Dalam proses penyampaian
pesan tidak cukup hanya menyampaikan pesan dengan menggunakan bahasa verbal,
karena penyampaian pesan seperti ini tidak cepat diserap oleh siswa dan tidak
membawa siswa untuk melihat atau mengetahui objek atau benda sebenarnya.
Untuk
mengatasi hal tersebut agar proses penyampaian pesan cepat diserap dan
ditangkap maknanya oleh siswa dibutuhkan alat-alat bantu lainnya yang dapat
memudahkan siswa dalam proses pembelajaran. Alat-alat inilah disebut media
pembelajaran. Media pembelajaran sangatlah beragam jenisnya, namun tidak semua
alat peraga dikatakan sebagai media pembelajaran. Media pembelajaran
diklasifikasikan menjadi tiga jenis yaitu media audio, media visual, dan media
audio visual. Guru sebagai pengajar harus mampu mengembangkan dan menggunakan
media yang ada untuk membantu kelancaran proses pembelajaran.
Media audio atau auditif adalah media pembelajaran yang hanya
mengandalkan suara saja, sehingga untuk menikmatinya diperlukan indera
pendengaran. Contoh media ini adalah radio. Radio merupakan salah satu media pendidikan yang berguna bagi
semua bentuk yang berhubungan dengan pendidikan, karena dapat memperkaya
pengalaman pendidikan dan juga ide-ide yang kreatif. Dengan demikian, alat ini
memiliki potensi dan kekuatan yang berpengaruh dalam pendidikan. Pada dasarnya
media radio merupakan media audio yang dapat dengan dinamis mengikuti
perkembangan yang terjadi dalam dunia pendidikan. Hal ini dikarenakan radio merupakan
alat yang biasa dipakai salah satunya
dalam mata pelajaran bahasa indonesia, khususnya dalam pembelajaran menyimak.
Seperti yang
kita ketahui seorang guru tidak akan kuat berbicara terlalu lama untuk
memberikan informasi/penjelasan kepada siswa. Jika seorang guru terlalu lama
berbicara maka volume suaranya lama-kelamaan akan mengecil sehingga informasi
yang diterima siswa menjadi kurang jelas. Disamping itu, kita sering melihat
anak-anak dalam menyampaikan informasi terkadang sering salah atau kurang, hal
ini di karenakan kemampuan menyimaknya kurang. Maka dari itu latihan menyimak
perlu dilakukan, salah satunya dengan menggunakan media radio. Oleh karena itu
pada makalah ini akan dijelaskan secara mendalam mengenai media radio dan cara
penggunaannya dalam pembelajaran menyimak.
1.2
Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas dapat dirumuskan masalah sebagai berikut.
1.
Bagimanakah Sejarah Radio?
2.
Apakah pengertian dan jenis-jenis media radio?
3.
Apakah kegunaan media radio dalam
pembelajaran ?
4.
Apakah kelebihan dan kelemahan media
radio?
5.
Bagaimanakah karakteristik media radio?
1.3
Tujuan Penulisan
Penulisan ini
mempunyai tujuan sebagai berikut.
1.
Untuk mengetahui Sejarah Radio .
2.
Untuk mengetahui pengertian dan jenis-jenis media radio.
3.
Untuk mengetahui kegunaan media
radio dalam pembelajaran.
4.
Untuk mengetahui kelebihan dan kelemahan media radio.
5.
Untuk mengetahui karakteristik media radio.
.
1.4
Manfaat Penulisan
a.
Bagi Universitas
Dengan adanya makalah ini dapat menambah koleksi makalah
yang ada diperpustakaan untuk dijadikan bahan bacaan atau reverensi di dalam
mempelajari tentang media pembelajaran.
b.
Bagi Mahasiswa
Makalah ini dapat dijadikan reverensi
di dalam membuat tugas khususnya dalam hal media pembelajaran khususnya media
radio.
c.
