0

Media Pembelajaran Radio

Posted by Unknown on 19.16

BAB I
PENDAHULUAN
1.1         Latar Belakang
Kemajuan teknologi yang dicapai oleh manusia dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi membuat ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang semakin pesat. Pola hidup manusia dengan kemajuan ilmu dan teknologi mempunyai hubungan yang sangat erat. Pendidikan merupakan wadah yang paling menonjol dalam rangka kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Untuk dapat mewujudkan hal tersebut maka harus diadakan perubahan dalam sistem pendidikan terutama dalam proses pembelajaran.
   Proses pembelajaran pada hakikatnya merupakan suatu proses komunikasi, yaitu proses penyampaian pesan dari sumber melalui saluran atau media tertentu ke penerima pesan (Sadiman, Rahardjo, Haryono, & Rahardjito, 2005). Pesan yang akan dikomunikasikan adalah isi ajaran ataupun didikan yang terdapat dalam kurikulum. Dalam proses penyampaian pesan tidak cukup hanya menyampaikan pesan dengan menggunakan bahasa verbal, karena penyampaian pesan seperti ini tidak cepat diserap oleh siswa dan tidak membawa siswa untuk melihat atau mengetahui objek atau benda sebenarnya.
Untuk mengatasi hal tersebut agar proses penyampaian pesan cepat diserap dan ditangkap maknanya oleh siswa dibutuhkan alat-alat bantu lainnya yang dapat memudahkan siswa dalam proses pembelajaran. Alat-alat inilah disebut media pembelajaran. Media pembelajaran sangatlah beragam jenisnya, namun tidak semua alat peraga dikatakan sebagai media pembelajaran. Media pembelajaran diklasifikasikan menjadi tiga jenis yaitu media audio, media visual, dan media audio visual. Guru sebagai pengajar harus mampu mengembangkan dan menggunakan media yang ada untuk membantu kelancaran proses pembelajaran.
Media audio atau auditif  adalah media pembelajaran yang hanya mengandalkan suara saja, sehingga untuk menikmatinya diperlukan indera pendengaran. Contoh media ini adalah radio. Radio merupakan salah satu media pendidikan yang berguna bagi semua bentuk yang berhubungan dengan pendidikan, karena dapat memperkaya pengalaman pendidikan dan juga ide-ide yang kreatif. Dengan demikian, alat ini memiliki potensi dan kekuatan yang berpengaruh dalam pendidikan. Pada dasarnya media radio merupakan media audio yang dapat dengan dinamis mengikuti perkembangan yang terjadi dalam dunia pendidikan. Hal ini dikarenakan radio merupakan alat yang biasa dipakai salah satunya dalam mata pelajaran bahasa indonesia, khususnya dalam pembelajaran menyimak.
Seperti yang kita ketahui seorang guru tidak akan kuat berbicara terlalu lama untuk memberikan informasi/penjelasan kepada siswa. Jika seorang guru terlalu lama berbicara maka volume suaranya lama-kelamaan akan mengecil sehingga informasi yang diterima siswa menjadi kurang jelas. Disamping itu, kita sering melihat anak-anak dalam menyampaikan informasi terkadang sering salah atau kurang, hal ini di karenakan kemampuan menyimaknya kurang. Maka dari itu latihan menyimak perlu dilakukan, salah satunya dengan menggunakan media radio. Oleh karena itu pada makalah ini akan dijelaskan secara mendalam mengenai media radio dan cara penggunaannya dalam pembelajaran menyimak.

