0
MEDIA PEMBELAJARAN DENGAN BLOG
Posted by Unknown
on
20.25
MEDIA PEMBELAJARAN DENGAN BLOG
( Multimedia Pembelajaran )
Dosen pengampu: Dra. Mindaudah, M.Pd.

Oleh:
·
M. Fathur Rohman ( 126751 )
·
M. Ulil Albab (
126783)
·
Nurul Jannah ( 126651)
BAHASA DAN SASTRA INDONESIA 2012 C.
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONEISA
JOMBANG
2015
Kata Pengantar
Rasa syukur yang dalam penulis sampaikan ke
hadirat Allah S.W.T., karena hanya berkat rahmat dan ridho-Nya penyusunan makalah ini dapat penulis
selesaikan sesuai dengan yang diharapkan.
Dalam makalah yang berjudul “Pengetahuan mengenai blog” ini, penulis membahas seluk
beluk yang berkaitan dengan blog, yaitu definisi dan fungsi blog dan macam –
macam blog. Selain itu, penulis cenderung mengupas blog sebagai media
pembelajaran. Makalah ini disusun dalam rangka memperdalam pemahaman masalah
blog yang sangat diperlukan dalam proses pembelajaran.
Seperti kata pepatah,”Tak ada gading yang tak
retak “, penulis dangat menyadari bahwa makalah yang penulis buat ini masih
jauh dari kata sempurna,karena itu penulis mengharapkan saran dan kritik yang
membangun dari pembaca untuk menyempurnakan makalah ini menjadi lebih baik
lagi. Semoga makalah ini mampu memberikan tambahan wawasan bagi pembaca dan
nilai tambah bagi para pembaca yang berkeinginan mengetahui hal-hal seputar
blog.
Jombang, 27 Maret 2015
Penulis
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB 1 PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
1.2 RUMUSAN MASALAH
1.3 TUJUAN PENULISAN
1.4METODOLOGI PEMBAHASAN
1.5 SISTEMATIKA
PEMBAHASAN
BAB 2
PEMBAHASAN
2.1 DEFINISI
BLOG
2.2 FUNGSI DAN
MANFAAT PENGGUNAAN BLOG
2.3 MACAM –
MACAM BLOG
2.4 KEUNGGULAN
PENYEDIA LAYANAN BLOG WORDPRESS.COM
2.5
LANGKAH–LANGKAH MEMBUAT SITUS BLOG
BAB 3
KESIMPULAN
DAFTARPUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar
Belakang
Peraturan pemerintah
republik indonesia nomor 74 tahun 2008 tentang guru, menjelaskan bahwa guru
sebagai pendidik profesional mengemban tugas utama mendidik, mengajar,
membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada
pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan
pendidikan menengah. Setiap guru profesional tentu akan melaksanakan tugas
tersbut dengan baik. Namun, layaknya manusia biasa, seorang guru tidak mampu
melaksanakan tugas karena halangan tertentu, salah satunya terhalang akan ruang
dan waktu dalam melaksanakan tugasnya. Misalnya karena ada sesuatu hal yang
membuat guru tidak masuk kelas sehingga kelas kosong atau siswa tidak
mendapatkan pengetahuan yang semestinya diberikan guru.
Dengan terbenturnya hal tersebut, tentu seorang guru
membutuhkan solusi agar ia tetap mampu menjalankan tugas dengan baik selayaknya
guru profesional. Salah satu hal yang dibutuhkan guru adalah sarana dalam
menyampaikan materi yang dapat diberikan secara menyeluruh di mana pun dan
kapan pun.
Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang kian
pesat dan sangat maju serta diminati dewasa ini mengacu pada sumber informasi
yang sudah tak asing lagi yakni internet. Manfaat internet sebagai salah satu
solusi untuk mengefisienkan berbagai kepentingan telah dirasakan oleh banyak
kalangan. Salah satunya melahirkan media baru yang di sebut blog. Dan salah
satu situs blog yang paling diminati adalah Word Press.
Blog dapat digunakan dalam berbagai bidang seperti ajang
untuk memperoleh beragam info ataupun berbisnis. Blog sebagai sebuah media
memiliki berbagai fasilitas sebagai sebuah website pribadi atau konstitusi. Web
blog merupakan sarana penyampaian secara online yang memiliki fasilitas dasar
internet yang mampu menembus batas ruang dan waktu.
Dengan adanya ternologi informasi dan komunikasi berupa blog
ini dapat menjawab permasalahn yang dikeluhkan oleh guru. Dengan adanya blog
guru dapat mentransfer ilmu kepada siswa tanpa harus bertatap langsung dan
tanpa terbatas waktu. Dengan begitu tidak ada lagi jam kosong karena
ketidakhadiran guru atau anggapan bahwa guru melalikan tugas karena terbentur
waktu.
1.2 Rumusan Masalah
- Apa yang dimaksud dengan blog?
- Apa yang dimaksud E-Learning?
- Bagaimana fungsi blog sebagai E-Learning?
1.2 Tujuan Penulisan
1.
Mengetahui dan memahami
hakikat/definisi blog.
2.
Mengetahui dan memahami
hakikat/definisi E-Learning.
3.
Mengetahui fungsi blog sebagai E-Learning.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1
Definisi Blog
Secara etimologi, Blog adalah kependekan dari Weblog,
istilah yang pertama kali digunakan oleh Jorn Barger pada bulan Desember
1997.Weblog sendiri merupakan singkatan dari “Logging The Web”.Jorn
Barger menggunakan istilah Weblog untuk menyebut kelompok website pribadi yang
selalu diupdate secara kontinyu dan berisi link-link ke website lain yang
mereka anggap menarik disertai dengan komentar komentar mereka sendiri dijurnal
online mereka.