Bagi Penulis
Dengan dibuatnya makalah ini penulis
mendapat tambahan wawasan mengenai media radio.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1
Sejarah Radio
Dasar teori dari perambatan
gelombang elektromagnetik pertama kali dijelaskan pada tahun 1873 oleh James
Clerk Maxwell dalam papernya di Royal Society mengenai teori dinamika medan
elektromagnetik berdasarkan hasil kerja yang
dikerjakan antara 1961 dan 1965.
Untuk pertama kalinya Hendrich
Rudolf Hertz membuktikan teori Maxwell yaitu antara 1886 dan 1888 melalui
eksperimen. Dia berhasil membuktikan bahwa
radiasi gelombang radio memiliki sifat-sifat gelombang (sekarang disebut
gelombang Hertzian ) dan menemukan bahwa persamaan Elektromagnetik dapat diformulasikan/dirumuskan
ke dalam turunan partial yang disebut persamaan
gelombang.
Dunia inovasi radio mencatat nama
Guglielmo Marconi, sebagai penemu radio. Dia lahir di Bologna, Italia, 25 April
1874. Ayahnya, Giuseppe Marconi asli petani Italia dan ibunya, Annie Jameson
adalah anak pemilik Puri Daphne di Irlandia, yang saat itu masuk sebagai
wilayah Inggris. Ia bersekolah di Bologna, Florence, dan Leghorn. Sejak kecil
ia sudah tertarik dengan kerja Maxwell, Hertz, Righi, sampai Lodge. Dalam usia
21 tahun, 1895, ia membuat laboratorium di rumah ayahnya, di Pontecchio. Ia
mengadakan penelitian soal gelombang radio, yang saat itu disebut sebagai
"Gelombang Hertzian". Gelombang ini digunakan untuk mengirim sinyal
telegraf. Saat itu telegraf hanya bisa lewat kabel. Ia sudah berhasil mengirim
sinyal telegraf untuk jarak sejauh sekitar 2 kilometer. Temuan radio yang
praktis sudah di ambang pintu. Dalam dua tahun, 1899, ia sudah membangun radio
antara Prancis dengan Inggris, disusul kemudian antara Amerika dengan Inggris.
Kemudian pada tahun 1912 Edwin Howard
Amstrong tercatat sebagai penemu Radio FM. Ia lahir pada tanggal 18 Desember
1890 di kota New York. Ayahnya penerbit buku dan ibunya seorang guru. Pada usia
14 tahun, Amstrong membaca buku telegraf karangan Marconi. Dia sangat kagum
dengan Marconi, hanya saja ia ingin menyempurnakan radio ciptaan Marconi. Maka
Amstrong pun berniat membuat radio yang bersuara jernih sambil membuat sendiri
stasiun radio di rumahnya. Untuk itu, Amstrong masuk Fakultas Teknik Listrik di
Universitas Columbia. Ia lulus dan menjadi guru besar dan insinyur listrik.
2.2
Pengertian dan jenis-jenis media radio
Berbeda dengan media grafis, media audio berkaitan dengan indera
pendengaran. Pesan yang disampaikan dituangkan ke dalam lambang-lambang
auditif, baik verbal (ke dalam kata-kata/ bahasa lisan) maupun non verbal. Ada
beberapa jenis media audio, salah satunya dalah radio.
Radio
adalah media auditif yang hanya bisa dinikmati dengan alat pendengaran. Radio
menjadi media penyampai gagasan, ide dan pesan melalui gelombang
elektromagnetik, berupa sinyal-sinyal audio. Radio adalah sistem komunikasi
yang menggunakan udara atau ruang antariksa sebagai bahan antara (medium)
yang bentuk umum sistemya adalah sebuah
pemancar yang memancarkan dayanya melalui antena kearah tujuan dalam bentuk
gelombang elektromagnetis.
Penggunaan radio sebagai media
pendidikan cukup efektif karena radio memiliki jangkauan yang luas. Penduduk
yang buta huruf dapat mendengarkan dan mengerti secara efektif
informasi-informasi dengan bahasa lisan, yaitu melalui radio. Adapun jenis-jenis media radio anatara lain:
Berdasarkan frekuensi radio diklasifikasikan menjadi:
1. Frekuensi Modulasi (FM)
bergerak pada frekuensi 87 MHz sampai
108 MHz.
2. Amplitudo Modulasi (AM) atau
Medium Wave (MW) berada pada jalur 540 sampai 1600 KHz.