1.2         Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas dapat dirumuskan masalah sebagai berikut.
1.        Bagimanakah Sejarah Radio?
2.        Apakah pengertian dan jenis-jenis media radio?
3.        Apakah kegunaan media radio dalam pembelajaran ?
4.        Apakah kelebihan dan kelemahan media radio?
5.        Bagaimanakah karakteristik media radio?
1.3         Tujuan Penulisan
Penulisan ini mempunyai tujuan sebagai berikut.
1.        Untuk mengetahui Sejarah Radio .
2.        Untuk mengetahui pengertian dan jenis-jenis media radio.
3.        Untuk mengetahui kegunaan media radio dalam pembelajaran.
4.        Untuk mengetahui kelebihan dan kelemahan media radio.
5.        Untuk mengetahui karakteristik media radio.
.
1.4         Manfaat Penulisan
a.    Bagi Universitas
Dengan adanya makalah ini dapat menambah koleksi makalah yang ada diperpustakaan untuk dijadikan bahan bacaan atau reverensi di dalam mempelajari tentang media pembelajaran.
b.    Bagi Mahasiswa
Makalah ini dapat dijadikan reverensi di dalam membuat tugas khususnya dalam hal media pembelajaran khususnya media radio.
c.    Bagi Penulis
Dengan dibuatnya makalah ini penulis mendapat tambahan wawasan mengenai media radio.





BAB II
PEMBAHASAN
2.1         Sejarah Radio
 
Dasar teori dari perambatan gelombang elektromagnetik pertama kali dijelaskan pada tahun 1873 oleh James Clerk Maxwell dalam papernya di Royal Society mengenai teori dinamika medan elektromagnetik berdasarkan hasil kerja yang dikerjakan antara 1961 dan 1965.
Untuk pertama kalinya Hendrich Rudolf Hertz membuktikan teori Maxwell yaitu antara 1886 dan 1888 melalui eksperimen. Dia berhasil membuktikan bahwa radiasi gelombang radio memiliki sifat-sifat gelombang (sekarang disebut gelombang Hertzian ) dan menemukan bahwa persamaan Elektromagnetik dapat diformulasikan/dirumuskan ke dalam turunan partial yang disebut persamaan gelombang.
Dunia inovasi radio mencatat nama Guglielmo Marconi, sebagai penemu radio. Dia lahir di Bologna, Italia, 25 April 1874. Ayahnya, Giuseppe Marconi asli petani Italia dan ibunya, Annie Jameson adalah anak pemilik Puri Daphne di Irlandia, yang saat itu masuk sebagai wilayah Inggris. Ia bersekolah di Bologna, Florence, dan Leghorn. Sejak kecil ia sudah tertarik dengan kerja Maxwell, Hertz, Righi, sampai Lodge. Dalam usia 21 tahun, 1895, ia membuat laboratorium di rumah ayahnya, di Pontecchio. Ia mengadakan penelitian soal gelombang radio, yang saat itu disebut sebagai "Gelombang Hertzian". Gelombang ini digunakan untuk mengirim sinyal telegraf. Saat itu telegraf hanya bisa lewat kabel. Ia sudah berhasil mengirim sinyal telegraf untuk jarak sejauh sekitar 2 kilometer. Temuan radio yang praktis sudah di ambang pintu. Dalam dua tahun, 1899, ia sudah membangun radio antara Prancis dengan Inggris, disusul kemudian antara Amerika dengan Inggris.
Kemudian pada tahun 1912 Edwin Howard Amstrong tercatat sebagai penemu Radio FM. Ia lahir pada tanggal 18 Desember 1890 di kota New York. Ayahnya penerbit buku dan ibunya seorang guru. Pada usia 14 tahun, Amstrong membaca buku telegraf karangan Marconi. Dia sangat kagum dengan Marconi, hanya saja ia ingin menyempurnakan radio ciptaan Marconi. Maka Amstrong pun berniat membuat radio yang bersuara jernih sambil membuat sendiri stasiun radio di rumahnya. Untuk itu, Amstrong masuk Fakultas Teknik Listrik di Universitas Columbia. Ia lulus dan menjadi guru besar dan insinyur listrik.