Menurut wikipedia yang berbahasa Indonesia,Web log atau singkatnya
Blog, adalah sebuah aplikasi web yang memuat secara periodik tulisan-tulisan
(posting) pada sebuah webpage umum. Posting posting tersebut seringkali dimuat
dalam urutan posting secara terbalik,meskipun tidak selamanya demikian. Situs
web semacam itu biasanya dapat diakses oleh semua pengguna internet sesuai
dengan topik dan tujuan dari si pengguna blog tersebut.
Definisi Blog Versi Bloggingly Blog adalah website dengan
konten (konten bisa berupa teks, gambar, link, audio atau video) yang di-update
secara berkala serta mewakili dan berdasarkan sudut pandang ‘karakter’ tertentu
yang menjadikan kontennya khas (umumnya menggunakan sudut pandang personal).
Standarnya, konten blog diurutkan secara kronologis terbalik (konten baru di
depan, konten lama di belakang) dan dapat dikomentari.
Dari definisi-definisi diatas kita dapat menyimpulkan bahwa
:
1.
Blog itu berasal dari kata weblog
2.
Memiliki postingan-postingan yang
berupa catatan harian sampai dengan media publikasi
3.
Dan setiap postingan-postingan
tersebut terdapat komentar dari para pembacanya
4.
Bersifat kurang
formal
5.
Bersifat umum (setiap orang dapat
membacanya)
6.
Merupakan suatu komunitas
7.
Blog menggambarkan pemiliknya.
Beberapa website yang memberikan
layanan weblog bagi anggotanya:
2.1.1
Fungsi dan
Manfaat Penggunaan Blog
Blog mempunyai fungsi yang sangat
beragam, dari sebuah catatan harian sampai dengan media publikasi dalam sebuah
kampanye politik, program-program media dan korporasi. Sebagian blog dipelihara
oleh seorang penulis tunggal, sementara sebagian lainnya oleh beberapa penulis.
Banyak juga weblog yang memiliki fasilitas interaksi dengan para
pengunjungnya,yang dapat memperkenankan para pengunjungnya untuk meninggalkan
komentar atas isi dari tulisan yang dipublikasikan, namun demikian ada juga
yang yang sebaliknya atau yang bersifat non interaktif.
Berikut ini merupakan fungsi Blog
secara garis besarnya yaitu sebagai berikut.
a.
Blog
sebagai media searah: Bentuk ini hanya memaparkan
pengalaman hidup penulis,atau satu nukilan, semata-mata hanya suka-suka saja,
kemudian menutup ruang komen bagi pembaca.
b.
Blog
sebagai media dua arah:Bentuk ini serupa seperti yang
pertama,hanya saja dengan cara ini, mampu memberi peluang kepada pembaca untuk
memberi komen serta mengenali penulis seterusnya menjalin persahabatan melalui
blog itu.
c.
Blog
sebagai media berbagai Tujuan:Bentuk ini pun hanya memiliki
perbedaan tipis dengan dua bentuk diatas, jika keduanya hanya di buat dengan
seadanya, yang ini di buat dengan tujuan tertentu. Diantaranya sebagai maklumat
dan pendidikan, promosi barang jualan, dan pengiklanan.
d.
Maklumat
dan Pendidikan:Blog jenis ini hanya boleh di buat
oleh penulis yang berpendidikan ataupun yang mempunyai pengalamannya sendiri.
e.
Promosi
barang/jualan :Blog jenis ini sekiranya kita tidak
mampu membuatnya kita boleh mengupah orang lain, yang penting kita ada barang
sendiri atau pun mengedarkan barangan orang lain yang ingin kita pasarkan.
2.1.2
Macam –
macam Blog
v Macam-macam blog secara umum adalah sebagai berikut:
1.
Blog
pribadi, blog ini adalah blog yang paling
populer yang digunakan agar seseorang bisa tampil dan menjalin berhubungan di
internet.
2.
Blog
budaya, berdiskusi tentang musik, seni, teater, dan berbagai
budaya populer lainnya.
3.
Blog
topikal, fokus pada topik-topik tertentu.
Bisa yang sedang hangat atau biang tertentu.
4.
Blog
bisnis, biasanya membicarakan tentang pasar saham dan berbagi
topik bisnis lainnya.
5.
Blog ilmu
pengetahuan, biasanya digunakan untuk
medistribusikan data dan informasi.
6.
Mobile
Blog, blog yang biasa digunakan untuk membicarakan tentang
perangkat bergerak (mobile).
7.
Blog
kolaboratif, blog jenis ini adalah untuk
melakukan kerja bareng dengan orang lain. Setiap ide, perkembangan, masalah dan
berbagai hal yang berhubungan dengan kerja bareng di tulis di blog kolaboratif.
8.
Blog
penjualan, Anda bisa menjual berbagai produk
melalui blog.
9.
Forum Blog, bisa
digunakan menjadi forum di internet. Ini bisa menggantikan peran forum
yang selama ini kita gunakan.
10.
Direktori
Blog, ini adalah blog yang digunakan sebagai direktori blog blog
yang ada.
11.