3. Short Wave (SW)
mempunyai ruang frekuensi yang sangat lebar yaitu dari 1600 KHz sampai 30.000
KHz.
Berdasarkan penyelenggara radio diklasifikasikan menjadi:
1. Radio milik Negara
2. Radio publik
3. Radio swasta/komersial
4. Radio komunitas (kampus/LSM)
5. Radio asing
Berdasarkan program media radio diklasifikasikan menjadi:
1. Radio Hiburan/Musik
2. Radio Informasi/News
3. Radio Campuran
4. Radio Propaganda
5. Radio Religius
2.3
Kegunaan media radio dalam pembelajaran.
Radio menjadi
media pendidikan yang berguna bagi semua bentuk pendidikan, karena memperkaya
pengalaman pendidikan dan ide-ide yang kreatif. Dengan demikian, alat ini
memiliki potensi dan kekuatan yang berpengaruh dalam pendidikan. Masalah
penggunaannya tergantung bagaimana filsafat pendidikan yang dianut, dan
kesadaran atas potensi yang dimaksud tadi. Nilai Radio bagi Pendidikan
diantaranya :
1.
Memberikan
berita yang ter up-to-date.
2.
Menarik Minat.
3.
Beritanya
Autentik
4.
Berdasar pada
kenyataan
5.
Mempunyai tinjauan
yang luas.
6.
Memberikan
gambaran yang jelas.
7.
Mendorong
kreatifitas.
8.
Integrasi dan
diskriminasi maksudnya radio berpengaruh terhadap pembentukan pribadi
seseorang,
9.
Menimbulkan
sosial adjustment dan ini penting bagi pembentukan seorang warga Negara yang
baik,
10.
Mendidik siswa
untuk dapat mendeskriminasikan persoalan-persoalan dalam masyarakat.
11.
Radio mendorong
manusia berfikir rasional dan komparatif.
Secara umum media Radio mempunyai
kegunaan:
1.
Memperjelas
pesan yang diterima.
2.
Mengatasi
keterbatasan ruang, waktu tenaga dan daya indra.
3.
Menimbulkan
gairah belajar, interaksi lebih langsung antara murid
dengan sumber belajar.
dengan sumber belajar.
4.
Memungkinkan
anak belajar mandiri sesuai dengan bakat dan kemampuan
auditori & kinestetiknya.
auditori & kinestetiknya.
5.
Memberi
rangsangan yang sama, mempersamakan pengalaman &
menimbulkan persepsi yang sama.
menimbulkan persepsi yang sama.
Selain itu, kontribusi media radio dalam pembelajaran
menurut Kemp and Dayton, 1985:
1.
Penyampaian pesan pembelajaran dapat lebih terstandar.
2.
Pembelajaran dapat lebih menarik.
3.
Pembelajaran menjadi lebih interaktif dengan menerapkan teori
belajar.
belajar.
4.
Waktu pelaksanaan pembelajaran dapat diperpendek.
5.
Kualitas pembelajaran dapat ditingkatkan.
6.
Proses pembelajaran dapat berlangsung kapanpun dan dimanapun
diperlukan.
diperlukan.
7.
Sikap positif siswa terhadap materi pembelajaran serta proses
pembelajaran dapat ditingkatkan.
pembelajaran dapat ditingkatkan.
8.
Peran guru berubah kearah yang positif.
Jadi dapat disimpulkan bahwa lembaga
penyiaran (radio) merupakan media informasi dan komunikasi yang mempunyai peran
penting dalam penyebaran informasi yang seimbang dan setimpal di masyarakat,
memiliki kebebasan dan tanggung jawab dalam menjalankan fungsinya sebagai media
informasi, pendidikan, hiburan, kontrol serta perekat sosial.