2.2         Pengertian dan jenis-jenis media radio
Berbeda dengan media grafis, media audio berkaitan dengan indera pendengaran. Pesan yang disampaikan dituangkan ke dalam lambang-lambang auditif, baik verbal (ke dalam kata-kata/ bahasa lisan) maupun non verbal. Ada beberapa jenis media audio, salah satunya dalah radio.
Radio adalah media auditif yang hanya bisa dinikmati dengan alat pendengaran. Radio menjadi media penyampai gagasan, ide dan pesan melalui gelombang elektromagnetik, berupa sinyal-sinyal audio. Radio adalah sistem komunikasi yang menggunakan udara atau ruang antariksa sebagai bahan antara (medium) yang  bentuk umum sistemya adalah sebuah pemancar yang memancarkan dayanya melalui antena kearah tujuan dalam bentuk gelombang elektromagnetis.
Penggunaan radio sebagai media pendidikan cukup efektif karena radio memiliki jangkauan yang luas. Penduduk yang buta huruf dapat mendengarkan dan mengerti secara efektif informasi-informasi dengan bahasa lisan, yaitu melalui radio. Adapun jenis-jenis media radio anatara lain:
Berdasarkan frekuensi radio diklasifikasikan menjadi:
1.    Frekuensi Modulasi (FM) bergerak    pada frekuensi 87 MHz sampai 108 MHz.
2.    Amplitudo Modulasi (AM) atau Medium Wave (MW) berada pada jalur 540 sampai 1600 KHz.
3.    Short Wave (SW)  mempunyai ruang frekuensi yang sangat lebar yaitu dari 1600 KHz sampai 30.000 KHz.
Berdasarkan penyelenggara radio diklasifikasikan menjadi:            
1.    Radio milik Negara
2.     Radio publik
3.     Radio swasta/komersial
4.     Radio komunitas (kampus/LSM)
5.     Radio asing
Berdasarkan program media radio diklasifikasikan menjadi:
1.    Radio Hiburan/Musik
2.    Radio Informasi/News
3.    Radio Campuran
4.    Radio Propaganda
5.    Radio Religius

2.3         Kegunaan media radio dalam pembelajaran.
Radio menjadi media pendidikan yang berguna bagi semua bentuk pendidikan, karena memperkaya pengalaman pendidikan dan ide-ide yang kreatif. Dengan demikian, alat ini memiliki potensi dan kekuatan yang berpengaruh dalam pendidikan. Masalah penggunaannya tergantung bagaimana filsafat pendidikan yang dianut, dan kesadaran atas potensi yang dimaksud tadi. Nilai Radio bagi Pendidikan diantaranya :
1.        Memberikan berita yang ter up-to-date.
2.        Menarik Minat.
3.        Beritanya Autentik
4.        Berdasar pada kenyataan
5.        Mempunyai tinjauan yang luas.
6.        Memberikan gambaran yang jelas.
7.        Mendorong kreatifitas.
8.        Integrasi dan diskriminasi maksudnya radio berpengaruh terhadap pembentukan pribadi seseorang,
9.        Menimbulkan sosial adjustment dan ini penting bagi pembentukan seorang warga Negara yang baik,
10.    Mendidik siswa untuk dapat mendeskriminasikan persoalan-persoalan dalam masyarakat.
11.    Radio mendorong manusia berfikir rasional dan komparatif.

