0
Media Pembelajaran Tape Recorder
Posted by Unknown
on
20.02
TUGAS KELOMPOK
MAKALAH
“ Pembelajaran Multimedi Tentang Media Pembelajaran Tape Recorder”
Dosen
Pengampuh : Mindaudah, M. Pd
Tugas
Mata Kuliah
Pembelajaran
Multimedia
Disusun
oleh :
1.
Efi Lisnawati (
126735
)
2.
Fauziyatul
Mahbubah (
126742 )
3.
Jenifer Aulia ( 126767 )
4.
Sinta Dwita Sari ( 126739 )
Program Pendidikan Bahasa dan Sastra
Indonesia
Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu
Pendidikan
Persatuan Guru Republik Indonesia
Jombang
2015
Kata Pengantar
Bismilahirrohmannirrohim
Segala puji
dan syukur penyusun panjatkan kehadirat Allah SWT. Karena dengan izin dan
ridho-Nya kami dapat menyelesaikan makalah
“Media Pembelajaran Tape Recorder”.
Sholawat dan
salam semoga tetap dilimpahkan kepada junjungan Nabi Muhammad SAW yang telah
membawa kedamaian dan rahmat bagi semesta alam.
Makalah Media Pembelajaran Tape Recorder dalam
diskusi ini disusun untuk memenuhi tugas kelompok dari mata Kuliah Pembelajaran Multimedia. Dan terima kasih kami ucapkan kepada dosen
pembimbing mata kuliah Pembelajaran
Multimedia yang telah membimbing dan membantu penulis dalam
menyelesaikan makalah ini dan kepada segenap pihak yang telah memberikan
bimbingan serta arahan selama penulisan makalah ini.
Penulis
selalu berharap makalah ini bebas dari kekurangan dan kesalahan, namun selalu
ada yang kurang. Oleh karena itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang
membangun agar makalah ini dapat lebih baik lagi.
Akhirnya
kepada Allah jua penyusun memohon ampun, kalau sampai terjadi kesalahan dan
kekurangan dalam penyusunan makalah
ini. Besar harapan kami atas masukan guna perbaikan isi materi dari makalah ini.
Semoga apa
yang kami susun bermanfaat.
Amien ya Robal’alamin.
Jombang, Mei 2015
Penulis,
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Saat ini telah banyak muncul media
pembelajaran yang semakin canggih seiring berjalannya waktu. Hal tersebut
memudahkan para guru dalam proses belajar mengajar di kelas, sehingga murid
akan mendapatkan hasil yang maksimal dalam menerima materi yang ada. Setiap
murid mempunyai karakteristik sendiri- sendiri dalam menerima/ merespon materi
pelajaran yang disampaikan guru.
Di antara mereka ada yang dapat
memaksimalkan penerimaan materi pelajaran yang disampaikan guru secara auditif
(mendengarkan). Adapula yang dapat menangkap materi pelajaran secara maksimal
jika materi disampaikan secara visual (melihat). Namun yang paling banyak
terjadi adalah campuran antara audio dan visual (melihat dan mendengar).
Dikarenakan berbagai perbedaan individu yang ada, seorang guru harus pintar
dalam menggunakan berbagai metode pembelajaran beserta media yang digunakan,
sehingga semua siswa bisa terlayani dengan baik.
Salah satu media pembelajaran yang dapat digunakan adalah tape recorder. Audio cassette atau tape recorder merupakan media audio dengan alat perekam. Tape recorder ini sangat cocok untuk pembelajaran menyimak, sehingga menguntungkan bagi siswa yang cenderung belajar secara auditif. Sedangkan siswa yang memiliki cara belajar secara visual atau audio-visual bisa menggunakan media pembelajaran lain yang sesuai. Dari serangkaian penjabaran di atas, penulis mempunyai inisiatif dengan menulis makalah yang berjudul “Media Pembelajaran Tape Recorder”.
Salah satu media pembelajaran yang dapat digunakan adalah tape recorder. Audio cassette atau tape recorder merupakan media audio dengan alat perekam. Tape recorder ini sangat cocok untuk pembelajaran menyimak, sehingga menguntungkan bagi siswa yang cenderung belajar secara auditif. Sedangkan siswa yang memiliki cara belajar secara visual atau audio-visual bisa menggunakan media pembelajaran lain yang sesuai. Dari serangkaian penjabaran di atas, penulis mempunyai inisiatif dengan menulis makalah yang berjudul “Media Pembelajaran Tape Recorder”.
B. Rumusan Masalah
Masalah yang dibahas dalam makalah ini dapat dirumuskan
sebagai berikut.
1. Apakah hakekat media pembelajaran audio
tape recorder ?
2. Bagaimanakah sejarah audio tape recorder
?
3. Apa sajakah jenis-jenis audio tape
recorder ?
4. Apakah kelebihan dan kekurangan
audio tape recorder dalam pembelajaran ?
5. Apa fungsi audio tape recorder ?
C. Tujuan
Tujuan penyusunan makalah ini adalah hal-hal berikut :
1.
Untuk mengetahui hakekat media pembelajaran audio tape
recorder
2.
Untuk mengetahui sejarah audio tape recorder
3.