2.4 Kelebihan media radio
Sebagai suatu
media , radio memiliki beberapa kelebihan jika dibandingkan dengan media lain,
yaitu:
1.
Harganya relatif murah dan variasi programnya lebih banyak daripada TV;
2.
Sifatnya mudah dipindahkan (mobile). Radio dapat dipindah-pindahkan dari satu
ruang ke ruang lain dengan mudah;
3.
Jika digunakan bersama-sama dengan alat perekam radio bisa mengatasi problem
jadwal karena program dapat direkam dan diputar lagi sesuka kita;
4.
Radio dapat mengembangkan daya imajinasi anak;
5.
Dapat merangsang partisipasi aktif pendengar. Sambil mendengarkan, siswa boleh
menggambar, menulis, melihat peta, menyanyi ataupun menari;
6.
Radio dapat memusatkan perhatian siswa pada kata-kata yang digunakan, pada
bunyi dan artinya. (terutama ini amat berguna bagi program sastra atau puisi);
7.
Siaran lewat suara terbukti amat tepat/cocok untuk mengajarkan musik dan
bahasa;
8.
Radio dapat mengerjakan hal-hal tertentu secara lebih baik bila dibandingkan
dengan jika dikerjakan oleh guru, antara lain:
a.
radio dapat menampilkan ke dalam kelas guru-guru yang ahli dalam bidang studi tertentu,
sehingga dapat mengatasi masalah kekurangan guru yang layak untuk mengajar;
b.
pelajaran lewat radio bisa lebih bermutu baik dari segi ilmiah maupun metodis.
Ini mengingat guru-guru kita jarang yang mempunyai waktu dan sumber-sumber
untuk mengadakan penelitian dan menambah ilmu, sehingga bisa dibayangkan
bagaimana mutu pelajarannya.
c.
radio dapat menyajikan laporan-laporan seketika (on the spot). Pelayanan radio
yang sudah maju mempunyai banyak sumber di perpustakaan arsipnya yang siap dipakai;
dan
d.
siaran-siaran yang aktual dapat memberikan suasana kesegaran (immediciacy) pada
sebagian besar topik.
9.
Radio dapat mengerjakan hal-hal tertentu yang tidak dapat dikerjakan oleh guru.
Radio dapat menyajikan pengalaman-pengalaman dunia luar ke kelas. Kisah
petualangan seorang pengembara bisa dituturkan ke kelas-kelas secara langsung
lewat radio;
10.
Radio dapat mengatasi batasan ruang dan waktu;
11.
Jangkauannya luas.
Kelemahan
media radio
1.
Sukar
memberikan balikan secara langsung
karena sifat komunikasinya hanya satu arah
(on way communication);
2.
Biasanya siaran disentralisasikan sehingga guru tak dapat mengontrolnya, dan
3.
Penjadwalan pelajaran dan siaran sering menimbulkan masalah. Integrasi siaran radio
ke dalam kegiatan belajar mengajar di kelas sering kali menyulitkan.
4.
Tidak dapat
diulang dengar.
5.
Kesan
pengalaman yang diperoleh pendengar kurang lengkap karena hanya melibatkan
indera pendengaran.
6.
Menuntut
pemusatan perhatian
2.5 Karakteristik media
radio.
Radio memiliki karakteristik yang tidak
dapat dipisahkan dalam kehidupan manusia, karena memberikan banyak kontribusi
yang besar bagi perkembangan komunikasi massa. Karakteristik radio memberikan
manfaat yang unik,baik ditinjau dari sisi kelebihan maupun kekurangannya.
Dengan memahami kekuatan dan kelemahan radio, penyiar dapat merencanakan konsep
implementasi untuk menghasilkan produksi siaran yang lebih efektif dan efisien.
Dalam bukunya Fark Book-KBP,Pedroche,Toledo & Montila mengucapkan bahwa
karakteristik radio memberikan manfaat yang unik,diantaranya:
1.
Menarik
majinasi.
2.
Cepat, radio
merupakan alat informasi yang efisien dan tanpa banding.