Blog
Dakwah,blog yang membicarakan tentang islam, baik itu tausiyah ,
tafsir ayat atau hadist, cerita hikmah, peringatan, anjuran, dan lain
sebagainya. Yang pada intinya mengajak manusia kepada jalan yang lurus (islam).
4. Berdasarkan media yang digunakan blog dibedakan atas
:
1.
Blog yang terdiri atas kumpulan
video, disebut vlog.
2.
Blog yang terdiri atas kumpulan
link, disebut linklog.
3.
Blog yang terdiri atas kumpulan
foto, disebut photolog.
4.
Blog yang terdiri atas kumpulan artikel
dan menggunakan media campuran, disebut tumblelog.
5. Berdasarkan topik yang dibahas dalam blog, dibedakan
atas :
1.
Blog politik
2.
Blog ekonomi
3.
Blog fashion
4.
Blog pendidikan
5.
Blog spam
2.2
Pengertian
E-Learning
Sistem
pembelajaran elektronik
atau e-pembelajaran (Inggris: Electronic learning disingkat E-learning) dapat didefinisikan sebagai sebuah bentuk
teknologi informasi yang diterapkan di bidang pendidikan dalam bentuk sekolah
maya. E-learning merupakan dasar dan konsekuensi logis dari perkembangan teknologi
informasi dan komunikasi. Dengan e-learning, peserta ajar
(learner atau murid) tidak perlu duduk dengan manis di ruang kelas
untuk menyimak setiap ucapan dari seorang guru
secara langsung. E-learning juga dapat mempersingkat jadwal target waktu
pembelajaran, dan tentu saja menghemat biaya yang harus dikeluarkan oleh sebuah
program
studi atau
program pendidikan.
E-pembelajaran atau pembelajaran
elektronik pertama kali diperkenalkan oleh universitas Illinois di Urbana-Champaign dengan
menggunakan sistem instruksi berbasis komputer (computer-assisted instruction )
dan komputer bernama PLATO. Sejak itu, perkembangan E-learning dari masa ke
masa adalah sebagai berikut :
1.
Tahun 1990 : Era CBT (Computer-Based
Training) di mana mulai bermunculan aplikasi e-learning yang berjalan dalam PC
standlone ataupun berbentuk kemasan CD-ROM. Isi materi dalam bentuk tulisan
maupun multimedia (Video dan AUDIO) DALAM FORMAT mov, mpeg-1, atau avi.
2.
Tahun
1994 : Seiring dengan diterimanya CBT oleh masyarakat sejak tahun 1994 CBT
muncul dalam bentuk paket-paket yang lebih menarik dan diproduksi secara
massal.
3.
Tahun
1997 : LMS (Learning Management System). Seiring dengan perkembangan
teknologi internet, masyarakat di dunia mulai terkoneksi dengan internet.
Kebutuhan akan informasi yang dapat diperoleh dengan cepat mulai dirasakan
sebagai kebutuhan mutlak , dan jarak serta lokasi bukanlah halangan lagi. Dari
sinilah muncul LMS. Perkembangan LMS yang makin pesat membuat pemikiran baru
untuk mengatasi masalah interoperability antar LMS yang satu dengan lainnya
secara standar. Bentuk standar yang muncul misalnya standar yang dikeluarkan
oleh AICC (Airline Industry CBT Commettee), IMS, SCORM, IEEE LOM, ARIADNE, dsb.
4.
Tahun
1999 sebagai tahun Aplikasi E-learning berbasis Web. Perkembangan LMS menuju
aplikasi e-learning berbasis Web berkembang secara total, baik untuk pembelajar
(learner) maupun administrasi belajar mengajarnya. LMS mulai digabungkan dengan
situs-situs informasi, majalah, dan surat kabar. Isinya juga semakin kaya
dengan perpaduan multimedia , video streaming, serta penampilan interaktif
dalam berbagai pilihan format data yang lebih standar, dan berukuran kecil.
2.2.1
Manfaat
E-learning
Ø
Manfaat E-learning adalah:
1.
Fleksibel. E-learning memberi
fleksibilitas dalam memilih waktu dan tempat untuk mengakses perjalanan.
2.
Belajar Mandiri. E-learning memberi
kesempatan bagi pembelajar secara mandiri memegang kendali atas keberhasilan
belajar.
3.
Efisiensi Biaya. E-learning memberi
efisiensi biaya bagi administrasi penyelenggara, efisiensi penyediaan sarana
dan fasilitas fisik untuk belajar dan efisiensi biaya bagi pembelajar adalah
biaya transportasi dan akomodasi.
Ø
Manfaat E-learning menurut Pranoto,
dkk (2009:309) adalah:
1.
Penggunaan E-learning untuk
menunjang pelaksanaan proses belajar dapat meningkatkan daya serap siswa/mahasiswa
atas materi yang diajarkan.
2.
Meningkatkan partisipasi aktif dari siswa/mahasiswa.
3.
Meningkatkan partisipasi aktif dari siswa/mahasiswa.
4.
Meningkatkan kemampuan belajar
mandiri siswa/mahasiswa.
5.
Meningkatkan kualitas materi
pendidik dan pelatihan.
6.
Meningkatkan kemampuan menampilkan
informasi dengan perangkat teknologi informasi, dimana dengan perangkat biasa
sulit dilakukan.
2.2.2
Kelebihan
dan Kekurangan E-Learnig
Ø
Kelebihan
E-learning
Kelebihan
E-learning ialah memberikan fleksibilitas, interaktivitas, kecepatan,
visualisasi melalui berbagai kelebihan dari masing-masing media (Sujana, 2005 :
253 ). Menurut L. Tjokro (2009:187), E-learning memiliki banyak kelebihan yaitu
:
1.