Secara umum media Radio mempunyai kegunaan:
1.        Memperjelas pesan yang diterima.
2.        Mengatasi keterbatasan ruang, waktu tenaga dan daya indra.
3.        Menimbulkan gairah belajar, interaksi lebih langsung antara murid
dengan sumber belajar.
4.        Memungkinkan anak belajar mandiri sesuai dengan bakat dan kemampuan
auditori & kinestetiknya.
5.        Memberi rangsangan yang sama, mempersamakan pengalaman &
menimbulkan persepsi yang sama.
Selain itu, kontribusi media radio dalam pembelajaran menurut Kemp and Dayton, 1985:
1.        Penyampaian pesan pembelajaran dapat lebih terstandar.
2.        Pembelajaran dapat lebih menarik.
3.        Pembelajaran menjadi lebih interaktif dengan menerapkan teori
belajar.
4.        Waktu pelaksanaan pembelajaran dapat diperpendek.
5.        Kualitas pembelajaran dapat ditingkatkan.
6.        Proses pembelajaran dapat berlangsung kapanpun dan dimanapun
diperlukan.
7.        Sikap positif siswa terhadap materi pembelajaran serta proses
pembelajaran dapat ditingkatkan.
8.        Peran guru berubah kearah yang positif.
Jadi dapat disimpulkan bahwa lembaga penyiaran (radio) merupakan media informasi dan komunikasi yang mempunyai peran penting dalam penyebaran informasi yang seimbang dan setimpal di masyarakat, memiliki kebebasan dan tanggung jawab dalam menjalankan fungsinya sebagai media informasi, pendidikan, hiburan, kontrol serta perekat sosial.
2.4         Kelebihan media radio
Sebagai suatu media , radio memiliki beberapa kelebihan jika dibandingkan dengan media lain, yaitu:
1.        Harganya relatif murah dan variasi programnya lebih banyak daripada TV;
2.        Sifatnya mudah dipindahkan (mobile). Radio dapat dipindah-pindahkan dari satu ruang ke ruang lain dengan mudah;
3.        Jika digunakan bersama-sama dengan alat perekam radio bisa mengatasi problem jadwal karena program dapat direkam dan diputar lagi sesuka kita;
4.        Radio dapat mengembangkan daya imajinasi anak;
5.        Dapat merangsang partisipasi aktif pendengar. Sambil mendengarkan, siswa boleh menggambar, menulis, melihat peta, menyanyi ataupun menari;
6.        Radio dapat memusatkan perhatian siswa pada kata-kata yang digunakan, pada bunyi dan artinya. (terutama ini amat berguna bagi program sastra atau puisi);
7.        Siaran lewat suara terbukti amat tepat/cocok untuk mengajarkan musik dan bahasa;
8.        Radio dapat mengerjakan hal-hal tertentu secara lebih baik bila dibandingkan dengan jika dikerjakan oleh guru, antara lain:
a.    radio dapat menampilkan ke dalam kelas guru-guru yang ahli dalam bidang studi tertentu, sehingga dapat mengatasi masalah kekurangan guru yang layak untuk mengajar;
b.    pelajaran lewat radio bisa lebih bermutu baik dari segi ilmiah maupun metodis. Ini mengingat guru-guru kita jarang yang mempunyai waktu dan sumber-sumber untuk mengadakan penelitian dan menambah ilmu, sehingga bisa dibayangkan bagaimana mutu pelajarannya.
c.    radio dapat menyajikan laporan-laporan seketika (on the spot). Pelayanan radio yang sudah maju mempunyai banyak sumber di perpustakaan arsipnya yang siap dipakai; dan
d.   siaran-siaran yang aktual dapat memberikan suasana kesegaran (immediciacy) pada sebagian besar topik.
9.        Radio dapat mengerjakan hal-hal tertentu yang tidak dapat dikerjakan oleh guru. Radio dapat menyajikan pengalaman-pengalaman dunia luar ke kelas. Kisah petualangan seorang pengembara bisa dituturkan ke kelas-kelas secara langsung lewat radio;
10.    Radio dapat mengatasi batasan ruang dan waktu;
11.    Jangkauannya luas.
Kelemahan media radio
1.        Sukar memberikan balikan secara langsung  karena sifat komunikasinya hanya satu arah (on way communication);
2.        Biasanya siaran disentralisasikan sehingga guru tak dapat mengontrolnya, dan
3.        Penjadwalan pelajaran dan siaran sering menimbulkan masalah. Integrasi siaran radio ke dalam kegiatan belajar mengajar di kelas sering kali menyulitkan.
4.        Tidak dapat diulang dengar.
5.        Kesan pengalaman yang diperoleh pendengar kurang lengkap karena hanya melibatkan indera pendengaran.
6.        Menuntut pemusatan perhatian
2.5         Karakteristik media radio.
Radio memiliki karakteristik yang tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan manusia, karena memberikan banyak kontribusi yang besar bagi perkembangan komunikasi massa. Karakteristik radio memberikan manfaat yang unik,baik ditinjau dari sisi kelebihan maupun kekurangannya. Dengan memahami kekuatan dan kelemahan radio, penyiar dapat merencanakan konsep implementasi untuk menghasilkan produksi siaran yang lebih efektif dan efisien. Dalam bukunya Fark Book-KBP,Pedroche,Toledo & Montila mengucapkan bahwa karakteristik radio memberikan manfaat yang unik,diantaranya:
1.        Menarik majinasi.
2.        Cepat, radio merupakan alat informasi yang efisien dan tanpa banding.
3.        Mudah dibawa
4.        Tidak memerlukan kemampuan membaca/menulis.
5.        Tidak memerlukan konsentrasi yang penuh dari pendengarnya
6.        Cukup murah
7.        Mudah digunakan dan pengoperasiannya.
Seperti media yang lainnya radio juga memiliki keterbatasan yakni bahwa radio hanya sebuah media buta. Sekalipun radio disebut media buta karena hanya berupa suara, namun suara merupakan sebuah instrumen yang penting yang perlu dikaji lebih mendalam.
siaran sering menimbulkan masalah.





