3.
Mudah dibawa
4.
Tidak
memerlukan kemampuan membaca/menulis.
5.
Tidak
memerlukan konsentrasi yang penuh dari pendengarnya
6.
Cukup murah
7.
Mudah digunakan
dan pengoperasiannya.
Seperti media yang lainnya radio juga memiliki
keterbatasan yakni bahwa radio hanya sebuah media buta. Sekalipun radio disebut
media buta karena hanya berupa suara, namun suara merupakan sebuah instrumen
yang penting yang perlu dikaji lebih mendalam.
siaran sering menimbulkan
masalah.
BAB III
PENUTUP
3.1
Simpulan
Semakin sadarnya orang ataupun
masyarakat akan pentingnya media yang membantu pembelajaran sudah mulai
dirasakan. Pengelolaan alat bantu pembelajaran sudah sangat dibutuhkan. Bahkan
pertumbuhan ini bersifat gradual. Selain itu, dengan semakin meluasnya kemajuan
di bidang komunikasi dan teknologi, serta diketemukannya dinamika proses
belajar, maka pelaksanaan kegiatan pendidikan dan pengajaran semakin menuntut
dan memperoleh media pendidikan yang bervariasi secara luas pula.
Bahwa lembaga penyiaran (radio) merupakan
media informasi dan komunikasi yang mempunyai peran penting dalam penyebaran
informasi yang seimbang dan setimpal di masyarakat, memiliki kebebasan dan
tanggung jawab dalam menjalankan fungsinya sebagai media informasi, pendidikan,
hiburan, kontrol serta perekat sosial.
2.1
Saran
Demikian makalah
yang dapat penulis sajikan dan semoga dapat dijadikan wacana bagi para pembaca
dan penulis.Penulis juga menyadari masih banyak kekurangan dalam penulisan
makalah ini dan penulis mengharapkan adanya kritik dan saran yang membangun
dari para pembaca demi perbaikan makalah selanjutnya.
DAFTAR
PUSTAKA
·
Yudhi,
munadi.2010 media pembelajaran.jakarta
: Gaung Persada
·
Sudarwan,
Danim. 1995. Media Komunikasi Pendidikan.
Jakarta : Bumi Aksara
·
Sadiman, A.S.,
Rahardjo, R., Haryono, A.,& Rahardjito. 2005. Media Pendidikan. Jakarta : PT Raja Grafindo Persada.
·
Anonim, (2006) Media Radio. from http://yustina.blog.upi.edu/2009/10/26
optimalisasi-dan-penerapan-media-radio-dalam-pendidikan ,di akses hari rabu 29 april 2015
jam 5.00
·
Oemar Hamalik.Dr.” (2011).
media-pembelajaran-dalam-pendidikan-jarak-jauh. from http://aristorahadi.wordpress.com/2008. di akses hari rabu 29 april 2015
jam 5.00
RENCANA PELAKSANAAN
PEMBELAJARAN
( RPP )
Sekolah :
SMA
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Kelas/Semester : 2/1
Standar Kompetensi
: Mendengarkan
1. ( memahami
wacana lisan melalui kegiatan
mendengarkan -berita)
Kompetensi Dasar* :
1.1.Menyimpulkan isi berita yang dibacakan dalam beberapa kalimat
Alokasi waktu :
2 x 40 menit
A.
Tujuan Pembelajaran
1. Peserta didik dapat
menunjukkan pokok-pokok berita yang didengarkan
2. Peserta didik dapat
menyarikan pokok-pokok berita menjadi isi berita
3. Peserta didik dapat
menyimpulkan isi berita dalam satu alinea
B.
Materi Pembelajaran
1. Mendengarkan berita yang baik dan
benar
2. Ide pokok dalam berita
3. Unsur 5W + 1H dalam berita
C.
Metode Pembelajaran
Tanya jawab, diskusi dan penugasan
D.
Langkah-langkah
Kegiatan Pembelajaran
|
No.
|
KEGIATAN
|
WAKTU
|
KETERANGAN
|
|
1.
|
Kegiatan awal
a.