Lebih mudah diserap, artinya
menggunakan fasilitas multimedia berupa gambar, teks, animasi, suara,
video.
2.
Jauh lebih efektif dalam biaya,
artinya tidak perlu instruktur, tidak perlu minimum audiensi, bisa dimana saja,
bisa kapan saja, murah untuk diperbanyak.
3.
Jauh lebih ringkas, artinya tidak
banyak formalitas kelas, langsung pada pokok bahasan, mata pelajaran sesuai
kebutuhan.
4.
Tersedia 24 jam/hari – 7
hari/minggu, artinya penguaasaan materi tergantung pada semangat dan daya serap
siswa, bisa dimonitor, bisa diuji dengan e-test.
Ø
Kekurangan
E-learning
Kekurangan
E-learning menurut L. Gavrilova (2006:354) adalah pembelajaran dengan model
E-learning membutuhkan peralatan tambahan yang lebih (seperti komputer,
monitor, keyboard, dsb). Kekurangan E-learning yang diuraikan oleh Nursalam
(2008:140) sebagai berikut :
1.
Kurangnya interaksi antara pengajar
dan pelajar atau bahkan antar pelajar itu sendiri.
2.
Kecenderungan mengabaikan aspek
akademik atau aspek sosial dan sebaliknya membuat tumbuhnya aspek
bisnis/komersial.
3.
Proses belajar mengajar cenderung ke
arah pelatihan daripada pendidikan.
4.
Berubahnya peran pengajar dari yang
semula menguasai teknik pembelajaran konvensional, kini juga dituntut
mengetahui teknik pembelajaran yang menggunakan ICT (information,
communication, dan technology).
5.
Tidak semua tempat tersedia
fasilitas internet ( mungkin hal ini berkaitan dengan masalah tersedianya
listrik, telepon, ataupun komputer).
6.
Kurangnya sumber daya manusia yang
menguasai internet.
7.
Kurangnya penguasaan bahasa
komputer.
8.
Akses pada
komputer yang memadai dapat menjadi masalah tersendiri bagi peserta
didik.
9.
Peserta didik bisa frustasi jika
mereka tidak bisa mengakses grafik, gambar, dan video karena peralatan yang
tidak memadai.
10. Tersedianya
infrastruktur yang bisa dipenuhi.
11. Informasi dapat bervariasi dalam
kualitas dan akurasi sehingga penduan dan fitur pertanyaan diperlukan.
12. Peserta didik dapat merasa terisolasi.
2.3
Fungsi Blog
Sebagai E-Learnig
Keterbatasan yang dimiliki guru karena ruang dan
waktu, E-Learning dalam bentuk blog dapat menjadi solusi pembelajaran. Berikut
fungsi blog bagi guru :
1. Blog guru bertujuan untuk menyampaikan berbagai
informasi yang dibutuhkan siswa,
khususnya informasi tentang mata pelajaran yang diajarkan oleh guru.
- Meningkatkan mutu pendidikan dengan cara meningkatkan kecepatan belajar (rate of learning).
- Membantu guru untuk menggunakan waktu belajar siswa secara baik.
- Mengurangi beban guru dalam menyajikan informasi dan membuat aktivitas guru lebih terarah untuk meningkatkan semangat belajar.
- Memberi kemungkinan pendidikan yang sifatnya lebih individual dengan jalan memperkecil atau mengurangi kontrol guru yang tradisional dan kaku.
- Memberi kesempatan luas kepada anak untuk berkembang menurut kemampuannya serta memungkinkan mereka belajar menurut cara yang dikehendakinya.
- Meningkatkan terwujudnya kedekatan belajar (immediacy learning) karena media pengajaran dapat menghilangkan atau mengurangi jurang pemisah antara kenyataan di luar kelas dan di dalam kelas serta memberikan pengetahuan langsung.
- Memberikan penyajian pendidikan lebih luas, terutama melalui media massa, dengan jalan memanfaatkan secara bersama dan lebih luas peristiwa¬peristiwa langka dan menyajikan informasi yang tidak terlalu, menekankan batas ruang dan waktu.
Dalam membuat blog, hendaknya Format blog yang
digunakan sebagai berikut :
v Materi
-
Dibuat
dalam bentuk Power point atau Word.
-
Berisi
ringkasan materi, maksimal untuk setiap Kompetensi Dasar
-
Dilengkapi
dengan contoh soal, dan pembahasannya.
v Latihan soal
-
Dibuat
dalam bentuk Power point atau Word.
-
Latihan
soal sebaiknya berdasarkan Kompetensi Dasar ( sesuai materi).
-
Bentuk
soal sebaiknya dalam bentuk soal uraian.
v Tugas siswa
-
Dibuat
dalam bentuk Power point atau Word.
-
Tugas
dibuat untuk perorangan atau kelompok, dan sebaiknya soal-soal tentang
pemecahan masalah.
-
Jumlah
soal maksimal 5 soal.
v Laporan hasil belajar
-
Disampaikan
atau diinformasikan kepada siswa secara berkala, sesuai dengan di lapangan.
-
Sebaiknya
di informasikan maksimal 2 (dua) hari setelah guru memberikan evaluasi terhadap
siswa.
-
Bentuk
laporan dalam bentuk Word.
BAB III
PENUTUP
3.1
Simpulan
1.