BAB III
PENUTUP

3.1         Simpulan
Semakin sadarnya orang ataupun masyarakat akan pentingnya media yang membantu pembelajaran sudah mulai dirasakan. Pengelolaan alat bantu pembelajaran sudah sangat dibutuhkan. Bahkan pertumbuhan ini bersifat gradual. Selain itu, dengan semakin meluasnya kemajuan di bidang komunikasi dan teknologi, serta diketemukannya dinamika proses belajar, maka pelaksanaan kegiatan pendidikan dan pengajaran semakin menuntut dan memperoleh media pendidikan yang bervariasi secara luas pula.
Bahwa lembaga penyiaran (radio) merupakan media informasi dan komunikasi yang mempunyai peran penting dalam penyebaran informasi yang seimbang dan setimpal di masyarakat, memiliki kebebasan dan tanggung jawab dalam menjalankan fungsinya sebagai media informasi, pendidikan, hiburan, kontrol serta perekat sosial.

         2.1         Saran
Demikian makalah yang dapat penulis sajikan dan semoga dapat dijadikan wacana bagi para pembaca dan penulis.Penulis juga menyadari masih banyak kekurangan dalam penulisan makalah ini dan penulis mengharapkan adanya kritik dan saran yang membangun dari para pembaca demi perbaikan makalah selanjutnya.





DAFTAR PUSTAKA
·         Yudhi, munadi.2010 media pembelajaran.jakarta : Gaung Persada
·         Sudarwan, Danim. 1995. Media Komunikasi Pendidikan. Jakarta : Bumi Aksara
·         Sadiman, A.S., Rahardjo, R., Haryono, A.,& Rahardjito. 2005. Media Pendidikan. Jakarta : PT Raja Grafindo Persada.
·         Anonim, (2006) Media Radio. from http://yustina.blog.upi.edu/2009/10/26 optimalisasi-dan-penerapan-media-radio-dalam-pendidikan ,di akses hari rabu 29 april 2015 jam 5.00
·         Oemar Hamalik.Dr.” (2011). media-pembelajaran-dalam-pendidikan-jarak-jauh. from http://aristorahadi.wordpress.com/2008. di akses hari rabu 29 april 2015 jam 5.00



 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( RPP )

Sekolah                       : SMA
Mata Pelajaran          : Bahasa Indonesia
Kelas/Semester           : 2/1
Standar Kompetensi               : Mendengarkan
1. ( memahami   wacana lisan melalui kegiatan  mendengarkan -berita)        
Kompetensi Dasar*    : 1.1.Menyimpulkan isi berita yang dibacakan dalam beberapa kalimat
Alokasi waktu             : 2 x 40 menit
                                                                                  