Siswa memdengarkan penjelasan
guru tentang materi yang akan dipelajari beserta indikator yang harus
dikuasai siswa.
b.
Guru menggali informasi yang
dimiliki siswa yang terkait dengan materi.
c.
Siswa membentuk kelompok sesuai
arahan guru.
|
5 menit
|
|
|
2.
|
a.
Salah satu siswa yang ditunjuk
guru membacakan wacana, siswa yang lain mendengarkan
b.
Masing-masing kelompok
mendiskusikan sumber informasi dari wacana yang sudah dibacakan temannya
dengan lengkap.
c.
Masing-masing kelompok
menyimpulkan hasil diskusi, kelompok yang lain menanggapi.
d.
Guru memberikan penegasan
terhadap hasil diskusi yang paling sesuai dengan wacana.
|
75 menit
|
|
|
3.
|
a.
Siswa dengan bimbingan guru
menyimpulkan hasil diskusi dari materi yang dipelajari.
b.
Siswa dan guru mengadakan
refleksi tentang kegiatan belajar mengajar hari itu.
c.
Siswa mendapatkan tugas dari
guru untuk pertemuan yang akan datang.
|
10 menit
|
|
E.
Sumber dan Media Belajar
a. Bagan identifikasi
pengalaman
b. Narasumber
c. Buku Pelajaran Bahasa
dan Sastra Indonesia
F. Media Pembelajaran
a.
Berita dari Radio
b.
VCD
c.
Berita media massa
G. Penilaian
A.
Penilaian
Proses
1. Teknik
: Pengamatan
2. Bentuk
Instrumen : Rating Scale (Skala Penilaian)
3. Uraian : Terlampir (Lampiran 2)
B. Penilaian Hasil Belajar
1. Teknik : Unjuk kerja
2. Bentuk
Instrumen : Uraian
3. Soal
/ Instrumen : Terlampir (Lampiran 3)
G. Format
Penilaian
|
No
|
Nama
|
Aspek Penilaian
|
||
|
Perfomance dalam proses
pembelajaran
|
Ketepatan dalam
menganalisis pokok-pokok isi berita
|
Ketepatan dalam
menyimpulkan isi berita
|
||
|
·
Kurang
·
Tepat
·
Sangat Tepat
|
·
Kurang
·
Tepat
·
Sangat
Tepat
|
·
Kurang
·
Tepat
·
Sangat
Tepat
|
||
|
Keterangan
:
KKM
: 70
Kurang
tepat
: <70
Tepat
: 70-85
Sangat
Tepat
: 85-100
|
Rumus Penghitungan :
|
H. Hasil
Analisis Belajar dan Program Tindak Lanjut
a. Pengayaan
Siswa yang tuntas
dalam KD ini diberikan pengayaan (tugas praktik).
b. Remedi
Siswa yang belum
tuntas dalam KD ini diberikan remedial (tugas teori dan praktik) sesuai
kompetensi yang belum tuntas.
|
Mengetahui,
Kepala SMA
Drs.
Sukanan Widaryanto, M.Pd.
NIP 196205121982011007
|
|
Batang, 14 Juli 2010
Guru Mata Pelajaran.
Slamet Rozikin, S.Pd.
NIP 196304011985011001
|
Lampiran
1
Bogor: Puluhan
warga Kota Bogor, Jumat (11/1) menurunkan dan membakar baliho dan
spanduk-spanduk berukuran besar para calon wali kota dan pasangannya yang saat
ini sudah terpasang di semua ruas jalan utama dan perumahan di Kota Bogor.
Sedikitnya ada 25 baliho dan sebanyak empat spanduk-spanduk yang diturunkan dan dibakar massa. Aksi ini dipimpin Syarief Muhamad Noor, salah seorang tokoh masyarakat di Bogor.
Mereka melakukan aksi ini karena menganggap baliho dan spanduk-spanduk itu telah mengganggu pemandangan dan belum tiba saatnya untuk kampanye Pilkada Bogor yang baru akan berlangsung April 2009 mendatang.