Untuk mengetahui jenis-jenis audio tape recorder
4.
Untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan audio tape
recorder dalam pembelajaran
5.
Untuk mengetahui fungsi audio tape recorder
BAB II
PEMBAHASAN
A. Hakikat Media Pembelajaran Audio Tape Recorder
Media berasal dari bahasa latin merupakan
bentuk jamak dari “Medium” yang secara harfiah berarti “Perantara” atau
“Pengantar” yaitu perantara atau pengantar sumber pesan dengan penerima pesan.
Sedangkan Audio merupakan, sesuatu yang
berkaitan dengan indra pendengar, dimana pesan yang disampaikan dituangkan
dalam lambang-lambang, baik verbal (kedalam kata-kata atau bahasa lisan) maupun
non verbal (musik, instrumen, dsb).
Jadi media audio adalah sarana yang digunakan untuk menyampaikan
pesan atau rangkaian pesan materi pembelajaran melalui suara - suara ataupun
bunyi yang direkam menggunakan alat perekam suara, kemudian diperdengarkan
kembali kepada peserta didik dengan menggunakan sebuah alat pemutarnya. Media audio merupakan sumber bahan
ajar yang ekonomis, menyenangkan dan mudah disiapkan untuk oleh seseorang
pendidik untuk menyampaikan ilmu kepada peserta didik. Media audio ini jika
digunakan secara baik dan tepat, maka program ini akan dapat di produksi atau
didistribusi dengan biaya yang relative murah. Akan tetapi bila tidak di desain
dan digunakan dengan baik, malah akan mengganggu dalam kegiatan pembelajaran
siswa.
Media audio dengan alat perekam sering
disebut Audio cassette atau Tape Recorder. Pengertian audio Tape Recorder
menurut Akhmad Sudrajat, 2008 http://akhmadsudrajat.wordpress.com, 02 Mei 2015, 16:30, merupakan alat
perekam yang menggunakan pita dalam kaset, pita tersebut digulung-gulung pada
kumparan yang berada didalam kotak yang disebut kaset. Dalam pembelajaran,
pesan dan isi pelajaran dapat direkam melalui kaset tersebut sehingga hasil
rekaman itu bisa diputar kembali pada saat yang diinginkan. Pesan dan isi
pelajaran itu dimaksudkan untuk merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan
kemajuan siswa sebagai upaya mendukung terjadinya proses belajar.
B.
Sejarah Tape Recorder
Awal terciptanya alat perekam atau yang
disebut dengan Audio Cassette atau Tape Recorder adalah berawal dari
ditemukannya sebuah alat phonograph yang oleh Thomas Edison pada tahun 1877.
Alat phonograph merupakan ujung tombak penemuan teknologi audio di mana suara
sudah bisa direkam ke dalam suatu alat. Dengan tabung silinder (wax cylinder)
yang dibungkus oleh material yang halus seperti lilin yang merupakan media
untuk dapat merekam suara ke dalam satu media. Untuk melakukan play back,
diperlukan alat yang seperti jarum pada phonograph yang diguratkan pada
silinder tadi, dan akan menghasilkan getaran yang secara mekanik akan
menghasilkan suara pada corong phonograph.
Magnetic recording diperkenalkan oleh
Valdemar Poulsen dengan menggunakan telegraphone pada tahun 1898. Dengan
menggunakan kekuatan magnet, media yang bergerak secara konstan dengan kecepatan
yang konstan pula melewati “head” perekam. Sinyal elektrik yang secara analog
menjadi suara yang ingin direkam, melewati head tadi dan menghasilkan pola
magnet yang serupa dengan sinyal yang menghasilkan suara yang lebih baik dari
teknologi sebelumnya.
Tape Recorder mulai dikembangkan di Jerman
tahun 1932. Titik awalnya pada saat hari Natal 1932, di mana British
Broadcasting Corporation kali pertama digunakan para profesional untuk situasi
tertentu. Pita yang semakin kecil dengan suara stereo yang sudah baik, membuat
para seniman musik sudah dapat melakukan rekaman dengan dukungan alat yang
sudah makin ringkas. Di akhir tahun 1990-an, digital recording sudah mulai
menjadi standar industri rekaman. Dan kini, di era milenium, semuanya semakin
mudah, ringkas, canggih, dan praktis. Perangai pita rekaman yang tadinya besar
bukan main sudah diringkas rnenjadi harddisk dan corong phonoautogruph disulap
menjadi speaker dengan teknologi kinetik yang canggih.
Kini perkembangan teknologi audio sudah serba digital. Ini berarti semakin ringkas alat-alat untuk bisa menghasilkan studio recording, dan semakin mudah untuk merawat dan memaintain-nya. Pada masa analog, untuk merekam suara mentah pada saat tracking harus di simpan pada pita 2 inch, yang kini sudah bertransformasi menjadi harddisk yang bentuknya kecil dan tidak menghabiskan tempat.
Kini perkembangan teknologi audio sudah serba digital. Ini berarti semakin ringkas alat-alat untuk bisa menghasilkan studio recording, dan semakin mudah untuk merawat dan memaintain-nya. Pada masa analog, untuk merekam suara mentah pada saat tracking harus di simpan pada pita 2 inch, yang kini sudah bertransformasi menjadi harddisk yang bentuknya kecil dan tidak menghabiskan tempat.