Blog berasal dari kata Web Log yang
berisi posting-posting dan memiliki komunitas tertentu. Blog bersifat tidak
formal. Blog memiliki banyak macam yang dibedakan atas kategori-kategori
tersendiri.
2.
E-Learning atau sistem pembelajaran
elektronik adalah sistem pembelajaran yang diterapkan dalam dunia maya. Sistem
pembelajaran ini bersifat tidak langsung dan fleksibel. Dengan sistem ini guru
dapat memberikan materi pembelajaran tanpa harus bertatap muka.
3.
Fungsi blog sebagai E-Learning
berupa ruang yang dapat digunakan guru dalam memuat pelajaran yang akan
disampaikan kepada siswanya.
3.2
Saran
Makalah
ini dihadirkan sebagai solusi pembelajaran yang universal. Guru yang terbatas
oleh waktu dan ruang dapat mempraktikkan secara langsung media yang tercantum
dalam makalah ini. Makalah ini juga dapat menambah wawasan bagi pembaca secara
umum.
DAFTAR
PUSTAKA
-
Pranoto,
Alvini.dkk. 2009. Sains dan Teknologi.
Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama
-
Sujana, Janti
Gristinawati dan Yuyu Yulia. 2005. Perkembangan Perpustakaan di Indonesia. Bogor: IPB Press.
-
Chandrawati, Sri Rahayu. 2010. Pemanfaatan E-learning dalam Pembelajaran.
No 2 Vol. 8. http://jurnal.untan.ac.id/
-
http://id.wikipedia.org/wiki/Pembelajaran_elektronik
Lampiran
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( RPP )
Sekolah : Sekolah Menengah Atas
Mata Pelajaran :
Bahasa Indonesia
Kelas/Semester :
XI/1
Standar
Kompetensi : Menulis
4.
Mengungkapkan
informasi dalam bentuk proposal, surat dagang, karangan ilmiah
Kopetensi
dasar :4.3 Melengkapi karya tulis
dengan daftar pustaka dan catatan kaki
Alokasi
waktu : 2 x 45 menit
A. Indikator Pembelajaran
1.
Menentukan topic atau gagasan yang akan dikembangkan
dalam karya tulis
2. Menyusun kerangka karya tulis
3. Mengembangkan kerangka menjadi
karya tulis dengan dilengkapi daftar pustaka dan catatan kaki
4.
Menyunting
karya tulis yang dilengkapi daftar pustaka dan catatan kaki karya sendiri atau
karya teman.
v Karakter siswa yang diharapkan : bersahabat/
komunikatif
Tanggung
jawab Peduli
Antusias kerjasama
B.
TUJUAN
PEMBELAJARAN
1.
Peserta didik dapat menentukan topic atau gagasan yang
akan dikembangkan dalam karya tulis
2. Peserta didik mampu menyusun
kerangka karya tulis
5. Peserta didik dapat mengembangkan
kerangka menjadi karya tulis dengan dilengkapi daftar pustaka dan catatan kaki
6. Peserta didik mampu menyunting
karya tulis yang dilengkapi daftar pustaka dan catatan kaki karya sendiri atau
karya teman.
C.
Materi
Pembelajaran
Daftar pustaka atau daftar rujukan adalah semua daftar
acuan (referensi), baik dari buku, makalah, maupun artikel di majalah atau
surat kabar yang telah digunakan untuk mengutip.
Aturan
penulisan daftar pustaka sebagai berikut ;
a.
Urutan penulisan daftar pustaka adalah nama penulis buku,
tahun terbit, judul buku, tempat terbit, dan nama penerbit. Setiap unsure di akhiri tanda
titik (.), kecuali antara tempat dan nama nama penerbitnya digunakan tanda
titik dua (:).
b.
Jika
penulis buku hanya satu orang dan namanya terdiri atas dua unsur kata atau
lebih, penulisan nama harus dibalik. Unsur nama yang belakang diletakkan
dibagian awal.
c.
Jika
penulis buku terdiri atas dua orang dan setiap orang namanya terdiri atas dua
unsur atau lebih, unsure nama yang dibalik adalah nama penulis pertama. Nama
penulis kedua tetap ditulis seperti aslinya.
d.
Judul
buku ditulis miring atau digaris bawah
e. Penulisan
seluruh isi daftar pustaka disusun secara urut sesuai abjad
Contoh
:
|
Bangun A.P. 2004. Menangkal Penyakit
Dengan Jus Buah dan Sayuran. Depok: Agromedia Pustaka.
Damono, Sapardi Djoko. 1983. Perahu
Kertas. Jakarta: Balai Pustaka.
Pratama, Bagas dan T. Manurung. 2004.
Surat Menyurat Bisnis Modern. Bandung: Pustaka Setia
|
Catatan
kaki (footnote) adalah catatan di kaki halaman untuk menyatakan sumber suatu
kutipan, pendapat, pernyataan, atau ikhtisar.
Hal-hal
yang harus diperhatikan sebagai berikut :
a.
Nomor
catatan kaki agak diangkat sedikit di atas baris biasa. Nomor menjorok ke dalam
seperti alinea, sejauh tujuh huruf. Baris kedua seperti teks biasa.
b.
Nama pengarang ditulis menurut urutan nama aslinya. Pangkat dan gelar tidak perlu
dicantumkan.
c.
Judul
buku digaris bawahi atau dicetak miring
d.