Dalam aksinya, massa secara beriringan memutari seluruh area Kota Bogor dan menurunkan satu persatu baliho dan spanduk tersebut.
Dari puluhan baliho yang diturunkan dan dibakar itu banyak diantaranya mempampang wajah Dody Rosadi, yang kini masih menjabat Sekertaris Daerah Kota(Sekdakot) Bogor mendampingi Wali Kota sekarang Diani Budiarto. "Ini kan belum saatnya.
Selain itu juga merusak keindahan kota dan pemandangan. Seharusnya Pak Dody selaku Sekda, paham hal ini," kata Noor.
Sedikitnya ada 25 baliho dan sebanyak empat spanduk-spanduk yang diturunkan dan dibakar massa. Aksi ini dipimpin Syarief Muhamad Noor, salah seorang tokoh masyarakat di Bogor.
Mereka melakukan aksi ini karena menganggap baliho dan spanduk-spanduk itu telah mengganggu pemandangan dan belum tiba saatnya untuk kampanye Pilkada Bogor yang baru akan berlangsung April 2009 mendatang.
Dalam aksinya, massa secara beriringan memutari seluruh area Kota Bogor dan menurunkan satu persatu baliho dan spanduk tersebut.
Dari puluhan baliho yang diturunkan dan dibakar itu banyak diantaranya mempampang wajah Dody Rosadi, yang kini masih menjabat Sekertaris Daerah Kota(Sekdakot) Bogor mendampingi Wali Kota sekarang Diani Budiarto. "Ini kan belum saatnya.
Selain itu juga merusak keindahan kota dan pemandangan. Seharusnya Pak Dody selaku Sekda, paham hal ini," kata Noor.
Penilaian Proses (Lampiran 2)
Selama
proses KBM siswa yang kurang respon atau pasif, perlu mendapat perhatian (guru
sebagai konseling) supaya siswa tersebut dapat mengubah sikapnya. Bila sudah
disosialisasikan, baru guru memberikan penilai sikap siswa dengan format
berikut.
|
No
|
Aspek
yang Dinilai
|
skor
|
|
1
|
Memperhatikan penjelasan guru/ wacana lisan
(tv/ cd/ teman)
|
4
3
2
1
|
|
2
|
Semangat dan berani mempresentasi hasil
kerja di depan kelas.
|
4
3
2
1
|
|
3
|
Berani dan sopan berkonsultasi kepada guru
tentang hasil kerjanya.
|
4
3
2
1
|
|
4
|
Aktif mengerjakan tugas dalam proses KBM.
|
4
3
2
1
|
|
5
|
Mengumpulkan tugas/hasil kerja tepat waktu.
|
4
3
2
1
|
|
|
Jumlah
|
16
|
RUMUS
PEROLEHAN NILAI =
Penilaian Hasil Belajar (lampiran 3)
1. Tulislah pokok-pokok berita yang terdapat dalam teks
berita yang dibacakan !
2. Tulislah simpulan
isi berita yang kamu dengarkan ke dalam satu alinea!
Rubrik Penilaian :
|
Skor maksimal
|
Butir Soal
|
No
|
|
1-3
1-3
|
Tulislah pokok-pokok berita yang terdapat dalam teks
berita yang dibacakan !
Tulislah simpulan isi
berita yang kamu dengarkan ke dalam satu alinea
|
1
2
|
|
6
|
Jumlah
|
|
Kriteria Penilaian
Soal Nomor 1 :
1. Apabil Peserta didik
menjawab satu dari tiga pokok berita 3
2. Apabila hanya dua
yang benar 2
3. Apabila Peserta
didik menjawab lengkap dan benar 1
Soal Nomor 2 :
1. Apabila Peserta
didik menjawab benar nilai 3
2. Apabila Peserta
didik menjawab kurang sempurna nilai 2
3. Apabila Peserta
didik salah diberi nilai 1
Penghitungan nilaian Akhir :
Perolehan skor x 100 = 6 ×
100 = 100
Posting Komentar