C.
Jenis- jenis Tape Recorder
a. Phonograph yaitu perekam suara
dengan menggunakan vinyl (piringan hitam) sebagai media penyimpan hasil
rekamannya.
b. Tape cassette yaitu alat perekam
suara menggunakan format pita kaset berukuran 2 inch yang dapat merekam dengan
durasi hingga 1 jam di setiap sisinya. Kualitasnya cukup baik namun kerap kali
terjadi penurunan kualitas suara yang dihasilkan ketika pita kaset mengalami
gangguan, kotor atau rusak sebagai media penyimpannya.
c. Walkman hampir sama dengan pemutar
musik portabel pertamanya, hanya saja lebih praktis karena lebih mudah dibawa
kemana-mana.
d. Compact Disc (CD) yang diputar
dengan media pemutar portable yaitu;
VCD, DVD atau discman.
e. MP3 Player dan IPod sebagai proses
digitalisasi terhadap format rekaman musik analog, lagu atau musik digital
mempunyai beraneka ragam format yang bergantung pada teknologi yang digunakan.
http://aminnatul-widyana.blogspot.com/2015/05/media-pembelajaran-tape.html
D.
Langkah- langkah Penggunaan Media
Tape Recorder dalam menyampaikan bahan ajaran, terdapat beberapa langkah yang
harus dilakukan, yaitu :
Daryanto (2011 : 49-52) menjelaskan
ada beberapa langkah (secara umum) yang perlu diketahui dalam memanfaatkan
media Audio Tape Recorder untuk kegiatan pembelajaran. Langkah- langkah
tersebut meliputi :
1) Persiapan
Dalam langkah persiapan, ada beberapa
hal yang perlu dilakukan guru, yaitu sebagai berikut.
Siapkan mental peserta didik agar
dapat berperan serta secara aktif sehingga paling lambat sehari sebelumnya hal
itu (rencana kegiatan pembelajaran dengan memanfaatkan media audio tape
recorder) harus sudah diberitahukan kepada mereka. Kemudian, pastikan bahwa
peralatan yang akan digunakan untuk menampilkan program (tape recorder), dapat
berfungsi dengan baik.
a) Jika memanfaatkan media audio,
pastikan bahwa topik yang akan dibahas tersedia kasetnya dan usahakan guru
telah mem-preview-nya terlebih dahulu
sebelum menyajikan untuk kepentingan pembelajaran.
b) Pastikan bahwa di ruangan tempat
kegiatan pembelajaran tersedia power listrik yang dibutuhkan untuk memutar program.
c) Ruangan hendaknya sudah diatur
sedemikian rupa (cahaya, ventilasi, pengaturan tempat duduk, dan ketenangan)
sehingga peserta didik dapat mengikutinya dengan nyaman.
d) Jika memrlukan LKS atau bahan
penyerta. Pastikan bahwa keduanya telah tersedia dengan jumlah yang mencukupi.
2) Pelaksanaan
Pada langkah pelaksanaan, hal- hal
yang harus dilakukan antara lain sebagai berikut.
a) Jika menggunakan media audio tape
recorder sudah berada di tempat pemutarnya dan tinggal menekan tombol “play” atau “on”.
b) Usahakan peserta didik sudah berada
di tempat kegiatan pembelajaran (standbay),
setidaknya 15 menit sebelum kegiatan pembelajaran dimulai dengan alat tulis,
modul/ buku, LKS dan kelengkapan belajar lainnya.
c) Jelaskan kepadamereka tentang jenis
mata pelajaran, topik yang akan dibahas dan tujuan pembelajaran yang ingin
dicapai.
d) Mintalah siswa untuk memperhatikan
baik- baik terhadap materi pembelajaran yang akan disampaikan melalui media
audio tape recorder, mencatat bagian- bagain yang dianggap penting serta
mengikuti berbagai intruksi (perintah) yang akan disampaikan lewat media audio
tape recorder.
e) Putarkan program audio tape recorder
dengan memijit tombol “Play”.
f) Usahakn suasana tetap tenang/
kondusif selama pemutaran program media.
g) Perhatikan dan catat berbagai reaksi
peserta didik selama mereka mengikuti kegiatan pembelajaran dengan memanfaatkan
program audia tape recorder.
h) Di samping sebagai nara sumber,
pendidik juga sekaligus sebagai fasilitator.
Dalam
hal ini, pendidik juga berkewajiban untuk memfasilitasi peserta didik agar
mereka dapat mengikuti kegiatan pembelajaran dengan baik dan maksimal. Setelah
pemutaran program selesai, matikanlah alat pemutar dan mintalah siswa untuk
tetap tenang di tempatnya masing- masing. Kemudian, peserta didik siap untuk
mengikuti kegiatan pembelajaran berikutnya.
Jika
ada pertanyaan- pertanyaan yang harus dijawab oleh peserta didik atau tugas-
tugas singkat yang harus dikerjakan selama mendengarkan program, mintalah
peserta didik untuk mengumpulkan lembar jawaban atau lembar tugas tersebut.