Jika
buku, majalah atau surat kabar ditulis oleh dua atau tiga orang, nama pengarang
dicantumkan semua.
e. Pengarang
yang lebih dari tiga orang, ditulis hanya nama pengarang pertama, lalu di
belakangnya ditulis et al., atau dkk.
Singkatan-singkatan dalam catatan kaki sebagai berikut :
1. ibid,
kependekan dari ibidem yang berarti ‘ditempat yang sama dan belum diselingi
dengan kutipan lain’.
2.
op.
cit., singkatan dari opera citato, artinya ‘dalam karangan yang telah disebut
dan diselingi dengan sumber lain’.
3.
loc.
cit., kependekan dari loco citato, artinya ‘ditempat yang telah disebut’. Loc.
cit digunakan jika kita menunjuk ke halaman yang sama dari suatu sumber yang
telah disebut.
Contoh
catatan kaki :
|
1Bagas Pratama dan T. Manurung, Surat Menyurat Bisnis Modern, Pustaka Setia, Bandung, 1998,
hlm.50. (catatan kaki dengan dua pengarang)
2ibid.,
hlm.14 (berarti dikutip dari buku di atas)
3Mochtar
Naim, “Mengapa Orang Minang merantau?”
Tempo, 31 Januari 1975, hlm. 36. (dari majalah)
4Suara Merdeka, 29 Agustus 2005, hlm. 4. (catatan kaki
dari surat kabar)
5Ismail
Marahimin, Menulis secara Populer,
Pustaka Jaya, Jakarta, 2001. Hlm. 46.
6Bagas Pratama dan T. Manurung, op. cit. hlm. 8 (buku yang telah
disebutkan di atas)
7Ismail Marahimin, loc. cit. (buku yang telah disebut di atas di
halaman yang sama, yakni hlm. 46)
|
D.
Model
Pembelajaran
Model pembelajaran kooperatif
E.
Strategi
pembelajaran
Strategi Pembelajaran Peningkatan Kemampuan Berfikir (SPPKB)
F.
Metode
Pembelajaran
-
demonstrasi
G.
Media
Pembelajaran
-
blogger
H.
Langkah-langkah
Kegiatan Pembelajaran
Kegiatan
Pendahuluan
Apersepsi :
§ Guru mengkondisikan siswa agar
siap menerima pelajaran.
§ Guru
memimpin doa sebelum memulai pelajaran
§ Guru menjelaskan tujuan, model,
strategi, dan metode pembelajaran serta materi pembelajaran.
§ Guru
mengulas sefikit tentang karya tulis, dan mengungkapkan pentingnya daftar
pustaka dan catatan kaki
Motivasi :
§ Guru
memotifasi siswa agar serius, antusias, teliti, dan bekerjasama saat proses
pembelajaran berlangsung.
Kegiatan Inti
1)
Guru
memberikan penjelasan tentang daftar pustaka dan catatan kaki
2)
Guru
memberikan contoh daftar pustaka dan catatan kaki
3)
Guru
membentuk kelompok menjadi 3
4)
Guru
meminta perwakitan kelompok untuk maju dan mengambil peta harta karun
kepustakaan
5)
Guru
menjelaskan peraturan permainan
6)
Setelah
siswa menyelesaikan permainan, hasil kerja kelompok ditukarkan dengan kelompok
lain
7)
Siswa
diminta untuk menyunting pekerjaan kelompok lain dan membernarkannya bersama
guru
Kegiatan Penutup
1)
Guru
memberikan penguatan materi dari pembelajaran yang telah dilakukan
2)
Bersama
siswa, guru menyimpulkan materi pembelajaran, yakni unsure-unsur intrinsic
karya sastra.
3)
Guru
menjawab sejumlah pertanyaan yang diajukan siswa.
I. Sumber
Belajar
a. Majalah atau surat kabar
b. Berbagai macam buku
c.
Karya
tulis ilmiah
d.
Buku Pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia
F.Penilaian
Penilaian
dilaksanakan selama proses dan sesudah pembelajaran
Penilaian
Penilaian dilaksanakan selama proses dan sesudah
pembelajaran
1.
Penilaian proses
|
Indikator
pencapaian
|
Penilaian
|
Skor
|
||||
|
Teknik
penilaian
|
Bentuk
Penilaian
|
Aspek Penilaian
|
Selalu
4
|
Jarang
2
|
Tidak
1
|
|
|
o
Menyampaikan
unsur-unsur intrinsik ( tema, penokohan, konflik,amanat, dll.)
o
Menyampaikan
unsur- unsur ekstrinsik (nilai moral, kebudayaan, agama,dll.)
o
Mennanggapi (setuju atau tidak setuju) unsur-unsur
intrinsik dan ekstrinsik yang disampaikan teman
|
· Penilaian
sikap
|
· Lembar
observasi
|
· Memperhatikan
rekaman cerita
· Aktif
mencari informasi tentang unsur cerita
· Berani
menyampaikan unsur-unsur intrinsik dan ekstrinsik yang ditemukan
· Berani
mengemukakan persetujuan atau penolakan dengan alasan yang logis
· Komunikatif
dalam memberikan komentar terhadap isi penyampaiaan
· Jujur
dan mandiri dalam mencatat unsur cerita
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Nilai = Jml skor yang diperoleh
Jumlah aspek penilaian
|
||
2.