A.            Tujuan Pembelajaran
1.       Peserta didik dapat menunjukkan pokok-pokok berita yang didengarkan
2.       Peserta didik dapat menyarikan pokok-pokok berita menjadi isi berita
3.       Peserta didik dapat menyimpulkan isi berita dalam satu alinea

B.            Materi Pembelajaran
1.     Mendengarkan berita yang baik dan benar
2.     Ide pokok dalam berita
3.     Unsur 5W + 1H dalam berita

C.            Metode Pembelajaran
Tanya jawab, diskusi dan penugasan

D.            Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
No.
KEGIATAN
WAKTU
KETERANGAN
1.
Kegiatan awal
a.      Siswa memdengarkan penjelasan guru tentang materi yang akan dipelajari beserta indikator yang harus dikuasai siswa.
b.     Guru menggali informasi yang dimiliki siswa yang terkait dengan materi.
c.      Siswa membentuk kelompok sesuai arahan guru.
5 menit

2.
a.      Salah satu siswa yang ditunjuk guru membacakan wacana, siswa yang lain mendengarkan
b.     Masing-masing kelompok mendiskusikan sumber informasi dari wacana yang sudah dibacakan temannya dengan lengkap.
c.      Masing-masing kelompok menyimpulkan hasil diskusi, kelompok yang lain menanggapi.
d.     Guru memberikan penegasan terhadap hasil diskusi yang paling sesuai dengan wacana.
75 menit

3.
a.      Siswa dengan bimbingan guru menyimpulkan hasil diskusi dari materi yang dipelajari.
b.     Siswa dan guru mengadakan refleksi tentang kegiatan belajar mengajar hari itu.
c.      Siswa mendapatkan tugas dari guru untuk pertemuan yang akan datang.
10 menit


E.             Sumber dan Media Belajar
a.   Bagan identifikasi pengalaman
b.   Narasumber
c.    Buku Pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia


F.       Media Pembelajaran
a.    Berita dari Radio
b.    VCD
c.    Berita media massa
G.      Penilaian

A.    Penilaian Proses
1.      Teknik                      : Pengamatan
2.      Bentuk Instrumen    : Rating Scale (Skala Penilaian)
3.      Uraian                      :  Terlampir (Lampiran 2)
B.     Penilaian Hasil Belajar
1.      Teknik                      : Unjuk kerja
2.      Bentuk Instrumen    : Uraian
3.      Soal / Instrumen       : Terlampir (Lampiran 3)

G.  Format Penilaian

No
Nama
Aspek Penilaian
Perfomance dalam proses pembelajaran
Ketepatan dalam menganalisis pokok-pokok isi berita
Ketepatan dalam menyimpulkan isi berita
·     Kurang
·     Tepat   
·     Sangat Tepat              
·     Kurang
·     Tepat   
·     Sangat Tepat              
·    Kurang
·    Tepat   
·    Sangat Tepat              


Keterangan :
KKM                           :  70
Kurang tepat               :  <70
Tepat                           :  70-85
Sangat Tepat               :  85-100

Rumus Penghitungan :



H.  Hasil Analisis Belajar dan Program Tindak Lanjut
      a.   Pengayaan
            Siswa yang tuntas dalam KD ini diberikan pengayaan (tugas praktik).
      b.   Remedi
            Siswa yang belum tuntas dalam KD ini diberikan remedial (tugas teori dan praktik) sesuai kompetensi yang belum tuntas.


Mengetahui,
Kepala SMA



Drs. Sukanan Widaryanto, M.Pd.
NIP 196205121982011007

Batang, 14 Juli 2010
Guru Mata Pelajaran.