3) Tindak lanjut
Pada langkah tindak lanjut, hal- hal
yang harus diperhatikan, antara lain sebagai berikut.
a) Mintalah peserta didik untuk
menceritakan ringkasan materi pembelajaran yang berhasil mereka serap selama
mendengarkan program media audio.
b) Mintalah peserta didik untuk
menanyakan berbagai hal yang dianggap sulit (yang berhubungan dengan materi
pembelajaran yang baru saja mereka pelajari melalui media audio).
c) Sebelum anda menjawab pertanyan-
pertanyaan yang diajukan oleh peserta didik, terlebih dahulu berikan kesempatan
kepada sesama peserta didik untuk mendiskusikan jawabannya. Peran pendidik di
sisni adalah sebagai fasilitator.
d) Jika seluruh pertanyaan sudah
berhasil dijawab oleh teman- teman sesama peserta maka anda tidak perlu
menjawab lagi. Tugas anda adalah sebatas menjawab pertanyaan- pertanyaan yang
belum terjawab selama berlangsungnya diskusi.
e) Berikan tes untuk mengukur tingkat
keberhasilan peserta didik dalam mengikuti kegiatan pembelajaran melalui
pemanfaatan audio.
f) Jika ada tugas- tugas atau PR yang
harus dikerjakan sampaikanlah sebelum peserta didik meninggalkan tempat.
E.
Kelebihan dan kekurangan Audio Tape Recorder
dalam Pembelajaran
Setiap media pembelajaran mempunyai kelebihan dan kekurangan masing- masing. Arsyad (2013 : 47) merincikan beberapa kelebihan dan kekurangan dari media audio Tape Recorder adalah sebagai berikut:
Setiap media pembelajaran mempunyai kelebihan dan kekurangan masing- masing. Arsyad (2013 : 47) merincikan beberapa kelebihan dan kekurangan dari media audio Tape Recorder adalah sebagai berikut:
Kelebihan Audio Tape Recorder (ATR) adalah sebagai berikut :
1) Tape Recorder sudah menjadi
peralatan yang sangat lumrah dalam rumah tangga, sekolah, mobil, bahkan
kantongan (walkman). Karena harga yang cenderung terjangkau oleh seluruh
lapisan masyarakat, ketersediannya dapat diandalkan
2) Rekaman dapat digandakan perorangan
sehingga pesan dan isi pelajaran dapat berada di beberapa tempat pada waktu
yang bersamaan
3) Merekam peristiwa atau isi pelajaran
untuk digunakan kemudian, atau merekam pekerjaan siswa sendiri dapat dilakukan
dengan media audio
4) Rekaman memberikan kesempatan kepada
siswa untuk mendengarkan diri sendiri sebagai alat diagnosis guna membantu
meningkatkan keterampilan mengucapkan, membaca, dan mengaji atau berpidato
5) Pengoperasiaan tape recorder relatif
mudah
Selain
itu, setiap media pembeljaran tentu juga memiliki kelemahan dan keterbatasan.
Arsyad (2013 : 47) juga menyebutkan bahwa terdapat 2 keterbatasan utama dalam
menggunakan Tape Recorder untuk media pembelajaran ini, yaitu :
1) Dalam
suatu rekaman, sulit menentukan lokasi suatu pesan atau informasi. Jika pesan
atau informasi itu berada di tengah- tengah, maka akan memakan waktu lama untuk
menemukannya
2) Kecepatan
merekam dan pengaturan trek yang bermacam- macam menimbulkan kesulitan untuk
memainkan kembali rekaman yang direkam pada suatu mesi perekam yang berbeda
dengannya.
F.
Fungsi Tape Recorder
Pada umumnya fungsi Tape Recorder adalah sebagai berikut:
1) Meningkatkan komunikasi audio.
2) Membuat suasana belajar lebih mantab
dan komunikatif
3) Mengembangkan apresiasi dan
imajinasi siswa terhadap hal-hal yang disajikan
4) Dapat merangsang partisipasi aktif
pendengarnya
5) Sangat tepat untuk materi musik dan
bahasa
6) Mengatasi batas waktu dan ruang
Secara
khusus media audio Tape Recorder sangat berkaitan dengan pembelajaran Bahasa
Indonesia terutama dalam pembelajaran mendengarkan cerita atau dongeng. Dalam
pengajaran bahasa, guru dituntut dalam berkomunikasi. Salah satu bentuk
komunikasi adalah teknik bercerita. Dengan radio dan Tape Recorder guru akan
lebih memotivasi siswa dalam pembelajaran serta mengurangi tingkat kebosanan
siswa dalam pembelajaran.
Dongeng
yang diceritakan melalui radio memberikan kesan yang lebih menarik karena sudah
disempurnakan dengan kombinasi suara yang dapat menambah motivasi siswa untuk
mendengarkan cerita.
http://aminnatul-widyana.blogspot.com/2015/05/media-pembelajaran-tape.html
BAB III
PENUTUP
A.
Simpulan
1. Media audio adalah sarana
yang digunakan untuk menyampaikan pesan atau rangkaian pesan materi
pembelajaran melalui suara - suara ataupun bunyi yang direkam menggunakan alat
perekam suara, kemudian diperdengarkan kembali kepada peserta didik dengan
menggunakan sebuah alat pemutarnya.