Penilaian hasil
|
Indikator
pencapaian
|
Penilaian
|
Skor
|
||||
|
Teknik
penilaian
|
Bentuk
penilaian
|
Instrumen
|
Sempurna
8-10
|
Cukup
5-7
|
Kurang
2-4
|
|
|
o
Menyampaikan
unsur-unsur intrinsik ( tema, penokohan, konflik,amanat, dll.)
o
Menyampaikan
unsur- unsur ekstrinsik (nilai moral, kebudayaan, agama,dll.)
o
Mennanggapi (setuju atau tidak setuju) unsur-unsur
intrinsik dan ekstrinsik yang disampaikan teman
|
· Penilaian
lisan
|
· Unjuk
Kerja
|
· Tulislah
unsur intrinsik dari cerita yang didengarkan
· Tulislah
unsur ekstrinsik dari cerita yang didengarkan
· Tanggapilah
unsur cerita yang disampaikan teman
|
|
|
|
|
|
|
|
Nilai = jumlah
skor yang diperoleh
Jumlah aspek penilaian
|
|||
|
Mengetahui,
Kepala
...............……………
(__________________________)
NIP /
NIK : ..........................
|
|
Jombang,
10 Pebruari 2015
Guru
Mapel BHS Indonesia.
|
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( RPP )
Sekolah :
Sekolah Menengah Atas
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Kelas/Semester : XI/1
Standar Kompetensi :
Menulis
4.
Mengungkapkan informasi dalam bentuk
proposal, surat dagang, karangan ilmiah
Kopetensi dasar :4.3
Melengkapi karya tulis dengan daftar pustaka dan catatan kaki
Alokasi waktu : 2 x 45
menit
A. Indikator Pembelajaran
1.
Melengkapi
karya tulis dengan dilengkapi daftar pustaka dan catatan kaki
2.
Menyunting karya tulis yang dilengkapi daftar
pustaka dan catatan kaki karya sendiri atau karya teman.
v Karakter siswa yang diharapkan : bersahabat/ komunikatif
Tanggung jawab Peduli
Antusias kerjasama
B.
TUJUAN PEMBELAJARAN
3.
Peserta
didik mampu melengkapi karya tulis dengan dilengkapi daftar pustaka dan catatan
kaki
4. Peserta
didik mampu menyunting karya tulis yang dilengkapi daftar pustaka dan catatan
kaki karya sendiri atau karya teman.
C.
Materi Pembelajaran
Daftar pustaka
atau daftar rujukan adalah semua daftar acuan (referensi), baik dari buku,
makalah, maupun artikel di majalah atau surat kabar yang telah digunakan untuk
mengutip.
Aturan penulisan daftar pustaka sebagai berikut ;
a.
Urutan
penulisan daftar pustaka adalah nama penulis buku, tahun terbit, judul buku,
tempat terbit, dan nama penerbit. Setiap unsure di akhiri tanda titik
(.), kecuali antara tempat dan nama nama penerbitnya digunakan tanda titik dua
(:).
b.
Jika penulis buku hanya satu orang dan namanya terdiri
atas dua unsur kata atau lebih, penulisan nama harus dibalik. Unsur nama yang
belakang diletakkan dibagian awal.
c.
Jika penulis buku terdiri atas dua orang dan setiap
orang namanya terdiri atas dua unsur atau lebih, unsure nama yang dibalik
adalah nama penulis pertama. Nama penulis kedua tetap ditulis seperti aslinya.
d.
Judul buku ditulis miring atau digaris bawah
e. Penulisan seluruh isi daftar pustaka
disusun secara urut sesuai abjad
Contoh :
|
Bangun A.P. 2004. Menangkal Penyakit Dengan Jus Buah dan
Sayuran. Depok: Agromedia Pustaka.
Damono, Sapardi Djoko. 1983. Perahu Kertas. Jakarta: Balai
Pustaka.
Pratama, Bagas dan T. Manurung. 2004. Surat Menyurat Bisnis
Modern. Bandung: Pustaka Setia
|
Catatan kaki (footnote) adalah catatan di kaki halaman untuk
menyatakan sumber suatu kutipan, pendapat, pernyataan, atau ikhtisar.
Hal-hal yang harus diperhatikan sebagai berikut :
a.
Nomor catatan kaki agak diangkat sedikit di atas baris
biasa. Nomor menjorok ke dalam seperti alinea, sejauh tujuh huruf. Baris kedua
seperti teks biasa.
b.
Nama
pengarang ditulis menurut urutan nama aslinya. Pangkat dan gelar tidak
perlu dicantumkan.
c.
Judul buku digaris bawahi atau dicetak miring
d.
Jika buku, majalah atau surat kabar ditulis oleh dua
atau tiga orang, nama pengarang dicantumkan semua.
e. Pengarang yang lebih dari tiga orang,
ditulis hanya nama pengarang pertama, lalu di belakangnya ditulis et al., atau
dkk.
Singkatan-singkatan
dalam catatan kaki sebagai berikut :
1. ibid, kependekan dari ibidem yang berarti
‘ditempat yang sama dan belum diselingi dengan kutipan lain’.
2.
op. cit., singkatan dari opera citato, artinya ‘dalam
karangan yang telah disebut dan diselingi dengan sumber lain’.
3.
loc. cit., kependekan dari loco citato, artinya
‘ditempat yang telah disebut’. Loc. cit digunakan jika kita menunjuk ke halaman
yang sama dari suatu sumber yang telah disebut.
Contoh catatan kaki :
|
1Bagas Pratama dan T. Manurung, Surat
Menyurat Bisnis Modern, Pustaka Setia, Bandung, 1998, hlm.50. (catatan
kaki dengan dua pengarang)
2ibid., hlm.14
(berarti dikutip dari buku di atas)
3Mochtar Naim,
“Mengapa Orang Minang merantau?”