Slamet Rozikin, S.Pd.
NIP 196304011985011001


























Lampiran 1


Bogor: Puluhan warga Kota Bogor, Jumat (11/1) menurunkan dan membakar baliho dan spanduk-spanduk berukuran besar para calon wali kota dan pasangannya yang saat ini sudah terpasang di semua ruas jalan utama dan perumahan di Kota Bogor.
Sedikitnya ada 25 baliho dan sebanyak empat spanduk-spanduk yang diturunkan dan dibakar massa. Aksi ini dipimpin Syarief Muhamad Noor, salah seorang tokoh masyarakat di Bogor.
Mereka melakukan aksi ini karena menganggap baliho dan spanduk-spanduk itu telah mengganggu pemandangan dan belum tiba saatnya untuk kampanye Pilkada Bogor yang baru akan berlangsung April 2009 mendatang.
Dalam aksinya, massa secara beriringan memutari seluruh area Kota Bogor dan menurunkan satu persatu baliho dan spanduk tersebut.
Dari puluhan baliho yang diturunkan dan dibakar itu banyak diantaranya mempampang wajah Dody Rosadi, yang kini masih menjabat Sekertaris Daerah Kota(Sekdakot) Bogor mendampingi Wali Kota sekarang Diani Budiarto. "Ini kan belum saatnya.
Selain itu juga merusak keindahan kota dan pemandangan. Seharusnya Pak Dody selaku Sekda, paham hal ini," kata Noor.






























Penilaian Proses (Lampiran 2)
Selama proses KBM siswa yang kurang respon atau pasif, perlu mendapat perhatian (guru sebagai konseling) supaya siswa tersebut dapat mengubah sikapnya. Bila sudah disosialisasikan, baru guru memberikan penilai sikap siswa dengan format berikut.

No
Aspek yang Dinilai
skor
1
Memperhatikan penjelasan guru/ wacana lisan (tv/ cd/ teman)
  1.  sangat sering
  2.  sering
  3.  cukup sering
  4.  kurang sering

4
3
2
1
2
Semangat dan berani mempresentasi hasil kerja di depan kelas.
  1. sangat sering
  2. sering
  3. cukup sering
  4. kurang sering

4
3
2
1
3
Berani dan sopan berkonsultasi kepada guru tentang hasil kerjanya.
  1. sangat sering
  2. sering baik
  3. cukup sering
  4. kurang sering

4
3
2
1
4
Aktif mengerjakan tugas dalam proses KBM.
  1. sangat sering
  2. sering
  3. cukup sering
  4. kurang sering

4
3
2
1
5
Mengumpulkan tugas/hasil kerja tepat waktu.
  1. sangat sering
  2. sering
  3. cukup sering
  4. kurang sering

4
3
2
1

Jumlah
16

RUMUS PEROLEHAN NILAI =
Jumlah skor yang diperoleh               x 100  =  16      x 100  = 100
                                    16                                               16
Penilaian Hasil Belajar (lampiran 3)

1.     Tulislah  pokok-pokok berita yang terdapat dalam teks berita yang dibacakan !
2.     Tulislah simpulan isi berita yang kamu dengarkan ke dalam satu alinea!
                                   
           

Rubrik Penilaian :

Skor maksimal
Butir Soal
No
1-3



1-3
Tulislah  pokok-pokok berita yang terdapat dalam teks berita yang dibacakan !


Tulislah simpulan isi berita yang kamu dengarkan ke dalam satu alinea
1



2
6
Jumlah


Kriteria Penilaian
Soal Nomor 1 :
1.       Apabil Peserta didik menjawab satu dari tiga pokok berita 3
2.       Apabila hanya dua yang benar  2
3.       Apabila Peserta didik menjawab lengkap dan benar 1
Soal Nomor 2 :
1.       Apabila Peserta didik menjawab benar nilai 3
2.       Apabila Peserta didik menjawab kurang sempurna nilai 2
3.       Apabila Peserta didik salah diberi nilai 1

Penghitungan nilaian Akhir : Perolehan skor   x  100  =  6      × 100 = 100
                                                              Skor Maksimum                            6





0 Comments

Posting Komentar

Copyright © 2009 MULTIMEDIA PEMBELAJARAN 2012 C All rights reserved. Theme by Laptop Geek. | Bloggerized by FalconHive.