2. Awal terciptanya alat perekam atau
yang disebut dengan Audio Cassette atau Tape Recorder adalah berawal dari ditemukannya
sebuah alat phonograph yang oleh Thomas Edison pada tahun 1877. Alat phonograph
merupakan ujung tombak penemuan teknologi audio di mana suara sudah bisa
direkam ke dalam suatu alat. Dengan tabung silinder (wax cylinder) yang
dibungkus oleh material yang halus seperti lilin yang merupakan media untuk
dapat merekam suara ke dalam satu media. Untuk melakukan play back, diperlukan
alat yang seperti jarum pada phonograph yang diguratkan pada silinder tadi, dan
akan menghasilkan getaran yang secara mekanik akan menghasilkan suara pada
corong phonograph. Tape Recorder mulai dikembangkan di Jerman tahun 1932. Titik
awalnya pada saat hari Natal 1932, di mana British Broadcasting Corporation
kali pertama digunakan para profesional untuk situasi tertentu.
3. Jenis-jenis Tape Recorder ada 5,
antara lain: Phonograph, Tape cassette, Walkman, CD, dan MP3 Player.
4. Audio Tape Recorder mempunyai
beberapa kelebihan dan kekurangan. Salah satu kelebihan Audio Tape Recorder
salah satunya adalah memiliki fungsi ganda, karena dapat menyajikan hasil
rekaman, dapat merekam, dan dapat menghapus rekaman. Dan salah satu
kekurangannya adalah daya jangkaunya terbatas.
5. Pada umumnya fungsi Tape Recorder
adalah sebagai berikut : (1) Meningkatkan komunikasi audio, (2) Membuat suasana
belajar lebih mantab dan komunikatif, (3) Mengembangkan apresiasi dan imajinasi
siswa terhadap hal-hal yang disajikan, (4)Dapat merangsang partisipasi aktif
pendengarnya, (5) Sangat tepat untuk materi musik dan bahasa, (6) Mengatasi
batas waktu dan ruang.
Daftar
Pustaka
Arsyad, Azhar. 2013. Media Pembelajaran. Jakarta. Rajawali
Press
Daryanto,
2011. Media Pembelajaran. Bandung :
PT. SARANA TUTORIAL NURANI SEJAHTERA
LAMPIRAN
( RPP )
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
|
NAMA SEKOLAH
|
:
|
|
|
MATA PELAJARAN
|
:
|
BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
|
|
KELAS
|
:
|
XI
|
|
SEMESTER
|
:
|
GANJIL
|
|
TAHUN PELAJARAN
|
:
|
|
A.
Standart
Kompetensi
Berbicara
2. Mengungkapkan secara lisan informasi hasil membaca dan wawancara
B.
Kompetensi
Dasar
2.2 Menjelaskan hasil wawancara tentang tanggapan narasumber terhadap
topik tertentu
C.
Indikator
|
Indikator
|
Nilai
Karakter
|
|
|
2.2.1
2.2.2
2.2.3
|
Mampu mencatat
pokok- pokok hasil wawancara topik tertentu
Mampu membuat
rangkuman hasil wawancaradengan kalimat yang efektif.
Mampu
menyampaikan rangkuman hasil wawancara
|
F
Mandiri
F
Kreatif
F
Komunikatif
|
D.
Tujuan
Pembelajaan
Selama dan setelah mempelajari KD 2.2,
Siswa dapat :
1. Mencatat pokok-pokok hasil dari suatu kegiatan wawancara tentang topic
tertentu.
2. Membuat rangkuman suatu wawancara
dengan menggunakan kalimat yang efektif.
3. Menyampaikan rangkuman hasil suatu wawancara.
E. Materi Pembelajaran
Sumber Buku :
Adi A.R, Aminudin, Yudi Irawan . Aktif
dan Kreatif Berbahasa Indonesia Kelas XI Jakarta Pusat PT Jepe Press Media Utama 2008. Halaman 31 – 39
LKS Bahasa indonesia
kela XI semester ganjil 22 – 25
Wawancara
A.
Pengertian
Wawancara
1.
Pengertian
Wawancara
adalah kegiatan tanya-jawab yang
biasanya telah direncanakan sebelumnya
B.
Pihak-pihak
yang terlibat dalam proses wawancara
1.
Pewawancara
Pewawancara
adalah orang yang bertujuan memperoleh informasi melalui wawancara
2.
Diwawancarai
(Narasumber)
Narasumber
adalah orang yang memberi informasi
C.
Hal-hal
yang harus dilakukan oleh pewawancara antara lain,
1. Menentukan
narasumber atau tokoh yang akan diwawancarai
2. Menyusun
pertanyaan
3. Membuat
kesepakatan waktu wawancara dengan
narasumber
4. Menentukan
tempat wawancara dengan narasumber
Pewawancara
yang baik adalah pewawancara yang dapat menceritakan kembali secara ringkas
isi wawancara yang telah dilakukan.
Rangkuman hasil wawancara tersebut selanjutnya disampaikan kepada orang lain.