Tempo, 31 Januari 1975, hlm. 36. (dari majalah)
4Suara Merdeka, 29 Agustus
2005, hlm. 4. (catatan kaki dari surat kabar)
5Ismail
Marahimin, Menulis secara Populer,
Pustaka Jaya, Jakarta, 2001. Hlm. 46.
6Bagas Pratama dan T. Manurung, op. cit. hlm. 8 (buku yang telah
disebutkan di atas)
7Ismail Marahimin, loc. cit. (buku yang telah disebut di atas di halaman
yang sama, yakni hlm. 46)
|
D.
Model Pembelajaran
Model pembelajaran
kooperatif
E.
Strategi pembelajaran
Strategi
Pembelajaran Peningkatan Kemampuan Berfikir (SPPKB)
F.
Metode Pembelajaran
-
demonstrasi
G.
Media Pembelajaran
-
blogger
H.
Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
Kegiatan Pendahuluan
Apersepsi :
§ Guru
mengkondisikan siswa agar siap menerima pelajaran.
§ Guru memimpin doa sebelum memulai
pelajaran
§ Guru
menjelaskan tujuan, model, strategi, dan metode pembelajaran serta materi
pembelajaran.
§ Guru mengulas sefikit tentang karya tulis,
dan mengungkapkan pentingnya daftar pustaka dan catatan kaki
Motivasi :
§ Guru memotifasi siswa agar serius,
antusias, teliti, dan bekerjasama saat proses pembelajaran berlangsung.
Kegiatan Inti
1)
Guru memberikan penjelasan tentang daftar
pustaka dan catatan kaki
2)
Guru memberikan contoh daftar pustaka dan
catatan kaki
3)
Guru membentuk kelompok menjadi 3
4)
Guru meminta perwakitan kelompok untuk maju dan
mengambil peta harta karun kepustakaan
5)
Guru menjelaskan peraturan permainan
6)
Setelah siswa menyelesaikan permainan, hasil
kerja kelompok ditukarkan dengan kelompok lain
7)
Siswa diminta untuk menyunting pekerjaan
kelompok lain dan membernarkannya bersama guru
Kegiatan Penutup
1)
Guru memberikan penguatan materi dari
pembelajaran yang telah dilakukan
2)
Bersama siswa, guru menyimpulkan materi
pembelajaran, yakni unsure-unsur intrinsic karya sastra.
3)
Guru menjawab sejumlah pertanyaan yang diajukan
siswa.
I. Sumber Belajar
a.
Majalah atau surat kabar
b.
Berbagai macam buku
c. Karya
tulis ilmiah
d. Buku Pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia
F.Penilaian
Penilaian dilaksanakan selama proses dan sesudah
pembelajaran
Penilaian
Penilaian
dilaksanakan selama proses dan sesudah pembelajaran
1.
Penilaian
proses
|
Indikator pencapaian
|
Penilaian
|
Skor
|
||||
|
Teknik
penilaian
|
Bentuk
Penilaian
|
Aspek Penilaian
|
Selalu
4
|
Jarang
2
|
Tidak
1
|
|
|
o
Menyampaikan unsur-unsur intrinsik ( tema, penokohan, konflik,amanat,
dll.)
o
Menyampaikan unsur- unsur ekstrinsik (nilai moral, kebudayaan,
agama,dll.)
o
Mennanggapi (setuju atau tidak setuju)
unsur-unsur intrinsik dan ekstrinsik yang disampaikan teman
|
· Penilaian
sikap
|
· Lembar
observasi
|
· Memperhatikan
rekaman cerita
· Aktif
mencari informasi tentang unsur cerita
· Berani
menyampaikan unsur-unsur intrinsik dan ekstrinsik yang ditemukan
· Berani
mengemukakan persetujuan atau penolakan dengan alasan yang logis
· Komunikatif
dalam memberikan komentar terhadap isi penyampaiaan
· Jujur
dan mandiri dalam mencatat unsur cerita
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Nilai = Jml skor yang diperoleh
Jumlah aspek penilaian
|
||
2.
Penilaian
hasil
|
Indikator pencapaian
|
Penilaian
|
Skor
|
||||
|
Teknik
penilaian
|
Bentuk
penilaian
|
Instrumen
|
Sempurna
8-10
|
Cukup
5-7
|
Kurang
2-4
|
|
|
o
Menyampaikan unsur-unsur intrinsik ( tema, penokohan, konflik,amanat,
dll.)
o
Menyampaikan unsur- unsur ekstrinsik (nilai moral, kebudayaan,
agama,dll.)
o
Mennanggapi (setuju atau tidak setuju)
unsur-unsur intrinsik dan ekstrinsik yang disampaikan teman
|
· Penilaian
lisan
|
· Unjuk
Kerja
|
· Tulislah
unsur intrinsik dari cerita yang didengarkan
· Tulislah
unsur ekstrinsik dari cerita yang didengarkan
· Tanggapilah
unsur cerita yang disampaikan teman
|
|
|
|
|
|
|
|
Nilai
= jumlah skor yang diperoleh
Jumlah aspek penilaian
|
|||
|
Mengetahui,
Kepala ...............……………
(__________________________)
NIP / NIK : ..........................
|
|
Jombang, 10 Pebruari 2015
Guru Mapel BHS Indonesia.
(……………………….)
|