D. Hal-hal yang perlu
diperhatikan agar penyampaian wawancara mudah dipahami
1. Gunakan
bahasa yang baik dan mudah dipahami
2. Kutip
pertanyaan narasumber untuk mendukung hasil rangkuman
3. Bersikap
objektif terhadap tanggapan yang telah disampaikan oleh narasumber
E. Format Susunan Laporan Hasil
Wawancara:
BAB I PENDAHULUAN
1) Latar Belakang
2) Tujuan
BAB II ISI LAPORAN
1) Pelaksanaan
2) Pewawancara
3) Narasumber
4) Topik atau tema wawancara
5) Waktu dan tempat pelaksanaan
wawancara
6) Transkip Hasil Wanwancara
7) Analisis Hasil Wawancara
BAB III PENUTUP
1) Simpulan
2) Saran
F.
Metode Pembelajaran
1.
Ceramah
2. Tanya
Jawab
3. Diskusi
4. Penugasan
5. Preesntasi
F.
Langkah-langkah
pembelajaran
|
TAHAP
|
KEGIATAN
PEMBELAJARAN
|
METODE
|
WAKTU
|
|
|
Pertemuan
I
|
|
|
|
PEMBUKA
(Apersepsi)
|
F Guru mengomentari salah satu gaya
hidup yang sedang tren di masyarakat atau kalangan remaja pada umumnya.
Misalnya, banyak remaja putri yang menggilai dunia sepakbola, artis yang menikah dalam usia muda,
pejabat melakukan poligami. Guru
meminta pendapat beberapa siswa tentang fenomena tersebut.
F Guru
mengajak siswa untuk mendengarkan tanggapan pakar atau tokoh masyarakat
tentang persoalan tersebut yang terungkap dalam suatu wawancara. (Guru
memperdengarkan/membacakan penggalan dialog wawancara)
|
F Ceramah
|
15
menit
|
|
INTI
|
|
||
|
& Eksplorasi
Dalam
kegiatan eksplorasi :
F Guru menyampaikan materi tentang bagaimana
mewawancara seseorang sesuai topic tertentu
F Siswa menyaksikan simulasi adegan wawancara
dan mencermati pertanyaan serta jawaban narasumber(Media)
F Siswa menjawab beberapa pertanyaan seputar topik dan
latarbelakang jalannya wawancara.
& Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi :
F Siswa ditugasi Berperan sebagai pewawancara atau orang
yang diwawancarai sesuai topic
tertentu
F Menanggapi kekurangan pada praktik wawancara yang dilakukan oleh teman
F Siswa ditugasi mencari contoh artikel dialog wawancara dan membuat rangkuman tanggapan narasumber
atas topik yang dibicarakan
F Siswa
membaca penggalan-penggalan teks wawancara dan mendiskusikan maksud tanggapan
narasumber terhadap pertanyaan yang diajukan.
Setelah selesai, secara bergantian wakil kelompok ke depan kelas untuk mempresentasikan
jawabannya.
F Secara
berkelompok siswa membuat persiapan
wawancara: menentukan topik, narasumber, dan membuat daftar pertanyaan wawancara.
& Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi,
Siswa:
F Menyimpulkan
tentang hal-hal yang belum diketahui
F Menjelaskan
tentang hal-hal yang belum diketahui.
F Siswa
melakukan wawancara ( dilakukan di luar jam)
|
F ceramah
F inkuiri
F presentasi
F cramah
F tanya jawab
F inkuiri
|
60 menit
|
|
|
PENUTUP
(Internalisasi dan
refleksi)
|
F Siswa menjawab
soal-soal Kuis Uji Teori untuk mereview konsep-konsep penting yang telah dipelajari
F Siswa diajak merefleksikan nilai-nilai serta kecakapan hidup (live skill) yang bisa dipetik dari pembelajaran
|
F Tanya Jawab
F Ceramah
|
15
menit
|
TAHAP
|
KEGIATAN PEMBELAJARAN
|
METODE
|
WAKTU
|
|
|
Pertemuan ke-2
|
|
|
|
PEMBUKA
(Apersepsi)
|
F Guru
menjelaskan Tujuan Pembelajaran hari ini.
F Guru
mengasah kemampuan siswa dengan metode tanyajawab pemahaman tentang kegiatan
wawancara.
F Guru
mengajak siswa untuk mendengarkan tanggapan pakar atau tokoh masyarakat
tentang persoalan tersebut yang terungkap dalam suatu wawancara. (Guru memperdengarkan/membacakan penggalan dialog wawancara)
|
F Ceramah
F Ceramah
|
15
menit
|
|
INTI
|
& Eksplorasi
Dalam
kegiatan eksplorasi :
F Mengamati
contoh wawancara yang di sediakan oleh guru melalui media untuk diambil
intisari pembahasan
F Siswa mempersiapkan rekaman/transkrip
dialog hasil wawancara.
& Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi :
F Siswa
membuat rangkuman hasil wawancara dengan menjelaskan tanggapan narasumber
tentang topik-topik tertentu
F Wakil
setiap kelompok ke depan kelas untuk mempresentasikan rangkuman dan tanggapan
narasumber tentang topik-topik tertentu dari hasil wawancara yang dilakukan
F Guru memberikan apresiasi dan ulasan atas
presentasi hasil kerja setiap kelompok.
& Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi,
Siswa:
F Menyimpulkan
tentang hal-hal yang belum diketahui
Menjelaskan
tentang hal-hal yang belum diketahui.
|
inkuiri
Tanya
jawab
Disskusi
Ceramah
Ceramah
|
60
menit
|
|
PENUTUP
(Internalisasi dan
refleksi)
|
F Siswa menjawab
soal-soal Kuis Uji Teori untuk mereview konsep-konsep penting yang telah dipelajari
F Siswa diajak merefleksikan nilai-nilai serta kecakapan hidup (live skill) yang bisa dipetik dari pembelajaran
|
Tanya
Jawab
Ceramah
|
15
menit
|
H. Media dan Sumber Belajar
1.
Media : alat rekaman/ video
2.
Buku
informasi (Lampiran 1)
3.
Sumber
Belajar : Adi
A.R, Aminudin, Yudi Irawan . Aktif
dan Kreatif Berbahasa
Indonesia Kelas
XI Jakarta Pusat PT Jepe Press Media Utama 2008.
LKS
Bahasa indonesia kela XI semester ganjil
I.
Penilaian
A.
Penilaian
Proses
1. Teknik
: Unjuk Kerja
2. Bentuk
Instrumen : Uraian
3. Soal/Uraia : Terlampir (Lampiran 2)
B.
Penilaian
Hasil Belajar
1. Teknik : Tugas Individu
2. Bentuk
Instrumen : Uraian
3. Soal
/ Instrumen : Terlampir (Lampiran 3)
J.
Rubrik Penilaian
|
No
|
Nama
|
Aspek Penilaian
|
||
|
Ketepatan menentukan pokok-pokok wawancara
|
Penggunaan kalimat efektif dalam rangkuman hasil wawancara
|
Sikap dalam kegiatan diskusi
|
||
|
·
Kurang
·
Tepat
·
Sangat
Tepat
|
·
Kurang
·
Tepat
·
Sangat
Tepat
|
·
Kurang
·
Tepat
·
Sangat
Tepat
|
||
|
Keterangan
:
KKM
: 70
Kurang
tepat
: <70
Tepat
: 70-85
Sangat
Tepat
: 85-100
|
Rumus Penghitungan :
|
Berikut ini adalah hasil wawancara penulis dengan narasumber seorang petani yakni Bapak Suleiman yang berumur 40 tahun.Tinggal di Desa Made Utara dekat lapangan, beliau adalah seorang petani cabai yang mengolah sawah di Desa Pakal.
Della : Selamat pagi Bapak, maaf mengganggu saya Della dari mahasiswi Unair ingin wawancara dengan bapak, bolehkah Pak ?
Pak Suleiman : Oh iya mbak silahkan tapi mau tanya apa ya mbak ?
Della : Bapak kira-kira pernah mendengar kata tentang globalisasi ?
Pak Suleiman : Nggak pernah dengar mbak
Della : Jadi begini Bapak globalisasi itu seperti ada TV, HP, terus misalnya di sawah
Bapak sudah ada mesin traktor.
Pak Suleiman : Oalah iya mbak, saya belum pernah dengar globalisasi
Della : Jadi berdasarkan penjelasan saya tadi tentang globalisasi yang ada TV, HP
Kira-kira kalau menyebut tentang globalisasi apa yang ada di pikiran Bapak ?
Mungkin bisa disebutkan 5 hal Bapak
Pak Suleiman : (Sambil mengepak cabai ke dalam karung) Wah saya nggak tau mbak.
Della : Oh iya Bapak tidak apa-apa, lanjut ke pertanyaan selanjutnya ya pak
Menurut Bapak globalisasi itu baik atau buruk ya pak ?misalnya kalau dilihat
dari sisi seorang petani seperti Bapak ini, misal sudah ada traktor
Pak Suleiman : Ya baik aja lah mbak , tambah maju , modern
Della : Lalu menurut Bapak kira-kira globalisasi itu bisa dihindari apa tidak ya pak ?
Pak Suleiman : Nggak bisa mbak.
Della : Nah kira-kira menurut Bapak itu nggak bisa kenapa ya pak ?
Pak Suleiman : Wah nggak tau mbak
Della : Pak kira-kira globalisasi itu menguntungkan semua pihak nggak pak atau
Menurut Bapak ada pihak yang dirugikan ?
Pak Suleiman : Diuntungkan lah mbak,
Della : Diuntungkannya seperti apa ya pak ?
Pak Suleiman : Ya kayak itu tadi mbak sudah ada traktor, nguntungin pihak-pihak PT
Della : Nah tentang traktor itu, di sawah Bapak ini apa sudah ada traktor ?
Pak Suleiman : Nggak ada mbak cuma pakai cangkul.
*Selain mengajukan pertanyaan tentang globalisasi, penulis juga menyelingi pembicaraan dengan bertanya tentang aktivitas Pak Suleiman sebagai petani cabai*
Della : Oh iya Bapak pernah mendengar tentang liberalisasi nggak pak ?
Pak Suleiman : Wah nggak pernah dengar saya mbak, saya nggak tau gitu-gituan mbak . Masih banyak toh mbak , saya Nganter cabai ini mbak.
Della : Oh iya pak ini pertanyaan terakhir , Indonesia ini kan demokrasi ya pak , nah menurut Bapak globalisasi itu positif atau negative ya pak ?
Pak Suleiman : Positif mbak.
Della : Positifnya gimana ya Pak ?
Pak Suleiman : Ya enak aja lah mbak
Della : Oh ya ya jadi menurut Bapak globalisasi itu enak ya pak, terima kasih banyak
Sudah mau menyempatkan waktu untuk saya wawancarai Bapak. Mari.
Kesimpulan
Berdasarkan wawancara secara langsung dengan
petani di lapangan, penulis menarik beberapa kesimpulan diantaranya petani
tersebut belum pernah tahu dan belum pernah mendengar tentang globalisasi
sebelumya. Saat ditanya mengenai alasan jawaban yang diberikan , petani
cenderung sedikit sulit untuk memberikan alasan karena memang belum pernah tahu
tentang globalisasi walaupun di awal penulis sudah menjelaskan sedikit tentang
makna globalisasi dengan memberikan contoh yang mudah yakni tentang adanya Tv,
HP dan mesin traktor yang berhubungan dengan kegiatan pertanian. Sehingga bisa
dikatakan bahwa globalisasi walaupun sudah terjadi sejak lama dan gencar
diperbincangkan, namun masih ada kalangan yang sama sekali belum mengetahui
mengenai istilah globalisasi, dan apabila dilihat dari sisi petani tersebut
dengan masih menggunakan alat tradisional seperti cangkul, mereka belum
merasakan dampak globalisasi secara langsung dimana pada jaman sekarang ini ada
alat berupa traktor untuk membantu mempermudah pengerjaan dalam mengolah tanah
sawah.
Penilaian
Proses (Lampiran 2)
Tugas
Kelompok :
Bentuklah kelompok masing-masing
beranggotaan 4 orang
Dengarkan dengan cermat teks wawancra yang sudah di
puatrkan di depan kelas. Diskusikan
penyelesaian soal berikut :
1. Identifikasilah
latar belakang narasumber!
2. Indentifikasi
kanlah topik- topik yang dibicarakan
dalam wawancara!
3. Simpulkan
tanggapan narasumber terhadap topic-topic yang dibicaran dalam wawancara!
4. Jelaskan
tanggapan narasumber terhadap topic-topic yang dibicarakan tersebut!
Rubrik
Penilaian :
|
NO
|
KRITERIA
|
SKOR
|
Jumlah Skor Perolehan
|
|
1
|
Ketepatan dalam mengIdentifikasilah
latar belakang narasumber
·
Tepat
·
Kurang Tepat
·
Tidak Tepat
|
80-100
65-79
10-64
|
100
|
|
2
|
Ketepatan dalam Indentifikasikanlah
topik- topik yang dibicarakan dalam
wawancara
·
Tepat
·
Kurang Tepat
·
Tidak Tepat
|
80-100
65-79
10-64
|
100
|
|
3
|
Ketepatan dalam menyimpulkan tanggapan
narasumber terhadap topic-topic yang dibicaran dalam wawancara
·
Tepat
·
Kurang Tepat
·
Tidak Tepat
|
80-100
65-79
10-64
|
100
|
|
4
|
Jelaskan
tanggapan narasumber terhadap topic-topic yang dibicarakan tersebut!
·
Tepat
·
Kurang Tepat
·
Tidak Tepat
|
80-100
65-79
10-64
|
100
|
|
Jumlah
|
|
400
|
|
RUMUS
PEROLEHAN NILAI
Penilaian
Hasil Belajar (lampiran 3)
Tugas
Individu
Jawablah
pertanyaan di bawah ini !
1) Apakah
Pengertian Wawancara ?
2)
Bagaimana Format Susunan Laporan Hasil Wawancara?
3)
Hal-hal apa saja yang
perlu diperhatikan agar penyampaian wawancara mudah dipahami?
4) Hal-hal
apa saja yang harus dilakukan oleh pewawancara antara lain,
5) Siapa
saja yang terlibat dalam proses wawancara?
Rubrik
Penilaian :
|
NO
|
KRITERIA
|
SKOR
|
|
|
1
|
Ketepatan dalam menjelaskan pengertian
wawancara
·
Tepat
·
Kurang Tepat
·
Tidak Tepat
|
80-100
65-79
10-64
|
100
|
|
2
|
Ketepatan dalam menyusun laporan
wawancara
·
Tepat
·
Kurang Tepat
·
Tidak Tepat
|
80-100
65-79
10-64
|
100
|
|
3
|
Ketepatan dalam menyampaikan Hal-hal
apa saja yang perlu diperhatikan agar penyampaian wawancara mudah dipahami
·
Tepat
·
Kurang Tepat
·
Tidak Tepat
|
80-100
65-79
10-64
|
100
|
|
4
|
Ketepatan dalam menyampaikan Hal-hal yang harus
dilakukan oleh pewawancara sebelum melakukan wawancara
·
Tepat
·
Kurang Tepat
·
Tidak Tepat
|
80-100
65-79
10-64
|
100
|
|
Jumlah
|
|
400
|
|
RUMUS
PEROLEHAN NILAI =